Beranda NASIONAL Mantan Bupati Merauke Frederikus Gebze Dukung Wacana Penundaan Pilpres 2024

Mantan Bupati Merauke Frederikus Gebze Dukung Wacana Penundaan Pilpres 2024

314
0
Mantan Bupati Merauke Frederikus Gebze dukung penundaan Pilpres.
Penambahan Durasi Jabatan Presiden 3 – 4 Tahun Kepada Jokowi
Suara Dari Ufuk Timur Merajut Bingkai NKRI Merauke – Sabang

KopiPagi | MERAUKE : Mantan Bupati Merauke  Frederikus Gebze menyatakan mendukung wacana penundaan Pemilihan Presiden 2024, dan penambahan durasi jabatan presiden 3-4 tahun kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Melihat realita dan situasi yang dihadapi negara dalam menyelesaikan berbagai persoalan dari terorisme, separatisme, KKB, retorika politik, dan yang paling terasa pandemi Covid-19, sosok Presiden Jakowi yang rendah hati, memang sangat dibutuhkan bangsa Indonesia saat ini. Kami rakyat Papua mendukung wacana pwnambahan durasi kepemimpinan Pak Jokowi 3-4 tahun ke depan,” kata Frederikus Gebze yang Aktivis 98 Simpul Stinus ini, dalam keterangan tertulisnya, hari ini.

Ditambahkannya, bahwa di masa kepempinan Jokowi ini Papua saat ini patut diacungkan jempol.

“Bayangkan, banyak sekali infrastruktur yang telah dibangun di seluruh negeri, termasuk di Papua di masa pemerintahan Pak Jokowi.  Mulai dari jalan, jambatan, pelabuhan, perumahan, pertanian dan sistim pemerintahan yang berkeadilan dan mengakomodir kepentingan rakyat” ujar Frederikus Gebze

Lebih lanjut, Frederikus menyatakan, sekarang yang ada di pikiran orang Papua pasti yang dikenal untuk presiden itu Gus Dur dan Jokowi. “Pak Jokowi telah menyatukan hati, pikiran dan perasaan seluruh rakyat Indonesia di bagian Barat dan Timur,” sebutnya.

“Pembangunan yang luar biasa di Papua, yang dilakukan dengan penuh semangat di era Pemerintahan Jokowi perlu kita dukung penuh. Kami mewakili suara warga Papua dari Selatan dan Timur, mengajak kita semua untuk memberikan dukungan kepada bapak Presiden Jokowi agar diberikan  durasi atau perpanjangan masa jabatan Presiden 3-4 tahun, sehingga Pilpres 2024 perlu ditunda,”kata Frederikus yang juga merupakan tokoh suku Marind.

Dia menegaskan, alasannya sangat jelas bukan mengada ngada, yaitu: 

1.Penyelesaian covid yang telah tersistim sekarang jangan sampai terputus.

2.Periode ke 2 Presiden Jokowi yang terganggu Pandemi Covid-19 menyebabkan program  pembangunan yang dicanangkan kurang maksimal.

3.Bencana nasional berupa Pandemi Covid ini butuh pemimpin yang bijak dan tegas seperti Jokowi.

4.Perlunya perbaikan ekonomi keuangan negara, dan Presiden Jokowi mampu untuk itu.

5.Persoalan stabilitas yang harus terjaga sampai 4 tahun kedepan agar estafet kepemimpinan presiden berikut sudah ada blue print.

“Maka, ini harus kita dorong agar DPR/MPR memberi ruang. Untuk hal ini kami yakin semua sementara cooling down agar satu suara, satu irama, satu gerakan, satu tekad beri dukungan durasi perpanjangan jabatan presiden untuk membenahi dan menata Indonesia, sehingga disegani dunia,” bebernya.

Sebagai aktivis 98, Frederikus tidak mau demokrasi terpecah. Lebih baik ada alternatif yang menjadi pilihan sehingga 2027 baru proses demokrasi Indonesia (dilakukan Pilpres).

“Kami ingin rakyat Indonesia memberi dukungan durasi atau perpanjangan masa jabatan presiden untuk Pak Jokowi, karena ini masalah penting untuk negara. Salam dari tanah datar Merauke, dari tapal batas Time Kapsul dan PLBN Sota 2 yang merupakan tanda mata kebesaran Jokowi untuk Papua dan Indonesia,” sambung mantan Frederikus. *Kop.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here