Beranda Food Estate Dinas Pertanian Karawang Dapat Bantuan Aspirasi Alsintan dan Hewan Sapi

Dinas Pertanian Karawang Dapat Bantuan Aspirasi Alsintan dan Hewan Sapi

3316
0
Bupati Karawang, dr.Hj.cellica Nurrachadiana(Batik Coklat)Bersama Kepala Dinas Pertanian, Ir.Hanafi Chaniago (Batik Hijau)

KopiPagi | KARAWANG : Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang Jawa Barat, melalui Dinas Pertanian mendapat bantuan aspirasi berupa alat dan mesin pertanian (Alsintan) serta hewan ekor sapi. Bantuan tersebut merupakan aspirasi Anggota DPR-RI Fraksi PAN Haerudin Amin dari Dapil IX Jawa Barat melalui Kementeriaan Pertanian.

“Kami sangat apresiasi kepada pak Haerudin yang telah memberikan bantuan aspirasi untuk petani Karawang. Semoga bantuan aspirasi ini dapat bermanfaat bagi petani dalam mengembangkan produktivitas pertanianya,” ucap Bupati Karawang dr.Hj.Cellica Nurrachadiana di Kantor Dinas Pertanian, Kamis (10/06/2021).

Sementara,  Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Karawang Ir. Hanafi Chaniago  mengungkapkan, bantuan alsintan  tersebut berupa traktor roda dua sebanyak 10 unit, 8 traktor roda 4, dan 5 unit Combine .

Selain bantuan Alsintan, bantuan lainya berupa 40 ekor sapi untuk 2 kelompok tani yaitu masing masing kelompok mendapat bantuan 20 ekor sapi dan 1 unit Karemyu Resmiliyunit.

“Jika ditotal dengan nilai nominal bantuan aspirasi mencapai Rp 5 hingga Rp 6 milyar,” papar Hanafi.

Bantuan Alsintaan yang diterima Dinas Pertanian Kabupaten Karawang.

Disebutkan, seiring Kabupaten Karawang sebagai lumbung padi nasional, kemudian juga tumbuh sebagai kawasan industri, namun sekarang ini bisa kita lihat anak muda sudah tidak tertarik lagi pada sektor pertanian. Untuk itu pihaknya mencoba meningkatkan teknologi pertanian melalui mesin-mesin pertanian yang canggih agar anak muda kita menjadi tertarik pada bidang usaha pertanian.

“Kita akan merubah mandset anak muda bahwa sektor usaha pertanian dapat menciptakan peluang usaha yang menjanjikan,” ujar Hanafi.

Misalnya saja, kata Hanafi, dengan bantuan alat canggih mesin pertanian, saat panen, para petani  tidak lagi menggunakan voltreser, nanun hasil panennya langsung dimasukkan ke dalam karung dan bisa diangkut.

Ia berharap, ke depanya alat teknologi canggih pertanian ini dapat menjadi motivasi para pemuda terhadap sektor pertanian.

“Mungkin saja ke depanya baik mengolah pertanian ataupun mengolah hasil panen memakai remote semua, sehingga anak muda tinggal mengoperasikanya saja di pinggir sawah,” pungkasnya. ***

Pewarta : Erwin Sudarto 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here