Beranda LIFE Sambut Ramadhan : 92 Seniman ASEAN Gelar Pameran Kaligrafi Islam Virtual

Sambut Ramadhan : 92 Seniman ASEAN Gelar Pameran Kaligrafi Islam Virtual

66
0
Pameran Kaligrafi Islam Virtual

KopiPagi | JAKARTA : Sebanyak 92 seniman  dari empat negara (70 seniman dari Indonesia, 14 dari Malaysia, 4 dari Brunei Darussalam, dan 4 seniman dari Singapura) menggelar Pameran  “ASEAN Contemporary Islamic Calligraphy Art Virtual Exhibition”. Mengambil tema “Colour Changes The World”, pameran ini digelar selama bulan Ramadhan 1442 Hijriyah, yaitu 11 April sampai  11 Mei 2021.

Seniman dari Indonesia, antara lain diwakili  AD Pirous, M Arif Syukur, Syaiful Adnan, D Sirojuddin AR, Agus Baqul, Said Akram, Badrus Zaman, S Handono Hadi, Fadjar Sutardi, Ilham Khoiri, Isep Misbah,  Rispul Rasyidin, Derry Sulaeman, Tulus Warsito, Khairunnisa Affandi, dan Kurnia Agung Robiansyah. Dari Malaysia, turut serta di antaranya, Abdul Ghofur, Umar bin Abd Rahman, Sharinah MD Nor, Azlin Hamidon, Ainun J Yacoob. Seniman Singapura antara lain Shahira M Sharif, Khairol Helmy, Fahmy Said, dan Mazli Said. Dari Brunei Darussalam, ada Bolhan dan Khairol Helmy.

Pameran dihelat Islamic Art Exhibition (IAE) bekerjasama dengan Majelis Ulama Indonesia (MUI) DKI Jakarta didukung Jakarta Islamic Centre (JIC) dan Dewan Masjid Indonesia (DMI) DKI Jakarta. Mengikuti protokol pandemi Covid-19, perhelatan digelar secara virtual. Seluruh karya dirangkum dalam satu katalog digital format PDF, sajian 3D interaktif, dan video. Publik dapat mengakses melalui situs www.asean.islamicartexhibition.com.

Di situ, tersaji ruang pamer virtual bercitra tiga dimensi. Mirip menonton pameran sungguhan.

“Lewat virtual, pameran dapat diakses dan dilihat khalayak tanpa batas ruang dan waktu,” kata M Arif Syukur, seniman sekaligus inisiator  pameran ini.

Total 180 karya ditampilkan. Semuanya menyajikan estetika seni khat yang beragam dalam metode kerja, pendekatan visual, dan hasil akhirnya. Pengunjung diajak bertamasya dalam variasi seni kaligrafi. Setiap bentuk mewaliki selera dan inklinasi masing-masing seniman.

Pameran menjadi momen silaturrahim di antara para seniman kaligrafi Islam yang beragam di ASEAN. Keberagaman itu, yang juga tercermin dalam banyak variasi estetika visual,  menjadi daya tarik bagi komunitas seni serta khalayak luas.

Karya-karya seniman memperlihatkan daya kreatif para seniman yang tetap “berdenyut hidup” di tengah pandemi Covid-19. Siapa pun boleh bertamasya dalam keelokan jalinan seni kaligrafi yang diolah dalam berbagai kemungkinan estetis dalam pameran ini. Semua itu menawarkan hiburan segar di tengah hari-hari yang sumpek selama pandemi.

Pameran “ASEAN Contemporary Islamic Calligraphy Art Virtual Exhibition” menyajikan semangat “salam” dalam Islam: damai, ramah, dan indah.  Keragaman visual dan warna-warni—sesuai tema “Colour Changes The World”—memperkuat spirit untuk menghargai kemajemukan dunia. Ayat-ayat Al Quran atau matan hadis Nabi Muhammad SAW dalam jalinan seni kaligrafi menjadi pengingat bagi kita semua untuk senantiasa berpikir dan berperilaku indah.

“Jalinan seni khat memperlihatkan dimensi madani (keadaban) Islam yang  indah, dan ramah. Dimensi estetik ini perlu terus digaungkan untuk mengimbangi dominasi dimensi politik_(siyasah)_dan dimensi hukum formal (fiqh),” kata Ilham Khoiri, salah satu peserta pameran, dalam catatan pengantar katalog. *Kop.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here