Beranda KESEHATAN Mr. Bejo Dukung Vaksinasi Berkelanjutan Demi Indonesia Pulih

Mr. Bejo Dukung Vaksinasi Berkelanjutan Demi Indonesia Pulih

62
0
Pengamat dan Kebijakan Publik Saiful S.H.

KopiPagi | JAKARTA : Sejak pandemi mewabah ke Indonesia membuat tatanan ekonomi amburadul, aktivitas ekonomi melemah. Sehingga membuat laju ekonomi melambat. Demikian diungkapkan pengamat dan kebijakan publik Saiful S.H., saat menjadi narasumber acara Ngobrol Bareng yang mengusung tema “Dukung Vaksinasi Keberlanjutan Demi Indonesia Pulih” live streamingdari Radio Muara AM Jakarta, Baru-baru ini.

Selain Saiful SH, acara yang terselenggarakan oleh Indonesia Care Forum yang menggandeng Radio Muara 693 AM Jakarta dan Radio Muara 102.1 FM DSS Subang ini, juga menghadirkan narasumber dr. Efriadi Ismail Sp.P yang tak lain merupakan Ketua Tim Dokter RSDC Wisma Atlet Jakarta.

Menurut Saiful SH, Program vaksinasi berkelanjutan harus tetap berjalan demi Indonesia bangkit, tentunya semua harus ikut berpartisipasi.

“Mulai dari kepala negara, Nakes, TNI, Polri, akademisi, tokoh tokoh inspiratif, pengusaha, swasta dan seluruh rakyat Indonesia,” kata pengamat dan kebijakan publik yang juga akrab dikenal sebagai Mr. Bejo ini.

“Indonesia economic prospect World Bank, dengan adanya vaksinasi ini ekonomi akan bangkit di tahun 2021,” tambahnya.

Lebih lanjut, Saiful SH menegaskan, dukungan nyata terhadap program vaksin berkelanjutan dan patut kita banggakan yaitu:

  1. Dukungan dari Presiden Joko Widodo, yang di sampaikan saat acara KTT,  pada 21 Mei 2021. Presiden menyampaikan bahwasanya dunia akan pulih dan aman dari pandemi Covid-19. Jika semua negara juga telah pulih. Hal ini juga sebagai langkah nyata untuk mengurangi kesenjangan dan rintangan suplai vaksin antar negara pada 47 % populasi dunia.
  2. Membangun infrastruktur ketahanan kesehatan, demi berlangsungnya vaksinasi yang berkelanjutan untuk kesehatan secara global dalam jangka panjang, karena kesehatan adalah investasi jangka panjang. Hal ini tentunya dengan alih teknologi dan menyerap investasi .
  3. Peran media sangat mendukung untuk program vaksinasi  berkelanjutan ini. Hindari berita hoax, infodemik yang menimbulkan miss informasi. Suguhkan kepada publik konten-konten edukasi dan peran vaksin sangat penting untuk meningkatkan imun dan daya tahan tubuh kita.
  4. Vaksin untuk guru harus diprioritaskan saat ini, serta penyampaian pemahaman tentang Covid-19 dan program imunisasi serta pola hidup sehat.

Selanjutnya, Ketua Tim Dokter RSDC Wisma Atlet Jakarta, dr. Efriadi Ismail Sp.P menegaskan pentingnya vaksin ini buat kita supaya merata.

“Di awal Februari lalu ada 5000 pasien Covid-19 yang dirawat di Wisma Atlet, lalu menyusut hingga menjadi 900-an pasien, namun sekarang setelah pasca Lebaran meningkat lagi menjadi sekitar 1.300an pasien,” jelas dr. Efriadi yang sudah 1,5 tahun lebih bertugas di Wisma Atlet, Jakarta.

“Untuk diketahui, sebenarnya Indonesia cukup sukses di dalam penanganan Covid-19. Padahal vaksinasi di Indonesia belum mencapai 5 persen, sedangkan di Amerika Serikat sudah 70 persen terlebih tingkat kepatuhan di AS juga sudah tinggi. Makanya penggunaan masker masih diperlukan hingga beberapa tahun kedepan,” tambahnya.

