Beranda KANDIDAT Gus Yahya Gantikan SAS : Terpilih Jadi Ketum PBNU Periode 2021-2026

Gus Yahya Gantikan SAS : Terpilih Jadi Ketum PBNU Periode 2021-2026

60
0
Ketum PBNU, Gus Yahya Cholil Staguf

LAMPUNG | KopiPagi : Sidang Muktamar Ke-34 NU di Lampung, Jumat (24/12/2012), akhirnya memilih KH Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) terpilih menjadi ketua umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) periode 2021-2026.

Berdasarkan hasil pemungutan suar yang dilakukan sejak Jumat dini hari, Yahya mengantongi 327 suara sedangkan Said Agil Siraj (SAS) memperoleh 203 suara. Selain Yahya dan Said, suara juga mengalir ke tiga bakal calon lainnya yakni As’ad Said Ali (17 suara), Marzuki Mustamar (2 suara), dan Ramadhan Boayo (1 suara). Sementara, ada 1 suara yang dianggap abstain dan 1 suara lainnya dianggap batal.

Hal ini terlihat dari Sidang Pleno III & IV Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama yang diadakan sejak Kamis, 23 Desember 2021 hingga 24 Desember 2021 di Lampung.

Sosok Gus Yahya sendiri begitu lekat dengan NU. sang ayah KH Cholil Bisri merupakan tokoh NU yang disegani. Bersama Gus Dur, KH Cholil Bisri adalah pendiri Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya yang merupakan Ketua Tanfidziyah Pengurus Wilayah NU Jawa Timur sekaligus Khatib Aam PBNU. Yahya Cholil Staquf lahir pada tahun 16 Februari 1966 dan merupakan tokoh Nahdlatul Ulama dari kota Rembang, Jawa Timur.

Yahya Cholil Staquf juga mengasuh pondok pesantren Raudlatul Thalibin, Leteh, Rembang. Berdasarkan silsilah keluarga, Yahya Cholil Staquf tumbuh di lingkungan yang lengket dengan organisasi NU. Ayahnya adalah tokoh NU yang disegani bernama KH Cholil Bisri.

Gus Yahya juga merupakan keponakan dari ulama kharismatik NU, KH Mustofa Bisri atau biasa disapa Gus Mus. Sementara adiknya, Yaqut C Qoumas adalah Menteri Agama yang baru dilantik Jokowi menggantikan Fachrul Rozi.

Sejak kecil, Gus Yahya sedari kecil belajar di Pesantren, bermula dari Pendidikan formal di Pesantren Raudlatut Tholibin Rembang, Jawa Tengah.  Lalu berlanjut ke Pondok Pesantren KH Ali Maksum di Krapyak, Yogyakarta.  Gus Yahya sempat bermukim selama setahun di Mekkah, Arab Saudi untuk mengaji.

Saat itu ia juga kuliah di Fisipol Universitas Gajah Mada (UGM) Yogyakarta.  Selama masa kuliah, Gus Yahya aktif di organisasi Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Yogyakarta.

Gus Yahya dikenal dekat dengan Presiden ke-4 RI Abdurrahman Wahid atau Gus Dur. Saat Gus Dur menjadi Presiden, Yahya Cholil Staquf diangkat sebagai juru bicara. Sebelumnya dirinya miliki keinginan untuk membuat NU sendiri menjadi model peradaban di masa depan.

Mantan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres) 2014-2019 ini kerap menjadi pembicara internasional di luar negeri.

Seperti pada Juni 2018, Gus Yahya menjadi pembicara dalam forum American Jewish Committee (AJC) di Israel menyuarakan menyerukan konsep rahmat, sebagai solusi bagi konflik dunia, termasuk konflik yang disebabkan agama. kini, Gus Yahya resmi menjadi Ketua Umum PBNU.

