Connect with us

TRAVELING

NA, Target 2020 : 20 Juta Wisatawan Masuk, Indonesia Segera Kondusif

Published

on

KopiOnline Sulsel,- Tak bisa dipungkiri, gelombang demonstrasi mahasiswa yang umumnya berakhir ricuh di beberapa kota berdampak buruk terhadap prekonomian nasional. Seperti diketahui, aksi demonstrasi yang berlangsung sejak Senin (23/09/2019) tersebut menuntut pembatalan Undang-undang Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), termasuk Rancangan Kitab Undang-undang Hukum Pidana (RKUHP).

Hal tersebut pun diamini oleh Gubernur Sulawesi Selatan Prof. Dr. Ir. H.M. Nurdin Abdullah,  Kepada media otonominews yang mewawancarainya secara khusus, pria kelahiran Pare-Pare, 07 Februari 1963 ini berharap demonstrasi yang melibatkan mahasiswa dan pelajar tersebut segera berakhir dan Indonesia bisa kembali kondusif.

“Jujur saja, banyak paket-paket wisata yang terganggu. Secara nasional, target wisatawan kita tahun 2020 cukup tinggi, yakni sekitar 20 juta wisatawan. Untuk mencapai target itu, tentu dibutuhkan suasana yang kondusif. Kita berharap adik-adik mahasiswa memahami kondisi ini. Kita harus ingat, Bali, Yogyakarta, Labuan Bajo, dan banyak destinasi wisata Indonesia yang menjadi perhatian dunia,” ujar Nurdin Abdullah.

Lebih jauh dikatakannya, khusus di Sulawesi Selatan, pihaknya tengah membangun citra yang sangat positif kepada dunia usaha. Meski pemerintah daerah sudah menyederhanakan perizinan dan  memberi kemudahan kepada investor, kata Nurdin Abdullah, bila suasananya tidak kondusif, pasti mereka masih wait and see dan akhirnya enggan berinvestasi di Indonesia.

“Kalau demo-demo masih marak, investor tidak akan datang. Secara otomatis itu akan merugikan kita semua. Oleh karena itu harapan saya kepada seluruh elemen masyarakat dan mahasiswa, saya kira aspirasinya sudah didengar dan sudah sampai kepada pemerintah kebijakan. Sekarang kita beri kesempatan kepada pemerintah untuk bekerja,” ujarnya.

Gubernur NA Saat Memperkenalkan Kopi Bantaeng pada Presiden Joko Widodo

Meski para investor memahami dinamika politik yang saat ini terjadi di Indonesia, Nurdin Abdullah juga berupaya menjelaskan, bahwa pemerintah saat ini tengah berupaya menghargai hak dan aspirasi yang disampaikan oleh para mahasiswa.

“Kita juga menjelaskan dan juga berharap bahwa geratkan ini murni, tidak ada campur tangan atau kepentingan-kepentingan tertentu,” tegas peraih S3 Doktor of Agriculture Kyushu University Jepang Tahun 1994.

Ketika demonstrasi mahasiswa terjadi, Nurdin  Abdullah bahkan langsung turun kelapangan dan bertemu dengan mahasiswa. “Saya menjanjikan akan menyampaikan aspirasi mahasiswa kepada pemerintah. Saya kira pesannya sudah sampai, karena kami secara rutin juga melaporkan perkembangan apa yang menjadi tuntutan adik-adik mahasiswa dan elemen masyarakat,” paparnya.

Aksi unjuk rasa yang banyak berujung kerusuhan ternyata tak hanya didominasi oleh kalangan mahasiswa, namun juga diikuti oleh pelajar SMK/STM. Melihat fenomena ini, Nurdin Abdullah mengatakan bahwa hal itu terjadi karena mereka tidak paham apa yang tengah dipermasalahkan.

“Lain dari itu, kehadiran para pelajar di tengah aksi unjuk rasa juga karena lemahnya pengawasan. Mereka masih muda dan mereka juga punya pelajaran yang semuanya sudah diatur. Di Sulawesi Selatan, saya sudah memberikan perhatian khusus kepada seluruh kepala sekolah, ketika ada anak-anaknya ikut bergabung, kepala sekolahnya saya beri sanksi. Karena itu adalah tugas kepala sekolah, mengawasi anak-anaknya yang harus belajar, bukan turun ke jalan,” jelasnya.