Terkait dengan adanya penderita penyakit bawaan apakah boleh di vaksin, dokter spesialis Paru dan Pernafasan, dr. Efriadi bilang, “Tidak ada masalah dengan penyakit bawaan, selagi penyakit tersebut dalam kondisi stabil. Pasien Asma atau gula kalo obatnya terkontrol dengan baik itu juga tidak ada masalah dengan Vaksin.”

“Begitu pula dengan penderita TBC, kalau sudah pengobatan selama 2 minggu dan dalam kondisi stabil, tidak masalah untuk divaksin,” tambahnya.

“Jadi bagi siapapun yang ingin divaksin, syarat syarat nya simple aja, yakni tinggal daftar saja. Syaratnya dalam kondisi sehat, tidak ada penyakit penyerta yang dalam kondisi serangan, misalnya gulanya terlalu tinggi, atau tensi diatas 180 atau sedang dalam masa perawatan dan tidak hamil bagi perempuan,” jelas dr. Efriadi.

Sekali lagi, dr. Efriadi mengatakan, memang ada beberapa penyakit yang harus berhati-hati dalam melakukan vaksin.

“Selagi penyakit penyertanya dalam kondisi bagus dan stabil itu bisa divaksin, tapi sebaiknya harus ada rekomendasi dan di tempat vaksin harus di screening lagi oleh team dokter yang menangani vaksin. Kalo bagus bisa divaksin,” jelasnya.

Kembali menurut dr. Efriadi, Vaksinasi ini suatu ihtiar dalam rangka mengurangi tingkat keparahan penyakit dan menimbulkan kekebalan penyakit dalam kelompok. Tapi vaksin tidak mencegah 100 persen untuk terkena kembali Covid-19 dan yang terpenting juga perlu mengutamakan prokes 5 M.

“Dengan vaksin menambah kekebalan tubuh, kalo terkena lagi mudah-mudahan derajatnya ringan,” imbuhnya.

Sedangkan terkait adanya beberapa kasus yang menyatakan setelah divaksin, masih kena lagi, menurut dr. Efriadi, kemungkinan besar pasien sudah terkena Covid sebelum divaksin.

“Menurut penelitian Komite Kejadian Pasca Vaksinasi, umumnya yang meninggal pasca vaksin setelah diselidiki ternyata sebelumnya sudah terkena Covid-19, makanya penting kejujuran dari semua yang mau divaksin tentang kondisi kesehatan yang sebenarnya,” terang dr. Efriadi.

Masih menurut dr. Efriadi, hingga kini ada 6 merek vaksin yang resmi digunakan di Indonesia yakni vaksin buatan PT Bio Farma (Persero), AstraZeneca, Sinopharm, Moderna, Pfizer Inc and BioNTech, dan Sinovac Biotech Ltd.

“Sebelum vaksin tersebut masuk ke Indonesia, harus sudah melewati uji klinis dari negara asalnya, dan setelah diterima Bio Farma juga harus melewati validitas dari BP POM. Setelah di periksa dan tak ada masalah baru bisa didistribusikan di Indonesia,” ungkap dr. Efriadi.

Efriadi kembali menegaskan bahwa sudah seharusnya, vaksin disediakan cukup besar.

“Kita mendorong agar bapak bapak di pemerintahan lebih giat lagi bagaimana vaksin bisa menyentuh seluruh elemen masyarakat yang terpilih,” imbuhnya.

Menurut dr Efriadi, Vaksinasi ini  hal yang baru dalam dunia kesehatan. Awalnya untuk vaksin diutamakanu ntuk usia 18-59 tahun, tapi sekarang untuk lansia juga bisa. Sedangkan untuk yang usianya masih 18 tahun ke bawah belum direkomendasikan.

Mengakhiri acara NgoBras (Ngobrol Cerdas), Saiful SH menyatakan, Kita sangat prihatin dengan situasi pendidikan. Karenanya SDM tenaga pendidiknya harus diprioritaskan dan disertakan pemahaman kepada anak untuk imunisasi. *Buyil/Kop.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here