Connect with us

HUKRIM

Puslabfor Polri Ungkap Fakta : Saat Rumah Wartawan Dibakar Keluarga Masih Hidup

Published

on

SUMUT | KopiPagi : “Jenazah masih hidup saat terjadinya kebakaran dengan bukti jelaga pada saluran pernapasan.” Hal itu disampaikan Kapolda Sumatera Utara (Sumut) Komjen Pol Agung Setya Effendi atas hasil analisis Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Bareskrim Polda Sumatera Utara (Sumut) di Karo, Sumut.

Hasil analisis Puslabfor Bareskrim Polda Sumatera, mengungkap fakta, bahwa wartawan Tribrata TV Sampurna Pasaribu bersama, istri, anak dan cucu masih hidup saat rumah wartawann dibakar.

Salah satu yang diketahui adalah, Polisi telah mengungkap, bahwa hasil autopsi dokter forensik terkait kasus pembakaran rumah yang menewaskan wartawan Tribrata TV Sampurna Pasaribu di Karo, Sumut. Polisi mengatakan penyebab kematian korban adalah luka bakar grade 6.

“Ditunjukkan, bahwa penyebab kematian 4 jenazah adalah luka bakar grade 6,” ujar Kapolda Sumut, Komjen Agung Setya Effendi.

Untuk diketahui, dalam kejadian ini, wartawan Tribrata TV Sampurna Pasaribu meninggal dunia bersama tiga anggota keluarganya dalam rumahnya yang dibakar di Kabanjahe, Kabupaten Karo, Sumut, pada Kamis (27-06-2024) lalu.

Tiga anggota keluarga Rico yang ikut tewas ialah istrinya, Elfrida Boru Ginting (48) anaknya, Sudi Investasi Pasaribu (12) dan cucunya, Loin Situkur (3).

Kapolda Sumut, Komjen Agung Setya Effendi, mengatakan, bahwa dari analisis Labfor Polisi, mengungkap fakta, bahwa korban masih dalam kondisi hidup saat kebakaran terjadi. Menurutnya, hal ini dibuktikan dengan adanya jelaga pada saluran pernapasan.

Selain itu, Agung mengatakan pada jenazah tidak bisa dilakukan cek narkoba lantaran kondisinya. Selain itu, ia menyebut tidak melakukan cek DNA karena identitas korban telah diketahui.

“Pada jenazah tidak dapat dilakukan cek narkoba karena bagian dalam tubuh jenazah sudah menyatu dan tidak ditemukan urine. Pelaksanaan cek DNA tidak dilakukan karena jenazah sudah dikenali,” ujarnya.

Titik Pertama Api

Kapolda Sumut Komjen Agung Setya Effendi mengatakan, bahwa pada lokasi api kebakaran pertama terjadi di lantai sekitar pintu depan dan dinding kanan rumah. Dinding kamar ini disebut berdekatan dengan kamar tempat korban ditemukan.

“Lokasi api pertama kebakaran berada di permukaan lantai di dua lokasi yang berbeda yaitu permukaan lantai sekitar pintu depan dan permukaan lantai sekitar dinding kanan rumah/warung berdekatan dengan kamar. Di mana ke 4 korban ditemukan,” ujar Komjen Agung.

Lebih lanjut, Kapolda Sumut Komjen Agung Setya Effendie menjelaskan, bahwa
Polisi dari Bareskrim Polda Sumut memakai Scientific Crime Investigation di Kasus Pembakaran Rumah Wartawan.

Agung mengatakan pada lokasi pertama ini, tidak ditemukan adanya barang bukti penyebab timbulnya api sehingga, menurut dia, api timbul karena adanya nyala api terbuka.

“Di lokasi pertama kebakaran tidak ditemukan barang bukti teknis penyebab timbulnya api dengan demikian disimpulkan bahwa api yang timbul karena adanya nyala api terbuka (open flame),” tuturnya.

