Beranda PERISTIWA Lahir Prematur Meninggal : Sat Reskrim Polres Patang Siantar Olah TKP

Lahir Prematur Meninggal : Sat Reskrim Polres Patang Siantar Olah TKP

115
0

PEMATANG SIANTAR | KopiPagi : Bayi lahir prematur dan meninggal, Sat Reskrim Polres Pematang Siantar olah Tempat Kejadian Perkara (TKP)d i Kos Kosan Manik Homestay, Selasa (03-10-2023) pagi sekira pukul 08.30 WIB.

Laporan bayi lahir prematur dan meninggal, di Kos Kosan Manik Homestay masyarakat Sebelumnya laporan diterima Piket Fungsi Polres Pematang Siantar. Atas Laporan tersebut, Piket Fungsi Polres Pematang Siantar melakukan olah TKP di tempat bayi baru lahir prematur yang meninggal.

Terkait laporan masyarakat tersebut, Ka SPKT Polres Pematang Siantar Iptu Ponijan Damanik SH menyampaikan, bahwa berdasarkan informasi, bahwa bayi itu lahir diduga hasil hubungan di luar nikah.

Diketahui, ibunya berinisial FH (20) warga Kelurahan Rambutan, Kecamatan Siantar Tebing Selatan, Kota Tebing Tinggi.

Dari rekam jejak medis, diketahui, bahwa pada bulan Maret 2023, FH saat tiba di Kota Pematang Siantar dari kota Jakarta, sudah melakukan pemeriksaan di doktor spesialis kandungan Dr. Paulus.

Hasilnya, korban, dinyatakan sudah hamil 3 bulan Kemudian FH tinggal di kos-kosan Manik Homestay (TKP).

Lalu pada hari Selasa (03-10-2023) FH sudah hamil sekitar 8 bulan dan sekitar pukul 18.30 WIP, FH merasa perutnya mulas dan sakit. Rasanya mau melahirkan.

Malam harinya sekira pukul 23.30 WIB, FH melahirkan secara prematur dengan kondisi kepalanya saja yang keluar setelah pecah ketuban dan selama 30 menit, bayi baru bisa lahir keluar dari rahim FH yang disaksikan DPS dan Akr teman satu kos-kosan FH.

Setelah lahir ke lantai kamar, bayi itu diangkat dan dibungkus saksi AKR dan diletakan di atas perut FH dalam keadaan sekujur tubuh bayi warna biru serta masih bersuara.

Selanjutnya, saksi AKR bergegas pergi meminta bantuan pertolongan persalinan ke rumah Bidan Mutia Boru Manulang di Kelurahan Bane Kecamatan Siantar Barat, Kota Pematang Siantar.

Setibanya di kamar, bidan Mutia Boru Manulang, Bidan memeriksa, bahwa FH dalam keadaan lemas terbaring namun bayi yang baru dilahirkannya dalan kondisi koma dan denyut nadi sudah lemah.

Atas kejadian itu, Bidan pun mebyaarankan agar segera dilarikan ke rumah sakit untuk diperiksakan ke rumah sakit.

Saksi AKR dan DPS segera melarikan ke Rumah Sakit (RS) Efarina di Jalan Pdt Jalab Wismar Saragih dan dari hasil pemeriksaan piket dokter RS Efarina diketahui, bahwa bayi tersebut dinyatakan sudah meninggal dunia.

Kemudian, saksi AKR dan DPS kembali membawa bayi itu ke kos-kosan kamar FH dan selanjutnya di laporkan warga ke Polsek Siantar Barat.

Terkait aporan itu, Ka SPKT Polres Siantar Iptu Ponijan Damanik SH, Kapolsek Siantar Barat Ipda Agustina Triyadewi dan jajarannya menuju ke TKP.

Setiba di TKP, tepatnya dikamar belakang sudah ramai dan didalam kamar tersebut, personil Polres Pematang Siantar sudah menemukan FH terbaring dalam keadaan lemas dan muka pucat kemudian disebelahnya ada sosok seorang bayi kelamin laki- laki yang sudah terbalut kain dalam keadaan sudah meninggal dunia.

Atas kejadian tersebut, Ka SPKT Polres Siantar Iptu Ponijan Damanik SH, meminta agar FH segera diperiksakan ke Puskesmas terdekat, di Jalan Singosari. Dan dari hasil pemeriksaan korba diberi obat-obatan dan perawatan lainnya.*Kop

Editor: Nilson Pakpahan

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here