Beranda MARKAS Pengamanan Malam Tahun Baru 2022 : 400 Personil Gabungan Disiagakan

Pengamanan Malam Tahun Baru 2022 : 400 Personil Gabungan Disiagakan

96
0
Kapolres Semarang AKBP Yovan Fatika HA saat memimpin apel kesiapan pengamanan malam tahun Baru. (Foto Humas Polres Smg).

UNGARAN | KopiPagi : Sebanyak 400 personil dari berbagai instansi bersama Polres Semarang akan melaksanakan pengamanan perayaan malam Tahun Baru 2022 di wilayah Kabupaten Semarang, mereka semua terdiri dari personil Polres Semarang, Kodim 0714/Salatiga, Brimob Polda Jateng, Dinas Perhubungan (Dishub) serta Satpol PP Kabupaten Semarang.

Kapolres Semarang AKBP Yovan Fatika Handhiska Aprilaya mengatakan, bahwa malam pergantian tahun 2022 ini sesuai dengan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Mendagri) dan ditindaklanjuti Instruksi Bupati Semarang bahwa ada pelarangan dalam perayaan maupun penutupan sejumlah alun-alun di wilayah Kabupaten Semarang.

“Untuk itu, kepada masyarakat dihimbau untuk melakukan perayaan tidak berlebihan. Dan, untuk pedagang yang masih tetap buka harus diberikan sosialisasi secara humanis agar mentaati peraturan tersebut. Jika memang kalau tidak ada kepentingan, masyarakat lebih baik di rumah saja. Jangan sampai keluar rumah dan menggelar kegiatan yang menimbulkan kerumunan massa. Ingat, dilarang menggelar pawai maupun pesta kembang api pada malam pergantian tahun,” kata AKBP Yovan Fatika HA dalam Apel Kesiapan Pengamanan Malam Tahun Baru 2022 di halaman Polres Semarang, Jumat (31/12/2021).

Ditambahkan, bahwa pihaknya ingin memastikan jika di wilayah hukum Polres Semarang tidak banyak kegiatan di malam pergantian tahun. Tim gabungan itu akan menempati pos-pos yang menjadi wilayah tugasnya serta berkoordinasi dengan seluruh Polsek jajaran dengan melibatkan Koramil jajaran. Mereka ini telah siap untuk memberikan edukasi kepada masyarakat secara persuasif dan humanis.

“Karena hingga kini masih dalam pandemi Covid-19, maka kita semua lebih baik tidak mengadakan kegiatan-kegiatan yang menyebabkan kerumunan massa. Begitu juga kepada personil atau tim gabungan itu, untuk memberikan himbauan kepada masyarakat dengan persuasif dan humanis. Jika memang masyarakat tidak mengindahkan, maka akan diambil tindakan,” tandasnya.

Menurutnya, selain mengantisipasi munculnya kerumunan massa, pihaknya juga mengantisipasi kemungkinan terjadinya tawuran antar kelompok atau antar pemuda. Pihaknya juga mengantisipasi munculnya arak-arakan atau konvoi sepeda motor dan ini dinilai rawan masalah karena diprediksi munculnya balapan liar. ***

Pewarta : Heru Santoso.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here