Beranda KANDIDAT Analisa Bang Jago: MC Bahlil Lahadalia Saat Rebutkan Kursi BPP HIPMI, Ada...

Analisa Bang Jago: MC Bahlil Lahadalia Saat Rebutkan Kursi BPP HIPMI, Ada di Timses Anin Bakrie

122
0

KopiPagi | JAKARTA : Pertarungan antar timses menuju kursi nomor satu di kadin Indonesia tensinya semakin tinggi. Berbagai jurus pemungkas sedang dimainkan para suksesor dikedua kubu demi mendapatkan dukungan dari kadin daerah dan asosiasi yang pemilik hak suara ditambah asosiasi atau gabungan asosiasi.

Adu kekuatan, pengaruh dan jaringan didalam meraih dukungan pemilik suara menuju kemenangan tak terelakkan, hal yang wajar terjadi di setiap perhelatan pesta demokrasi tak terkecuali halnya Pilkada dan pilpres, dan hampir disetiap organisasi tak terkecuali Kadin Indonesia, lazimnya terjadi, ” ujar Wakil Komite Tetap (Wakomtap) Kadin Indonesia Wilayah Bagian Tengah, Samuel F. Silaen kepada wartawan (03/05/201).

Permainan catur politik antar pendukung fanatiknya kandidat kian memanas, justru kedua calon ketua umum adem ayem aja. Publik lebih familiar dengan istilah sebutan timses alias tim sukses masing-masing di calon kandidat ketua umum yang sedang bertanding dalam memperebutkan dukungan suara dari pemilik suara, “imbuhnya.

Para timses meramu semua jurus- jurus didalam mendapatkan dukungan dari para pemilik suara, ini juga lazim terjadi antar Timses. Kandidat calon ketua umum dipoles sedemikian rupa melakoni ‘adegan’ yang baik dan layak jual dimata para pemilik suara, “tutur Silaen.

Musyawarah Nasional kamar dagang dan industri (Munas Kadin Indonesia), rencananya akan digelar selepas usai lebaran 2021 ini. Kandidat calon ketua umum yang maju itu ada Anindya Bakrie (ANB) dan Arsjad Rasjid (ARS) ‘head to head’ memperebutkan kursi Ketua Umum Kadin Indonesia periode 2021- 2026.

Menilik sosok para punggawa dikedua timses, misalnya, di timses ARS secara terbuka ada Kepala BKPM Bahlil Lahadalia mantan ketua umum BPP HIPMI periode lalu dan menteri perdagangan Muhammad Lutfi yang juga mantan ketua umum BPP HIPMI, hampir disetiap kunjungan ARS ke berbagai Kadin daerah selalu dikawal oleh dua pembantu Presiden Jokowi itu, “jelas mantan fungsionaris BPP HIPMI itu.

Di timsesnya ANB, sebut saja ada mantan master campaign (MC) Bahlil ketika maju memperebutkan kursi orang nomor satu di BPP HIPMI periode yang lalu. Dan masih banyak figur yang tak kalah beken, bagus dan top jadi die hard dijajaran timses ANB dibanding dengan dua sosok menteri yang kini ada di ARS, “beber Silaen.

Bila melihat pola dan ritme permainan catur-nya tentu sudah tidak asing bagi sekoci masing- masing kandidat Caketum. Timses yang turut serta dalam kegiatan pemenangan dikedua kandidat sudah saling mengenal ‘dapur pacu’ masing-masing kandidat yang berkontraksi, berikutnya selain ikhtiar dan takdir yang menentukan siapa yang diridhoi yang mahakuasa, “cerita kader HIPMI Jaya itu.

Sama-sama pernah satu kubu (gerbong), jika kini beda kubu/ gerbong tidak ada masalah yang serius, hanya sebagai pembuktian saja kepada kandidat, siapa yang paling ‘sakti’ dan berpengaruh didalam menjemput kemenangan jagoan yang didukung timses, “ungkap pria yang juga pengamat politik Direktur Eksekutif Lembaga Kajian Studi Masyarakat dan Negara (LAKSAMANA) itu.

Analisis bang jago melihat jurus- jurus pemungkas yang sedang dimainkan oleh para timses ANB dan ARS itu sudah hal baru didalam dunia suksesor, boleh dikatakan polanya tidak jauh berbeda karena sama- sama satu perguruan pencak silat, orang yang punya jam terbang didunia persilatan timses, “jelas Silaen.

Yang harus diingat baik- baik adalah setiap pemimpin ada masanya dan setiap masa ada pemimpinnya. Semua kehebatan itu tidak abadi sepanjang hayat. Jadi intinya jangan sampai takabur saja

Kedua kubu timses sejatinya adalah kawan- kawan dari organisasi yang dapat dikatakan juga sama. Kebetulan saja pada suksesi kali ini beda calon yang didukung. Itulah tarikan gerbong juga terkadang saling silang, tergantung sosok Caketum yang memikat hati para suksesor itu sendiri, “tutur kader HIPMI Jaya itu.

Memenangkan jagoan itu wajib hukumnya bagi seluruh anggota timses, namanya juga timses, tentulah berkepentingan kuat dalam memenangkan sosok kandidat calon ketua umum yang dia kagumi dan cintai.

Perang agitasi, urat syaraf dan propaganda terjadi, baik terbuka ataupun tertutup, hal itu juga lumrah terjadi, timses masing- masing memoles dan mencitrakan positif kandidat yang dijagokan untuk menang, “terang alumni Lemhanas Pemuda 2009 itu.

Tak dapat dipungkiri bahwa timses juga punya andil yang cukup besar didalam memenangkan calon kandidat ketua umum yang didukung oleh masing-masing kelompok timses. Berbagi peran dan beban didalam mewujudkan visi dan misinya calon ketua umum yang dianggap paling baik dan bagus.

Selain figur calon ketua umum yang punya nilai jual dan lain- lain. Calon ketua umum juga harus memiliki kekuatan jaringan politik dan finansial yang cukup untuk menggerakkan mesin- mesin produksi dalam rangka memenangi kompetisi, “ucap aktivis organisasi kepemudaan itu.

Akhirnya, sang pemenang itu adalah sosok kandidat yang mendapat suara disaat sudah dicoblos atau dicontreng dibilik suara, the last minute itulah penentuan yang sesungguhnya, akan terlihat siapa calon ketua umum yang mendapat dukungan real and deal pada saat munas diselenggarakan. Waktu para Kadin daerah dan asosiasi selaku pemilik suara memutuskan pilihannya detik- detik terakhir, ” tutup Silaen. *Kop.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here