Beranda PENDIDIKAN & BUDAYA Gegerkan Warga : Terowongan Kuno Ditemukan di Desa Sabrang Lor Klaten

Gegerkan Warga : Terowongan Kuno Ditemukan di Desa Sabrang Lor Klaten

709
0
Salah seorang warga tunjukkan terowongan kuno yang ditemukan warga di daerah Sabrang Lor, Klaten. (Foto IST)

KopiPagi | KLATEN : Terowongan kuno menggegerkan warga Dusun Samber, Desa Sabrang Lor, Kecamatan Trucuk, Kabupaten Klaten dan terowongan tersebut melintas di bawah jalan kabupaten, warga menemukannya saat melakukan pengerukan tanah untuk penataan lokasi pemancingan. Penemuan terowongan ini langsung dilaporkan kepada Kepala Desa (Kades) Sabrang Lor pada Rabu (01/09/2021).

Beberapa warga mengungkapkan, bahwa di dekat terowongan itu ada kolam dan ada yang menemukan toman, ikan buas asal Kalimantan. Ikan Toman dengan berat sekitar 7 Kg itu sempat ditemukan dan ikan ini merupakan ikan buas pemakan daging.

“Yang aneh, didekat terowongan itu ada kolam dan di kolam ditemukan ikan buas. Bahkan, sempat ditemukan juga Ikan Toman dengan berat hampir 7 Kg. Yang jelas, terowongan ini aneh dan mungkin usianya mencapai tahunan,” ujar Pratomo dan Hendro, dua warga Trucuk, Klaten.

Kepala Desa (Kades) Sabrang Lor, Budi Andriyanto menyatakan, bahwa bangunan bentuk terowongan kuno itu diketahui setelah akan pengerukan. Bahkan, teredapat pagar di atas permukaan tanah di lokasi tersebut, dan ini sama sekali tidak ada yang mengetahuinya karena tertutup tanah. Untuk pengerukannya baru dimulai Rabu lalu namun pada Sabtu (04/09/2021) pengerukan itu dihentikan karena ditemukannya terowongan.

Sementara itu, Avi Elsatyawira, Analis Cagar Budaya dan Museum Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga Pemkab Klaten menyatakan, setelah ditemukan warga, pihaknya langsung melakukan pengecekan lokasi. Dan terowongan itu merupakan saluran air yang sudah lama tidak digunakan. Terowongan itu dibangun sekitar tahun 1930 dan sebagai saluran pengairan. Bahkan, dalam pengecekan itu juga ditemukan bekas pagar tembok.

“Terowongan itu merupakan saluran air yang sudah lama tidak digunakan. Dibangun sekitar tahun 1930 dan sejak tahun 1967 terowongan itu tidak lagi berfungsi. Setelah mengecek lokasi, pihaknya sedang susun rekomendasi, diantaranya terkait dengan masalah keamanan struktur bangunan jalan di sekitarnya. Untuk rekomendasi umum tentang keamanan jalan yang harus penuh perhatian dan untuk rekomendasi teknis sedang dipelajari dan dianalisa, apakah bangunan itu termasuk cagar budaya atau tidak,” terangnya kepada wartawan di Klaten, Senin (06/09/2021).

Sedangkan, Pamong Budaya Madya BPCB Jateng Deni Wahju Hidajat menambahkan, bahwa dapat dipastikan jika terowongan kuno itu merupakan saluran air. Hal ini terlihat dari lokasi penemuannya ada di daerah pertanian. Selain itu, daerah Trucuk itu merupakan daerah pertanian tembakau atau tebu dan pada jaman Belanda, telah terbangun infrastruktur untuk mendukung produktifitasnya.

“Terowongan kuno yang ditemukan itu dapat dipastikan merupakan saluran air yang sudah lama dibangun sejak jaman Belanda,” tandasnya.  ***

Pewarta : Heru Santoso.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here