Beranda KANDIDAT Rusdy Nurdiansyah Ketua PWI Kota Depok : Selamat Bertugas Bang Rusdy!

Rusdy Nurdiansyah Ketua PWI Kota Depok : Selamat Bertugas Bang Rusdy!

65
0
Rusdy Nurdiansyah (kiri) ketua PWI Kota Depok.

MENANG adalah satu hal. Menghormati pihak yang kalah dan memenangkan hatinya ialah hal lain. Kalah adalah satu soal. Menerima kekalahan dan mengakui kemenangan pihak lain adalah soal lain.

Rusdy Nurdiansyah dan Rahmat Tarmuji mahfum itu. Kedua kandidat Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Depok itu saling merangkul usai konferensi PWI Kota Depok, Jawa Barat.

Tapi saya tak mendengar apa yang dibisikkan Rahmat. Pun yang diucapkan Rusdy kepada kompetitornya. Saya hanya memandang dari kejauhan. Duduk di sudut barisan belakang. Di Balai Rakyat Depok Jaya, Sabtu (10/04/ 2021).

Saya tak ingin meraba-raba hati Rahmat. Juga tak mau mencari tahu bisikan dan makna pelukan ‘mesra’ itu. Tapi saya mencoba merasakan getaran hati mereka. Tentu ada kebahagian dalam diri Rusdy. Begitu juga rekan-rekan wartawan yang memberikan suara untuk wartawan senior Republika itu.

Getaran berbeda dialami Rahmat. Saya bisa merasakan ketika wartawan Jurnal Depok itu pamitan. Suaranya bergetar lemah. Berbeda ketika menyampaikan visi misi sebagai calon ketua PWI Kota Depok.

Itu lumrah. Tapi dia tetap tegar dan kuat. Dia menerima hasil akhir, meski getir. Kalah bukan akhir perjalanan karier. Sebagai jurnalis muda dan potensi, saya patut memberi apresiasi.

Pemandangan yang terekam itu membuat suasana mencair. Menyejukan hati. Tak ada ‘gondok-gondokan’. Semua terkendali. Cermin kedewasaan dalam demokrasi. Wartawan memang patut memberi contoh terbaik.

“Sudah jalan Tuhan. Saya menerima hasil pemilihan ini,” tutur Rahmat saat ingin meninggalkan ruangan.

Rahmat mendapat 8 suara dalam konferensi. Sedangkan Rusdy mengantongi 9 suara. Total 17 anggota PWI Depok punya hak pilih.

“Alhamdulillah, kegiatan konferensi atau pemilihan Ketua PWI Depok periode 2021-2024 selesai. Rusdy wartawan Republika terpilih sebagai ketua,” kata Sekretaris PWI Provinsi Jawa Barat, Wawan Ryswana. Dia didampingi Wakil Ketua Bidang Organisasi Syafrin Zaini.

Ya, dalam sebuah pertandingan, menang-kalah hanya sebuah esensi. Kalah dan menang merupakan hal yang biasa terjadi. Meraih kemenangan tentunya menjadi sebuah tujuan dan harapan utama dalam berkompetisi.

Namun, terkadang harapan tak selamanya bisa terwujud. Alhasil, kekalahan menjadi hasil yang diterima.
Rahmat dengar besar hati telah menerima kemenangan Rusdy Nurdiansyah sebagai Ketua PWI periode 2021-2024.

Bisa menerima kekalahan pastinya bukan perkara yang mudah. Apalagi jika kita sudah bekerja keras dan memberikan yang terbaik.

“Kekalahan adalah kemenangan yang tertunda. Kemenangan adalah kekalahan yang tertunda.” – Tyrion Lannister.

Tyrion Lannister adalah karakter fiksi dalam seri novel fantasi epik A Song of Ice and Fire karya pengarang Amerika—George R. R. Martin dan adaptasi televisi yang berjudul Game of Thrones.

Dari sana, saya ingin mengatakan, menang-kalah hanya esensi dari pertandingan. Kita bukan hanya siap menang, tapi juga siap menerima kekalahan.

Terpenting buat pengurus PWI Kota Depok pimpinan Rusdy Nudiansyah adalah menjaga independensi wartawan. Itu roh wartawan.

Wartawan harus tetap fokus dengan profesi yang digeluti. Wartawan harus serius dalam menjalani pekerjaan yang lebih profesional. Tugas sebagai wartawan harus independen. Hal itu diatur dalam Undang Undang Pers.

Disebutkan wartawan dalam menyajikan berita harus akurat. Berdasarkan fakta di lapangan. Tidak boleh ada tekanan atau intervensi dari pihak manapun. Termasuk pemilik media.

Wartawan menjadi pendobrak dan penyampai kritik kepada penguasa dan selalu menyuarakan suara rakyat. Independensi adalah roh-nya wartawan.

Yang menarik dari formatur susunan pengurus. Ini sebuah sejarah. Disebutkan ada seksi wartawan olahraga (Siwo). Siwo adalah badan olahraga fungsional. Seperti halnya Bapomi, Bapopsi, Bapor Kopri, Perwosi, dan PP Kori.

Sejauh ini Siwo memiliki 35 perwakilan di 34 Provinsi. Solo menjadi menjadi pewakilan istimewa. Karena Solo tempat lahirnya PWI dan Pekan Olahraga Nasional (PON).

Siwo menjadi fungsi kontrol pembinaan olahraga. Baik tingkat nasional maupun regional. Siwo menjadi mitra Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI). Karena Siwo berperan dalam melahirkan KONI pada 31 Desember 1966.

KONI merupakan organisasi nasional non government di bidang olahraga yang menjadi mitra bagi pemerintah dalam kebijakan pembangunan prestasi olahraga bangsa.

Tentu ini sebuah terobosan bagi PWI Kota Depok kepengurusan Rusdy Nurdiansyah. Bukan hanya bersinergi dengan Pemerintah Kota Depok dan para stake holder, tapi juga KONI, Disporyata Depok serta praktisi olahraga di Kota Belimbing itu.

Selamat bertugas Bang Rusdy!

Suryansyah
Waga Depok cinta damaia

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here