Beranda PLESIR Distilasi Parwisata Danau Toba : Polres Himbau Masyarakat Agar Kurangi KJA

Distilasi Parwisata Danau Toba : Polres Himbau Masyarakat Agar Kurangi KJA

84
0

KopiPagi | TOBA :  Danau Toba yang memiliki luas lebih kurang 1.145 kilometer persegi, dan kedalaman 450 meter yang sama mirip dengan lautan suatu danau terbesar di Asia Tenggara dan juga salah satu danau terdalam di dunia.

Di lokasi objek wisata Danau Toba yang dihadiri para pengunjung maupun wisatawan dapat menikmati kegiatan berkayak atau naik sampan dengan memilih tiga jenis rute jelajah danau Tongging-Silalahi, Tongging-Samosir, atau Lingkaran Utara. Demikian disebutkan Kapolres Toba AKBP Akala Fikta Jaya S. Ik. SH. MH melalu Kasubag Humas Polres Toba Aiptu Khairuddin Sukri  Yanto, Selasa (30/03/2021).

Disebutkan Khairuddin di Indonesia ada lima Destinasi wisata super prioritas yang menjadi fokus Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) adalah yakni (Danau Toba, Likupang, Borobudur, Mandalika, dan Labuan Bajo).

Penetapan kawasan Danau Toba sebagai salah satu destinasi pariwisata super prioritas adalah hal yang dinilai wajar mengingat keindahan alam Danau Toba yang terbentang di 7 kabupaten yakni Simalungun, Toba , Tapanuli Utara, Humbang Hasundutan, Dairi, Karo, dan Samosir merupakan potensi besar sebagai destinasi wisata kelas dunia.

Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pada 2020 telah mengalokasikan anggaran pembangunan infrastruktur untuk pengembangan KSPN Danau Toba sebesar Rp1,33 triliun.

Karena itu kawasan objek wisata Danau Toba terus dikembangkan,meliputi pelebaran alur Tano Ponggol dari 25 meter menjadi 80 meter, pembangunan Jembatan Tano Ponggol sepanjang 450 meter yang menghubungkan daratan Sumatera dan Pulau Samosir, dan penataan kawasan tepi danau. Pelebaran alur ini ditujukan untuk membuka akses kapal wisata yang lebih besar agar dapat mengelilingi kawasan Danau Toba.

Air Danau Toba jug terus di benahi Pemerintah Pusat agar tidak tercemari  oleh Orang yang tidak bertanggung jawab yaitu menertipkan Kerambah Jaring Apung (KJA) yang ada di sekitaran  Danau Toba secara bertahap,bila mata pencarian masyarakat dari keramba Jaring Apung (KJA) agar dapat di sosialisasikan dengan Humanis bisa beralih mencari nafkah untuk propesi yang lain.

Kepolisian Polres Toba bersama dinas Pertanian kabupaten Toba terus menghimbau kengidukasi masyarakat agar Menjaga lingkungan dan tidak mencemari air Danau Toba dan tidak menambahi Kerambah Jaring Apung (KJA) di sekitaran Danau Toba

Dari pendataan Dinas Pertanian kabupaten Toba ada 400 Keramba Jaring Apung di sekitaran Danau Toba ,sehingga air Danau Toba sangat tercemar dengan kegiatan tersebut.Sehingga Polres Toba dengan dinas Pertanian , Forkopimda dan TNI terus menghimbau masyarakat agar tidak membuat lagi Keramba Jaring Apung (KJA) di Sekitaran Danau Toba.

Kapolres Toba AKBP Akala Fikta Jaya kerjasama PLT Kadis Dinas Pertanian Toba, Jerry Silaen menghimbau kepada masyarakat Toba agar Kerambah Jaring Apung (KJA) yang ada di danau supaya dibersihkan dengan secara bertahap. Foto Julius P. Siahaan

Kapolres Toba, Akbp Akala Fikta Jaya S,IK,SH,MH, memerintahkan langsung Kasat Binmas Akp S.Sinaga dan Kasat Reskrim Akp Nelson Sipahutar berkordinasi dengan Dinas Pertanian dan Forkopimda untuk mengawasi dan memberikan himbauan kepada masyarakat agar tidak mencemari dan membuat Keramba Jaring Apung (KJA) di sekitar Danau Toba.

Kepala Bidang Bina Pemasaran pada Dinas Kebudayaan Pariwisata Sumatera Utara Drs Muchlis M.Si mengatakan Danau Toba yang telah ditetapkan pemerintah sebagai kawasan super prioritas pembangunan pariwisata nasional dan juga telah ditetapkan UNESCO sebagai Toba Caldera UNESCO Global Geopark dan tentunya membutuhkan perhatian dari segala aspek ,Pemerintah pusat , Provinsi maupun Kabupaten dan Kota serta Masyarakat dalam penanganannya.

Infrastruktur saja tentunya tidak cukup, tapi peningkatan kualitas SDM pariwisata di daerah ini juga harus ditingkatkan. Bisa dengan membangun sekolah kejuruan pariwisata di setiap kabupaten sebagai sumber tenaga kerja ke depan maupun melakukan pelatihan dan sertifikasi bagi pelaku dan usaha pariwisata, ujarnya.

Peran pemerintah, swasta atau investor, media, akademisi dan komunitas juga sangat berperan dalam memajukan pariwisata dan mempromosikannya agar tercipta citra/image positif bagi calon wisatawan.

Kemudian dengan menikmati suasana udara yang dingin dan sejuk di Danau Toba melaksanakan kegiatan glamping (kemah mewah) di The Kaldera Toba Nomadic Escape yang terletak di Sibisa, Kecamatan Ajibata, Kabupaten Toba.

Bahkan, Raja Belanda Willem Alexander dan Ratu Maxima Zorreguieta Cerruti telah berkunjung ke Danau Toba. Kunjungan Raja dan Ratu Belanda ke Danau Toba untuk berwisata menikmati keindahan dan panorama Danau Toba serta melihat kebudayaan masyarakat suku Batak.

Presiden Republik Indonesia Joko Widodo sedang fokus mengembangkan pariwisata dan ekonomi kreatif di lima wisata terpadu super prioritas di Indonesia, termasuk Danau Tobo. ***

Pewarta : Julius P. Siahaan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here