Beranda LIFE Furi Harun : Kisah Seorang Indigo Interdimensional yang Sukai Boneka

Furi Harun : Kisah Seorang Indigo Interdimensional yang Sukai Boneka

66
0

KopiPagi | JAKARTA : Sejak kecil Furi Harun sudah menyukai boneka, namun lantaran orang tuanya tidak memiliki dana lebih, lalu melarang Furi untuk bercengkerama dengan mainan boneka.  Akhirnya mimpi untuk mengoleksi boneka impiannya dipendam dalam-dalam.  Dan baru terwujud sejak Furi sukses menjadi selegram beken. 

“Orang tuaku bukan orang berkecukupan yang bisa membdli boneka dan melarangku bermain dengan boneka lazimnza anak perempuan. Akhirnya mimpi untuk mengoleksi boneka aku pendam, ” ungkap Furi saat merayakan ulang tahun di restoran  mewah  di bilangan Kebayoran Baru Jakarta Selatan Jumat (30/04/2021)

Furi, lahir di Sukabumi pada tanggal 30 April dari ayah berdarah Arab dan ibu berdarah Sunda. Sudah sedari kecil menyadari kalau dirinya mendapat anugerah dari Tuhan untuk berkomunikasi dengan makhluk dari dimensi lain. Seiring bertumbuh dewasa, Furi mengetahui bahwa karunia tersebut adalah ciri dari seorang Indigo Interdimensional. Furi selalu menggunakan kemampuannya itu untuk membantu sesama dan secara professional juga membantu pihak yang kesulitan memecahkan kasus kematian yang tidak biasa.

Pada bulan April 2019, Furi memutuskan untuk memulai kanal Youtube-nya sendiri dan menggandeng Tiga Belas Entertainment sebagai pihak management. Kanal Youtube tersebut diberi nama FURI HARUN (www. outube.com/furiharun) dan pada akhir tahun 2020 telah memperoleh penghargaan Silver Button dari Youtube.

Pada kanal Youtube tersebut dapat dijumpai beberapa playlist acara, namun acara yang paling ditunggu dan dinanti adalah DIMENSI LAIN, sebuah program reality show yang mengungkap kehadiran spirit-spirit di berbagai tempat eksotis di sekitar kita.

Tepat tanggal 30 April 2021, berbarengan dengan hari ulang tahun Furi, channel Youtube Furi Harun meluncurkan satu buah program baru berjudul INDIGO MOVIE REVIEW, dimana Furi akan melakukan review berbagai film horror (nasional dan internasional) dari sudut pandang Furi sebagai seorang Indigo Interdimensional.

Furi Harun.

Dalam program ini kita akan menyaksikan bagaimana Furi akan memberikan insight tentang persamaan dari apa yang terjadi di film-film tersebut dengan pengalaman yang dialami Furi baik secara ritual atau kerja alam gaib itu sendiri. Bahkan, sampai dengan rupa spirit yang digambarkan dalam film-fim tersebut.

“Semua cerita di film horor Indonesia real, cuma untuk lebih menarik ada tambahan.  Ini nggak masalah.  Namanya bumbu cerita, ” ujar wanita yang dikaruniai 3 anak dan menyukai film horor besutan Joko Anwar ini.

Selain membuat kanal Youtube dan aktif di social media, khususnya Instagram (www.insta.ram.com/furiharun), pada bulan Juni 2020 Furi juga telah meluncurkan buku pertamanya yang berjudul Furi Harun Dimensi Lain “Ghost Diaries.” bersama penerbit Gramedia. Buku tersebut menceritakan lebih dalam kisah dari para spirit yang muncul pada program Youtube Dimensi Lain.

Saat ini buku kedua Furi sedang dalam tahap akhir penyelesaian dan direncanakan akan dirilis pada bulan Mei 2021. Buku kedua ini diberi judul sementara “Kisah 7 boneka Furi Harun.” Buku ini amat unik karena Furi dikenal sebagai indigo yang memiliki ciri khas selalu membawa boneka pada setiap penampilannya.

Boneka yang mendampinginya adalah boneka yang telah dimasuki oleh arwah yang memiliki latar belakang dan kepribadian yang berbeda. Di antara ratusan boneka arwah yang dimiliki Furi, ada 7 boneka spesial yang kisahnya akan diangkat dalam buku terbarunya itu. Ketujuh boneka spesial itu adalah CHIKA si bawel yang lucu dan pintar meramal percintaan, NIANG sang penjaga yang bijaksana dan lembut, MING sang pendekar dan pelindung, TOBY anak tampan yang pintar mengasuh adik-adiknya, MEYLING yang manis, CHACHA yang galak protektif, dan KEYRA yang memiliki kemampuan telekinetik. Dalam penyusunar buku ini, Furi dibantu oleh seorang penulis muda bernama Ditta Amelia Saraswati.

Keinginan Furi Harun membuat buku ini adalah agar kita mengetahui bahwa arwah-arwah tersebut membutuhkan kasih sayang selayaknya kita semua. Furi mengadopsi para arwah tersebut agar mereka tidak digunakan untuk tujuan yang buruk oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. Furi memasukkan mereka ke boneka agar mereka mempunyai tempat tinggal sementara, mudah dirawat dan didoakan sehingga dapat membantu mereka berjalan menuju Rest In Peace dan berpulang ke sisi Sang Pencipta.  *Buyil/Kop.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here