Connect with us

REGIONAL

Langkah Pasti Nikson Nababan Bangun Sumut dengan Metode NIKSON

Published

on

PEMATANGSIANTAR | KopiPagi : Kanjeng Pangeran Raden Aryo Dr. Drs. Nikson Hasudungan Nababan, M.Si kelahiran (5 Oktober 1972, Bupati Tapanuli Utara dua periode sejak tahun 2014-2024, saat ini maju sebagai Calon Gubernur (Cagub) Sumatera Utara (Sumut).

Dengan pengalaman dua periode membangun Taput yang terdiri dari 15 kecamatan yaitu Parmonangan, Adian Koting, Sipoholon, Tarutung, Siatas Barita, Pahae Julu, Pahae Jae, Purba Tua, Simangumban, Pangaribuan, Garoga, Sipahutar, Siborongborong, Pagaran dan Muara.

Diketahui, Nikson Nababan, pada periode pertama (2014 hingga 2019), ia berpasangan dengan wakilnya, Dr. Mauliate Simorangkir, M.Si. Mereka dilantik pada 13 Juni 2014 oleh Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho. Pada periode kedua (2019 hingga 2024), ia berpasangan dengan wakilnya, Sarlandy Hutabarat, SH, MM. Kemudian mereka dilantik pada 23 April 2019 oleh Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi.

Sejak tahun 2014 – 2021, dibawah kepemimpinannya Kabupaten Taput mendapatkan predikat Wajar Tanpa Pengecualian atas laporan keuangannya dari Badan Pemeriksa Keuangan RI.

Jauh sebelum melangkah menuju Sumut 1 (Gubsu),
Nikson Nababan telah menulis buku dan mencetuskan metode NIKSON yang merupakan singkatan dari Needs, Innovation, Knowledge, Synergy, Operation, dan Norm, untuk membangun Sumut.

Metode NIKSON ini merupakan metode perencanaan pembangunan yang muncul dari bawah atau bottom-up berbasis data presisi.

Metode NIKSON ini pula yang akan diterapkan Cagub Nikson Nababan untuk membangun
Sumut yang terdiri dari 25 Kabupaten, 8 Kota, 325 Kecamatan, dan 5.456 Kelurahan/Desa.

Untuk tujuan mulia tersebut, Bacalon Nikson Nababan telah melakukann silaturahmi ke Tuan Guru Babussalam Besilam Syekh Zikmal Fuad Mursyid Tarekat Naqsyabandiyah Kholidiyah di Kabupaten Langkat, Sumatera Utara, Selasa (07-05-2024).

Kedatangan Nikson Nababan bersilaturahmi disambut baik Syekh Zikmal Fuad Mursyid sembari bercerita pengalaman masing-masing.

Nikson menceritakan pengalaman selama memimpin Tapanuli Utara dua periode selama 10 tahun sejak 2014 hingga 2024. dengan tagline, ‘Desa Kuat, Kota Maju, Negara Berdikari’.

Berpandangan secara data presisi menjadi kunci pembangunan desa yang terukur dan terarah, sehingga berujung pada masyarakat yang madani.

“Data presisi mampu memastikan pembangunan infrastruktur desa yang sesuai kebutuhan warganya. Serta semua urusan harus tuntas. Tidak boleh pakai uang, sehingga akan berdampak ke semua,” kata Nikson Nababan.

Selain itu juga, Nikson menyampaikan, dengan kedatangannya bersama tim ke kediaman Tuan Guru Syekh Zikmal, mempunyai arti tersendiri. Juga punya makna luar biasa. Apalagi bisa mendengarkan nasehat yang sangat berharga serta amalan yang sudah diberikan kepada dirinya.

Amalan Khusus
Syekh Zikmal sendiri merupakan Tuan Guru ke-12 dari Tuan Guru Pertama Syekh Abdul Wahab Rokan, yang merupakan Mursyid Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah di Riau dan Sumatera Timur pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20.

Dengan penuh keakraban sembari bercerita dan berbagi pengalaman, Syekh Zikmal mengungkapkan sudah ada amalan khusus yang ia berikan kepada Nikson Nababan untuk membangun Sumatera Utara.

Artinya, amalan itu harus benar-benar dijalankan. Terutama karena Nikson merupakan seorang yang peduli dengan dunia pendidikan, pertanian, kesehatan. Bahkan sampai membuka daerah terisolir dengan membangun infrastruktur dari sebuah desa terpencil.

Tuan Guru Syekh Zikmal mempunyai bulan kelahiran yang sama yakni Oktober dan tanggal kelahiran yang tidak jauh beda dengan Nikson. Sehingga mereka punya persamaan.

Bahkan bukan itu saja. Tuan Guru Syekh Zikmal juga memuji sosok Nikson yang ramah karena mampu membangun kerukunan umat beragama dengan mendirikan mesjid di Tapanuli Utara.

“Semua yang datang ke mari kita doakan, termasuk Pak Nikson. Sudah ada amalan khusus yang diberikan untuk Pak Nikson Nababan,” ucap Syekh Zikmal Fuad.

Dalam suasana keakraban itu juga, Tuan Guru Syekh Zikmal memaparkan, bahwa selama di perantauan, ia menimba ilmu bidang akademisi. “Dan harus kembali ke tanah kelahiran, tentunya mempunyai arti tersendiri.

Pesan penutup Tuan Guru Syekh Zikmal kepada Nikson, agar tetap menjalankan amanah.

Kemudian mereka melakukan ziarah ke Makam Syekh Abdul Wahab Rokan. Sebelum ziarah, Nikson bersama tim makan bersama di kediaman Tuan Guru Syekh Zakmil.

Selanjutnya Nikson memberikan buku karyanya sendiri kepada Syekh Zikmal Fuad Mursyid berjudul, ‘Desa Kuat, Kota Maju, Negara Berdikari’, yang sudah di launching di Jakarta.*Kop.

Editor: Nilson Pakpahan.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *