Beranda MARKAS Kapolres & Bupati Semarang Tandatangani MoU dengan Prinsip Seleksi BETAH

Kapolres & Bupati Semarang Tandatangani MoU dengan Prinsip Seleksi BETAH

153
0
Kapolres Semarang AKBP Yovan Fatika HA dan Bupati Semarang H Ngesti Nugraha tunjukkan nota kesepahaman usai ditandangani bersama. (Foto Heru Santoso)

UNGARAN | KopiPagi : Kapolres Semarang AKBP Yovan Fatika HA bersama dengan Bupati Semarang H Ngesti Nugraha menandatangani nota kesepahaman (MoU) terkait dengan Pembinaan dan Pelatihan Calon Peserta Penerimaan Anggota Polri (Akpol, Bintara, dan Tamtama Polri Tahun 2021), penandatanganan digelar di Pendopo Rumah Dinas Bupati Semarang di Ungaran, Senin (08/11/2021).

Kapolres Semarang AKBP Yovan Fatika HA menyatakan, bahwa penandatangan nota kesepahaman ini dilakukan dalam rangka pembinaan dan pelatihan bagi calon peserta penerimaan anggota Polri di Kabupaten Semarang dengan prinsip seleksi “BETAH” (Bersih, Transparasan, Akuntabel, Humanis).

“Melalui penandatanganan nota kesepahaman ini, selanjutnya akan disosialisasikan kepada siswa-siswi serta masyarakat bagi yang berminat menjadi anggota Polri. Bahkan, kami siap untuk menyediakan pembinaan dan pelatihan bagi calon peserta seleksi penerimaan anggota Polri tersebut. Langkah melaksanakan penandatanganan nota kesepahaman ini, menandakan bahwa Polri siap melaksanakan rekruitmen dengan baik tanpa ada KKN,” jelas AKBP Yovan Fatika.

Ditambahkan, khususnya untuk berbagai aturan dalam rekrutmen  telah disusun oleh panitia pusat. Diantaranya, setiap tahapan seleksi tidak dipungut biaya alias gratis. Namun banyak rumor di masyarakat jika ingin lulus atau diterima menjadi anggota Polri, maka harus menyediakan sejumlah uang. Hal itu sangatlah tidak benar.

“Dalam proses penerimaan anggota Polri ini menggunakan anggaran negara. Jika calon anggota Polri telah memenuhi standar kelulusan, maka insya Allah akan lulus menjadi anggota Polri tanpa harus membayar kepada oknum panitia atau pun perantara yang menawarkan jasa bisa membantu kelulusan. Paling utama bagi calon anggota Polri adalah belajar, berlatih serta berdoa. Jika ini terpenuhi maka insya Allah akan lulus dalam proses seleksi,” ujarnya.

Lebih lanjut ditegas, dengan adanya kerja sama dengan dinas atau instansi terkait, harapannya dapat membantu mensosialisasikan kepada masyarakat. Bahwa penyelenggaraan penerimaan Polri itu benar-benar besih dan transparan.

“Kita punya prinsip tes yaitu bersih, transparan, akuntabel dan humanis termasuk clean dan clear. Dalam proses seleksi ini benar-benar tidak ada sponsorship, tidak ada titip-titipan. Semuanya kita perlakukan sama,” tandasnya. ***

Pewarta : Heru Santoso.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here