Gubernur NA Saat Menerima Japanese Center Indonesia untuk Beraudiensi

Mantan Sekjen Assosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) ini bahkan sudah mengumpulkan seluruh tokoh, seluruh kepala sekolah, organisasi kemasyarakatan, para rektor, furkopinda, kapolda, panglima dan jajarannya untuk duduk bersama.

“Tentu kita harus lakukan pendekatan kekeluargaan, pendekatan persuasif, memberikan pemahaman kepada seluruh elemen masyarakat. Itu adalah langkah yang kita ambil dengan Pak Kapolda. Tanpa kecuali, ini berlaku untuk negeri dan swasta,” ujarnya.

Nurdin Abdullah mengaku juga baru bekeliling yang memang sudah dia lakukan sejak lama. “Kita keliling tanpa harus mereka tahu seperti datang ke tokoh-tokoh masyarakat atau sholat Maghrib di masjid dengan komunitas dosen. Kami ngobrol untuk mencari solusi. Semisal merubah demo di jalanan menjadi dialogis. Pak Firdaus Kajati sulsel mengambil peran untuk kemudian kita undang tokoh-tokoh mahasiswa untuk membedah revisi undang-undang yang sudah disahkan itu maupun yang masih RUU. Nanti kita kritisi. Jadi modelnya kita rubah menjadi dialog bukan turun ke jalan,” imbuhnya.

Hal tersebut dilakukan, katanya, untuk menghindari pemikiran-pemikiran negatif tentang apa yang menjadi permasalahan para UU yang sudah disahkan atau pun yang masih dalam bentuk RUU.

Labuan Bajo, Salah Satu Destinasi Wisata Indonesia yang Disebut Gubernur NA Akan Mendatangkan Banyak Wisatawan Asing – Foto Istimewa

“Apakah betul revisi UU KPK itu melemahkan atau justru sebaliknya, menguatkan. Jangan hanya mendengar berita yang belum tahu kebenarannya,” ujar peraih S1 di Fakultas Pertanian dan Kehutanan Universitas Hasanudin (UNHAS) Tahun 1986.

Mantan Bupati Bantaeng dua periode ini mengaku sangat sedih, perangkat teknologi informasi yang tidak dimanfaatkan untuk kepentingan negara yang lebih baik. Bahkan justru, lanjutnya, banyak hoaks-hoaks yang beredar.

“Jadi saya himbau kepada seluruh masyarakat, kepentingan bangsa jauh lebih penting dari pada kepentingan kelompok atau kepentingan pribadi. Apa lagi kepentingan kelompok tertentu yang membuat Indonesia menjadi tidak aman dan tidak nyaman,” paparnya.

Menurut dia era industri teknologi informasi ini sebaiknya dimanfaatkan secara baik untuk kemakmuran bersama, bukan justru membuat Indonesia dijauhi karena ketidaknyamanan dan ketidakstabilan.

“Mulai hari ini, Alhamdulillah Provinsi Sulsel sudah stabil, bersih, nyaman, dan kehidupan kembali normal. Sempat Jumat pagi akan ada demo lagi, tetapi tidak jadi. Bisa jadi itu adalah dampak dari pertemuan kita dengan para rektor,” tegas pria yang mendapat gelar Master of Agriculture dari Kyushu University Jepang Tahun 1991.

Gubernur NA Berbagi Tugas dengan Ketua TP PKK Lies F. Nurdin dalam Memajukan Sulsel

Nurdin Abdullah juga mengingatkan agar lebih hati-hati dalam mendengar dan membaca informasi, Dia mencontohkan, di Makassar beredar himbauan seolah-olah dari rektor sebuah universitas yang mengajak mahasiswanya untuk ikut berpartisipasi datang ke DPR .

“Itu sebenarnya hoaks yang tidak bisa kita tolerir, Jadi saya berharap pelakunya harus segera ditemukan. Jadi harus ada perangkat dan negara harus hadir. Di tengah tengah masyarakat Bagiamana pun orang awam bisa langsung percaya dengan hoaks. Jadi saat ini saya harus menjaga daerah provinsi sulsel dengan baik, karena masyarakat jauh akan lebih tenang kalau kita datang di tengah-tengah mereka,” ujar Nurdin Abdullah.

