Beranda BIVEST Sandiaga : Pengembangan Desa Wisata Harus Didukung Sarpras & Infrastruktur

Sandiaga : Pengembangan Desa Wisata Harus Didukung Sarpras & Infrastruktur

63
0
Menparekraf Sandiaga S Uno saat memberikan keterangan pers di Saloka Theme Park, Tuntang. (Foto Heru Santoso)

KopiPagi | UNGARAN : Desa wisata yang ada di wilayah Kabupaten Semarang akan menjadi pendukung destinasi wisata umumnya di Jawa Tengah, diantaranya seperti Candi Borobudur, Dieng atau yang lainnya. Hal ini ditandaskan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) RI Sandiaga S Uno, disela kunjungan kerjanya di wisata ‘Saloka’ Theme Park, Tuntang, Kab Semarang, Kamis (01/04/2021) malam.

“Hingga sekarang ini, di Kab Semarang ada kurang lebih 55 Desa Wisata. Dan untuk menunjang peningkatan program Desa Wisata itu, perlunya didukung dengan dibangunnya sarana dan prasarana maupun infrastruktur di kawasan desa wisata tersebut. Diakui atau tidak di masa pandemi Covid-19 ini, pariwisata mengalami keterpurukan,” kata Sandaga Uno.

Bupati Semarang H Ngesti Nugraha memberikan keterangan pers di Saloka Theme Park, Tuntang. (Foto Heru Santoso)

Sandiaga juga menyerukan kepada para pengelola tempat wisata untuk tetap mematuhi protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19. Intinya, jangan sampai terjadi kerumunan pengunjung di lokasi wisata.  Selain itu, terkait dengan jam operasional tempat-tempat wisata agar dilakukannya seperti awal mula. Hanya saja yang harus selalu ipantau adalah tingkat kerumunan pengunjung.

Di ‘Saloka’ Theme Park ini, Sandiaga S Uno juga menggelar dialog dengan para pelaku wisata maupun masyarakat. Dalam acara  ini diterapkan protokol kesehatan secara ketat. Selanjutnya, Sandiaga S Uno beserta rombongan melihat langsung wahana ‘Jejogetan’. Dengan didampingi pihak manajemen Saloka, Bupati Semarang H Ngesti Nugraha, Kepala Dinas Pariwisata Jateng Sinung Nugroho, Kepala Dinas Pariwisata Kab Semarang Dewi Pramuningsih, para pegiat wisata serta tamu undangan.

“Sebelum mengunjungi ‘Saloka’ Theme Park, lebih dulu mengunjungi Desa Wisata Lerep, Kec Ungaran Barat. Kemudian, di wisata Dusun Semilir (Bawen) dan terakhir di Saloka ini. Kemudian, bagaimana dapat mengintegrasikan desa wisata yang dikelola swasta. Dan juga bagaimana ke depan wisata air itu dapat kembali operasional, ini merupakan bagian dari ekosistem. Jika wisata air segera operasional, yang harus mendapat perhatian lebih adalah kerumunan pengunjung meski sudah menerapkan protokol kesehatan,” tandasnya.

Sementara itu, Bupati Semarang H Ngesti Nugraha mengatakan, bahwa pihaknya sangat apresiasi atas kunjungan Menparekraf Sandiaga S Uno di Kabupaten Semarang ini. Telah disebutkan, di Kabupaten Semarang itu ada sebanyak  55 Desa Wisata dan ini harus di dorong bersama seluruh elemen masyarakat yang ke depan dapat menjadi percontohan desa wisata.

“Khususnya Desa Wisata Lerep sudah buka lagi, hampir satu tahun pasif karena masa pandemic Covid-19. Harapannya, Desa Wisata yang lain segera dapat berbenah. Dari sini, wisata di Kabupaten Semarang ini kembali bangkit dan berkembang. Sehingga, dengan bangkitnya wisata Kabupaten Semarang maka dapat menjadi tempat pemasaran UMKM, hasil pertanian, maupun yang berbau seni. Apa yang disampaikan Menparekraf dan Gubenur Jateng dapat membantu para  pelaku wisata di kabupaten ini,” tandas Ngesti Nugraha kepada koranpagionline.com,  di Saloka Theme Park, Kamis (01/04/2021) malam. ***

Pewarta : Heru Santoso.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here