“Saya nyalon ketua umum, melamar pekerjaan. Pekerjaannya apa? Menjadikan NU sebagai model peradaban di masa depan. Bukan karena, jika saya jadi ketua umum NU bisa nyalon presiden, nyalon wakil presiden. Itu saya tidak mau,” kata Gus Yahya dalam acara Ngopi Bareng Gus Yahya, Selasa (21/12/2021).

K.H Said Aqil Siroj Tetap Berdakwah

Sementara itu, K.H Said Aqil Siroj berharap K.H Yahya Cholil Staquf atau Gus Yahya dapat memimpin Nahdlatul Ulama (NU) lebih baik lagi ke depan setelah terpilih sebagai Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) secara voting.

“Saya ucapkan selamat kepada Gus Yahya semoga dapat memimpin NU lebih baik lagi, lebih sempurna lagi,” kata dia, di Bandarlampung, Jumat (24/12/2021).

Ia mengungkapkan bahwa sangat bangga, bersyukur, dan bergembira atas keberhasilan pada Muktamar ke-34 Nahdlatul Ulama (NU) ini.

“Tidak ada yang lain kecuali saya bersyukur kepada Allah karena muktamar berjalan dengan baik, aman, dan tenteram, walaupun katanya sebelumnya sempat memanas tapi jelas selesai dengan aman, lancar, tenteram, dan tertawa bersama,” katanya

Ia mengajak semua pihak untuk melupakan kejadian yang kemarin dan yang sudah-sudah.

“Mari kita bergandengan tangan untuk membesarkan Nahdlatul Ulama (NU),” kata dia.

Dia menegaskan bahwa meskipun dirinya kelak tidak menjadi pengurus PBNU akan tetap menyebarkan dan mendakwahkan Islam Ahlus-Sunnah wal Jama’ah Nahdlatul Ulama (NU).

“Saya tetap akan menyebarkan Islam yang moderat dan toleran. Jadi pengurus atau tidak itu sudah menjadi prinsip saya dan akan dilakukan semampunya,” katanya.

KH Yahya Cholil Staquf terpilih sebagai Ketua Umum PBNU Periode 2021-2026 setelah unggul dari petahana KH Said Aqil Siroj dalam pemilihan Ketua Umum PBNU yang dilaksanakan pada Muktamar ke-34 NU di Lampung.

Gus Yahya meraih 337 suara, sementara Kiai Said Aqil memperoleh suara 210 dari total 548 suara yang masuk, baik dari pengurus cabang, wilayah maupun luar negeri, sementara yang dinyatakan tidak sah satu suara.

Sambil Menangis

Pimpinan sidang pleno Muktamar ke-34 NU, M. Nuh menyampaikan selamat kepada Yahya Cholil Staquf (Gus Yahya) usai resmi terpilih menjadi Ketua Umum (Ketum) Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU).

“Selamat untuk Gus Yahya telah terpilih menjadi Ketua Umum PBNU. Mudah-mudahan Beliau dapat membawa NU ke depan menjadi lebih dan lebih baik,” kata M. Nuh sambil menangis haru, Jumat (24/12/2021).

Mantan Menteri Pendidikan Nasional itu jug menyampaikan terima kasih kepada Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) Said Aqil Siroj atas jasa-jasanya selama menjadi Ketum PBNU.

“Terima kasih Kiai Said, mudah-mudahan dapat menjadi tauladan bagi kita semua atas semua kontribusinya selama menjadi Ketua PBNU,” kata dia.

M.Nuh mengaku terharu lantaran Muktamar ke-34 berlangsung sejuk dan damai dan tidak ada kekisruhan seperti Muktamar ke-33 di Jombang pada 2015 lalu.

“Muktamar ini dibayangi Muktamar ke 33 yang sangat menyedihkan kejadiannya. Karena itu para kiai berpesan pada saya tolong dijaga betul muktamar ini sejuk, sejuk. Alhamdulillah panjenengan semua bisa membuat mukatamar penuh kesejukan,” kata dia. Otn/Kop. 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here