Dia mengaku sangat senang karena semua jajaran kompak dalam menangani permasalahan yang sedang melanda hampir semua wilayah di Indonesia tersebut.

“Alhamdulillaah kita kompak. Pak Kapolda, Panglima Kodam, BIN, Kejati juga turun karena ini berhubungan dengan revisi rancangan undang-undang dan undang-undang. Kejati khususnya aktif memberi masukan kepada tokoh masyarakat dan akademisi,” katanya.

Tak hanya itu, pihaknya juga kerap mengumpulkan Bupati dan Walikota seprovinsi sulsel yang bertujuan untuk sharing tentang situasi daerah. “Khususnya dengan bupati dan walikota  sulsel , kami berharap mereka lebih sering membuat event-event yang lebih positif. Seperti kemarin event tentang kapal-kapal hias. Kita masukkan himbauan kepada mereka adara jangan ikut-ikutan turun ke jalan. Dengan event positif, anak-anak itu jadi lebih kreatif dan inovatif dibanding ikut-ikutan dengan himbauan-himbauan yang menyesatkan,” terangnya.

Para remaja dan mahasiswa menurut Nurdin Abdullah harus bergerak secara positif, karena itu menyangkut masa depan mereka. “Bahkan sekarang Polda terus melakukan kajian-kajian, terutama yang didapat itu non mahasiswa. Jadi memang demo mahasiswa ini memang ada yang memanfaatkan. Kasihan kan, mahasiswa kita jadi tercoreng, Aksi awalnya murni, tapi belakangan ada yang memanfaatkan,” ujarnya.

Hal tersebut diketahui oleh Nurdin Abdullah ketika dirinya bertemu dengan para mahasiswa di Kantor DPRD. Mereka, lanjutnya, mengatakan bahwa sementara mereka orasi, sudah ada yang merusak, ada yang melempar, dan ada yang memukuli mereka.

“Jadi, provokator-provokator itu yang memulai. Padahal mahasiswa datang murni untuk menyuarakan aspirasi mereka, Jadi provokator itu yang memancing kemarahan mahasiswa. Tapi sudah ada beberapa yang sudah diamankan. Sangat disayangkan, karena aksi mereka menciderai perjuangan mahasiswa. Kita tahu, mahasiswa itu kan anak-anak idealis semua, sangat disayangkan kalau aksi mereka diciderai oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab,” katanya.

Nurdin Abdullah menghimbau bahwa masyarakat Indonesia membutuhkan suasana yang kondusif. Terlebih, lanjutnya, di bawah pemerintahan Presiden Joko Widodo yang terus mendorong percepatan infrastruktur dalam rangka pemerataan pembangunan ekonomi.

Berikutnya terget wisatawan mancanegara yang datang ke Indonesia tahun 2020 diharapkan bisa mencapai 20 juta orang. Kalau ini betul-betul bisa kita mewujudkan hal tersebut, katanya, maka berapa banyak kawasan wisata Indonesia yang bisa hidup. Menurutnya, Kalau kawasan wisata hidup, akan banyak sektor juga bisa ikut bergerak seperti hotel, restoran, hingga pasar tradisional pun akan ikut ramai.

“Jadi, ini yang ingin saya sampaikan bahwa  kita masih membutuhkan ketenangan, kedamaian, negara ini harus kondusif karena kita masih punya tanggung jawab bagaimana mensejahterakan masyarakat miskin. Kita bisa hadirkan lapangan kerja sebanyak-banyaknya agar jumlah pengangguran turun. Jadi, muaranya adalah kalau negara ini aman, tenang, damai, kita akan menjadi negara tujuan investasi. Jangan sampai terjadi lagi, relokasi industri Jepang dari China yang tidak satu pun masuk ke Indonesia. Mereka malah memilih Vietnam atau Myanmar. Seharusnya kita menjadi tujuan investasi utama di Asia,” pungkasnya. otn/kop.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Copyright © 2024 Koran Pagi Online - koranpagionline.com