Beranda HUKRIM Buntut Pembubaran Atraksi Kuda Lumping di Medan : 6 Orang Jadi Tersangka

Buntut Pembubaran Atraksi Kuda Lumping di Medan : 6 Orang Jadi Tersangka

126
0
ISTIMEWA

KopiPagi | MEDAN : Kasus pembubaran atraksi kesenian Kuda Lumping alias Jaran Kepang yang viral di media sosial (Medsos) karena berujung keributan dan baku hantam, kini terus didalami pihak Kepolisian. Kabarnya Polrestabes Medan telah mengamankan 10 orang dan enam di antaranya sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Enam sudah ditetapkan sebagai tersangka dan empat lagi sekarang sedang dalam proses pemeriksaan. Sedang satu orang lagi kita cari untuk kita amankan,” ujar Kapolrestabes Medan Kombes Riko Sunarko, Minggu (11/04/2021).

Pihak Kepolisian menyebutkan, pembubaran atraksi kesenian Kuda Lumping itu atas inisiatif pribadi Kepala Lingkungan (Kepling) berinisial S dan tidak ada sangkut pautnya dengan salah organisasi masyarakat.

Kasus pembubaran kegiatan Kuda Lumping yang digelar Sanggar Lahan Budoyo Medan Sumatera Utara,di di Jalan Merpati, Kelurahan Sei Kambing B, Kecamatan Medan Sunggal, Kota Medan, Jumat (02/04/2021), berlanjut ke ranah hukum.

Bergulirnya ke ranah hukum ini setelah pihak keluarga melaporkan permasalahannya ke pihak Kepolisian. Laporan laporan polisi tersebut buntut dari pembubarn atraksi Kuda Lumping yang dilakukan sekelompok orang yang memakai atribut Laskar FUI.

Antropolog Kesenian Universitas Sumatera Utara, Zulkifli Lubis menilai, pembubaran kesenian Kuda Lumping itu dinilai terlalu memaksakan kehendak. Menurutnya belum ada larangan resmi pertunjukan itu di Kota Medan.

“Pertunjukan itu ya boleh dilakukan sebagaimana mestinya serta tidak boleh ada pemaksaan atau pembubaran apapun pada kesenian itu. Soal ada yang memahaminya secara lain mungkin yang dianggap bertentangan dengan agama saya kira satu soal lain,” ujarnya.

Hal serupa dikatakan politisi Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang juga Sekretaris DPD PDIP Sumatera Utara, Soetarto atas aksi pembubaran Kuda Lumping tersebut.

“Tentunya kita sangat menyesalkan adanya oknum Kepala Lingkungan yang membubarkan pertunjukan Kuda Kepang di salah satu tempat di Kota Medan. Karena kita menyadari bahwa pertunjukan Kuda Kepang adalah upaya pelestarian budaya sebagai nilai luhur bangsa dan juga bagian dari hiburan warga masyarakat,” tandasnya.

FUI Medan : Beri Pendampingan Hukum

Sementara itu, Forum Umat Islam (FUI) Sumatera Utara (Sumut) akan memberikan pendampingan hukum kepada Komandan FUI Medan berinisial S yang ditetapkan polisi sebagai tersangka dalam insiden pembubaran atraksi Kuda Lumping tersebut.

Ketua FUI Sumut Indra Suheri mengatakan FUI Medan pihaknya mengedepannkan prinsip empat pilar kebangsaan dalam menghadapi masalah yang ada. FUI dalam perjuangannya menggunakan semangat perjuangan berlandaskan Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945.

Indra mengatakan kabar yang membenturkan FUI Medan tidak menerima kebhinekaan adalah hal yang bertentangan dengan prinsip yang dipegang selama ini.

“Sangat kontraproduktif kalau ada framing-framing yang menyatakan FUI tidak menerima kebhinekaan. Saya sendiri juga orang Jawa dari Surabaya, budaya leluhur harus dipertahankan,” ucapnya.

Namun demikian, Indra menyampaikan permohonan maaf terkait dengan insiden pembubaran yang berujung dengan bentrokan tersebut. Pembubaran tersebut dinilai merupakan sebuah kekeliruan yang tidak terkoordinir.

“Dipastikan tidak ada agenda itu (pembubaran). Pak S kan selaku kepala lingkungan (kepling spontan bisa lihat dari video itu, di saat yang sama, ada warga FUI dan mereka tidak ada arogansi,” ujarnya. erwan/Kop.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here