Beranda PERISTIWA Usai Ikuti Giat Mapala di Gunung Telomoyo : Mahasiswa IAIN Salatiga Tewas

Usai Ikuti Giat Mapala di Gunung Telomoyo : Mahasiswa IAIN Salatiga Tewas

117
0
Keluarga korban saat menandatangani pernyataan menerimaa kematian korban dan menolak diotopsi. (Foto IST)

SALATIGA | KopiPagi : Asif I Ahany (19) seorang mahasiswa IAN Salatiga warga Dusun Gamolan RT 10 RW 03, Desa Segiri, Kecamatan Pabelan, Kabupaten Semarang tewas usai mengikuti kegiatan Pecinta Alam (Mapala) di Gunung Telomoyo pada Jumat (14/01/2022), korban diduga mengalami kelelahan hingga kondisi fisiknya menurun.

Informasi yang dihimpun dari teman korban, bahwa kegiatan Mapala IAIN Salatiga di Gunung Telomoyo itu dilaksanakan sejak Jumat (07/01/2022) dan korban juga mengikutinya. Awalnya tidak nampak korban itu sakit ataupun mengeluh. Pada saat kegiatan berlangsung, suasana dan kondisi cuaca sangat ekstrim sehingga banyak peserta yang kondisi fisiknya drop.

“Korban meninggal dunia di RS dr Asmir Salatiga, usai mengikuti kegiatan Mapala IAIN Salatiga di Gunung Telomoyo. Kegiatan itu mulai Jumat (07/01/2022) dan berakhir Rabu (12/01/2022), usai dari Gunung Telomoyo itu semua peserta kembali ke Posko Qoriyah Toyibah di Kalibening, Kec Tingkir, Kota Salatiga. Hingga di pposko itu, kondisi fisik korban terus menurun dan tidak sadar pada Kamis (13//01/2022) malam sekitar pukul 22.00 WIB langsung dibawa ke IGD RS dr Asmir Salatiga,” ujar beberapa rekan korrban yang minta tidak disebutkan namanya.

Kapolres Salatiga AKBP Indra Mardiana melalui Kasi Humas AKP Hari S Trianto membenarkan ada laporan seorang mahasiswa IAIN Salatiga meninggal dunia usai melaksanakan kegiatan Mapala di Gunung Telomoyo. Bahkan, disebutkan jika korban saat dibawa ke RS dr Asmir itu dalam keadaan tidak sadarkan diri. Sesampainya di rumah sakit itu, langsung mendapatkan penanganan secara medis. Dan tidak lama setelah korban sampai di RS dr Asmir, dokter yang melakukan pemeriksaan terhadap korban menyatakan korban meninggal dunia.

“Setelah korban meninggal dunia ini, langsung dilaporkan ke Polsek Tingkir dan diteruskan ke Polres Salatiga. Dari keterangan dokter bahwa di tubuh korban tidak ditemukan adanya tanda kekerasan fisik. Selanjutnya, keluarga korban yang langsung tiba di rumah sakit menyatakan menerima kematian korban. Bahkan, keluarga juga menolak untuk dilakukan otopsi terhadap korban,” tandasnya. ***

Pewarta : Heru Santoso.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here