Agung juga menjelaskan di lokasi pertama api ini, pihaknya mengambil sampel abu arang. Sampel inilah yang dijadikan barang bukti oleh pihak kepolisian.

“Di lokasi api pertama kebakaran diambil sampel abu arang sebagai barang bukti,” tuturnya.

Selanjutnya, ia mengatakan hasil pemeriksaan abu arang tersebut positif mengandung campuran bahan bakar yang berjenis gasolin dan diesel.

Polisi Temukan 2 Botol Isi Solar

Polisi menemukan sejumlah barang bukti dari sekitar rumah wartawan di Karo, Sumatera Utara, yang dibakar. Antara lain dua botol minuman berisi solar.

“Alhamdulillah 30 meter dari lokasi kita temukan barang bukti yang ada di sini. Dua botol minuman kemasan,” kata Kapolda Sumut Komjen Agung Setya Effendi dalam konferensi pers di Karo, Sumut.

Dia mengatakan, dari hasil pemeriksaan terdapat sisa bahan bakar di dalam dua botol tersebut. Bahan bakar di antaranya campuran antara solar dan pertalite.

“Dua botol minuman kemasan yang ada sisanya, sudah kita periksa dan kita temukan bahwa sisa bahan bakar yang ada dalam dua botol ini adalah campuran antara Solar dan Pertalite,” tuturnya.

Agus juga menyebutkan pihaknya memeriksa sampel abu dari 4 titik di dalam dan di luar rumah. Ia mengatakan, dari sampel yang diperiksa, diketahui terbakar karena adanya bahan bakar.

“Di TKP, petugas terus mencari hal-hal yang ada di sana. Kita mengambil sampel 4 titik, ada dua di luar dan dua di dalam,” tuturnya.

“Kita memastikan bahwa di titik luar rumah itu ada fakta bahwa abu yang tersisa itu terbakar karena bahan bakar, kemudian yang di dalam juga ada,” sambungnya.

“Hasil pemeriksaan GS MS terhadap BB abu arang dilokasi api pertama kebakaran adalah positif mengandung campuran bahan bakar minyak hidrokarbon jenis gasoline dan diesel,” ujarnya.

Dua Eksekutor Ditangkap

Sebelumnya, Polisi diketahui telah menangkap dua orang yang merupakan eksekutor dalam kasus ini. Penangkapan ini didasari hasil-hasil analisa laboratorium forensik, analisis CCTV, autopsi, hingga keterangan para saksi.

“Kami tangkap Saudara R dan saudara Y,” kata Kapolda Sumut Komjen Agung Setya Effendi dalam konferensi pers di Karo, Sumut, Senin (08-07-2024).

Diketahui, Polisi lalu menangkap dua orang yang diduga pelaku yang membakar rumah wartawan di Karo, Sumut. Keduanya 9berinisial R dan Y.

“Kami tangkap saudara R dan saudara Y,” kata Kapolda Sumut Komjen Agung Setya Effendi.

Dia mengatakan keduanya merupakan eksekutor. Agung mengatakan pergerakan keduanya juga terekam CCTV.

Lebih lanjut, Agung mengatakan, bahwa pergerakan keduanya juga sudah terekam CCTV dan sempat melakukan survei ke rumah korban. Keduanya juga diduga menyiramkan bahan bakar ke rumah korban.

“Survei, memastikan dan mengeksekusi dengan membakar atau menyemprotkan dua botol ini ke rumah korban kemudian di membakar,” ucapnya.

Agung mengatakan pergerakan keduanya juga terekam CCTV sempat melakukan survei ke rumah korban. Keduanya juga diduga menyiramkan bahan bakar untuk ke rumah korban.

“Survei, memastikan dan mengeksekusi dengan membakar atau menyemprotkan dua botol ini ke rumah korban kemudian di membakar,” ucapnya.*Kop.

Editor : Nilson Pakpahan.

Continue Reading
Click to comment

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *