Beranda REGIONAL Terpapar Omicron, Kang Emil : Semua Pendatang dari LN ber-KTP Jabar

Terpapar Omicron, Kang Emil : Semua Pendatang dari LN ber-KTP Jabar

64
0
Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil

BANDUNG | KopiPagi : Gubernur Jabar Ridwan Kamil menyatakan, Omicron belum masuk ke Jawa Barat, namun diantara ratusan orang yang positif terpapar varian virus baru Covid-19 tersebut, 20 diantaranya tercatat sebagai warga Jabar. Mereka, datang dari luar negeri kemudian dikarantina dan diketahui dari KTP warga Jabar. 

“Semuanya tersisir di batas negara atau di bandara, cuma KTP-nya tercatat sebagai warga Jawa Barat. Jadi tidak beredar di komunitas. Saya ulangi, omicron belum ada di tanah Jawa Barat per hari ini tapi yang KTPnya Jawa Barat dikarantina di Jakarta itu ada 20 orang,” ujar Ridwan Kamil kepada wartawan, di Gedung Sate, Senin (03/01/2022).

Gubernur biasa disapa kang Emil ini menegaskan, hingga saat ini belum ada yang sampai di Jawa Barat atau di level penularan lokal. Karena, semua omicron ini adalah orang-orang yang baru berpergian ke luar negeri datang ke Indonesia.

“Jadi beda sama Jawa Timur ya,itu mereka dari Bali masuk ke Surabaya,” katanya.

Emil mengaku, memang jumlah warga Jabar yang terpapar cukup banyak mencapai 20 orang. Tapi, tidak beredar di komunitas masih dikarantina di batas negara di Jakarta.

“Saya nyatakan belum ada transmisi lokal tapi Pemprov Jabar selalu proaktif. Kami bersama tim komite melakukan perhitungan 14 hari pasca natal tahun baru (Nataru). Kami asumsikan kalau ada berita buruk seperti apa,” paparnya.

Oleh karena itu, kata dia, maka peroksigenan pun dilakukan persiapan. Semua diulang persiapannya, seperti mempersiapkan saat virus delta masuk.

“Berita baiknya saya sampaikan omicron ini hasil laporan epidemologi waktu saya rapat sama Pa Luhut, dinyatakan bahwa omicron ini tingkat penularannya cepat tapi tingkat hospitalisasinya rendah,” katanya.

Jadi, Emil menambahkan, banyak masayarakat yang sembuh dengan cepat. Per hari ini, belum ada yang dirawat di rumah sakit. “Omicron, dihadangnya oleh 5 M. Karena rendah hospitalisasinya,” tandasnya. *Otn/Kop.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here