Connect with us

HUKRIM

Ayah Curi HP Demi Pendidikan Anak : Kejari Hentikan Penuntutan Lewat RJ

Published

on

JAKARTA | KopiPagi : Kejaksaan Negeri (Kejari) Kabupaten  Bangli, Provinsi Bali, akhirnya menghentikan penuntutan perkara seorang ayah bernama I Kadek Juliawan aliad Kadek yang mencuri HP demi pendidikan anaknya. Penghentian dilakukan  berdasarkan asas Keadilan Restoratif atau Restoratif Justice (RJ).

“Sebelumnya dilakukan gelar perkara (ekspose) secara virtual yang dihadiri Jakss Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) Fadil Zumhana,” ujar Kapuspenkum Kejagung, Ketut Sumedana, di Jakarta, Minggu (11/09/2022).

I Kadek Juliawan alias Kadek adalah seorang ayah dan istrinya merupakan ibu rumah tangga serta menjadi tulang punggung keluarga.

Demi menghidupi keluarga kecilnya, Kadek harus bekerja sebagai buruh kayu dengan penghasilan tak menentu. Hingga suatu ketika, Kadek harus membelikan sang anak sebuah handphone untuk belajar online, namun karena kondisi ekonomi yang memprihatinkan, membuat Kadek terpaksa melakukan tindak pidana pencurian.

Kejadian berawal pada 18 Mei 2022 sekitar pukul 17:00 WITA bertempat di Jl. Pondokan Pangsut Tiga, Desa Tiga Kecamatan Susut Kabupaten Bangli, Kadek melihat sebuah handphone milik korban I Gusti Nyoman Ssudana tergeletak di pinggir jalan.

Melihat hal itu, KADEK segera mengambil handphone tersebut tanpa seizin dan sepengetahuan sang pemilik untuk dibawa pulang dan diberikan kepada sang anak.

Selanjutnya pada Selasa 16 Agustus 2022 sekitar pukul 07:30 WIB, petugas Kepolisian Sektor (Polsek) Susut mendatangi rumah Kadek di Banjar Tiga, untuk diamankan berdasarkan laporan kehilangan 1 buah handphone dengan ciri-ciri yang sama. Tanpa perlawanan, Kadek menyerahkan handphone tersebut dan bersedia untuk dibawa ke Polsek Susut.

Akibat perbuatannya, Kadek ditetapkan sebagai Tersangka  melanggar Pasal 362 KUHP tentang Pencurian, dan berkas perkaranya dilimpahkan kepada Kejaksaan Negeri Bangli.

Setelah menerima dan meneliti berkas perkara, Kepala Kejaksaan Negeri Bangli, Yudhi Kurniawan, Kasi Pidum Cokorda Gde Agung Inrasunu, dan Jaksa Penuntut Umum (JPU) I Putu Wahyu Pradipta menilai bahwa perkara tersebut memenuhi syarat untuk dilakukan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif (restorative justice) yang diatur dalam Peraturan Kejaksaan Republik Indonesia Nomor 15 Tahun 2020 dan Surat Edaran JAM-Pidum Nomor: 01/E/EJP/02/2022 tanggal 10 Februari 2022 tentang Pelaksanaan Penghentian Penuntutan Berdasarkan Keadilan Restoratif.

Selanjutnya, setelah dilaksanakan proses Tahap II dimana Penyidik Polsek Susut menyerahkan Tersangka beserta Barang Bukti kepada JPU Kejaksaan Negeri Bangli, Kepala Kejaksaan Negeri Bangli Yudhi Kurniawan beserta jajaran melakukan proses mediasi yang dihadiri oleh Korban, Tersangka, keluarga korban maupun keluarga Tersangka, Kepala Dusun dan Penyidik Polsek Susut.

Pada proses itu, korban memaafkan perbuatan Tersangka yang telah mengakui serta menyesali perbuatannya.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala Kejaksaan Negeri Bangli Yudhi Kurniawan memberikan 1 buah handphone kepada anak Tersangka sehingga anak tersebut tetap dapat bersekolah dan mendapat ilmu.

Usai tercapainya kesepakatan perdamaian, Kajari Bangli mengajukan permohonan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif kepada Kepala Kejaksaan Tinggi Bali.

Setelah mempelajari berkas perkara tersebut, Kepala Kejaksaan Tinggi Bali Ade T Sutiawarman sependapat untuk dilakukan penghentian penuntutan berdasarkan keadilan restoratif dan mengajukan permohonan kepada Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAM-Pidum) Kejaksaan Agung, Fadil Zumhana.

Kini Tersangka Kadek telah bebas tanpa syarat usai disetujui oleh Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAM-Pidum) Dr. Fadil Zumhana pada Rabu 07 September 2022.

Maka dengan dihentikannya penuntutan, Kadek tidak perlu lagi menjalani proses persidangan dan statusnya sebagai Tersangka tidak lagi melekat dalam namanya, serta dapat kembali berkumpul bersama keluarga tercinta.

JAM-Pidum Kejaksaan RI, Fadil Zumhana, dalam ekspose secara virtual mengapresiasi dengan setinggi-tingginya kepada Kepala Kejaksaan Negeri Bangli, Yudhi Kurniawan, Kasi Pidum dan Jaksa Penuntut Umum yang menangani perkara Kadek telah berupaya menjadi fasilitator mendamaikan dan menyelesaikan perkara tersebut dengan mediasi penal antara korban dengan Tersangka serta melibatkan tokoh masyarakat setempat sehingga terwujudnya keadilan restoratif.

Fadil juga mengapresiasi Kepala Kejaksaan Negeri Bangli karena dalam prosesnya memperlihatkan sisi humanis dari seorang Jaksa sesuai amanat dari Jaksa Agung Republik Indonesia.

Selanjutnya, JAM-Pidum Fadil Zumhana memerintahkan kepada Kepala Kejaksaan Negeri Bangli untuk menerbitkan Surat Ketetapan Penghentian Penuntutan (SKP2) Berdasarkan Keadilan Restoratif sebagai perwujudan kepastian hukum. ***

Pewarta : Syamsuri.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *