Beranda REGIONAL BKGS : Aksi Bom di Makasar, Tindakan Pengacau dan Tidak Manusiawi

BKGS : Aksi Bom di Makasar, Tindakan Pengacau dan Tidak Manusiawi

122
0
Purwanto MPd, Ketua Badan Kerjasama Gereja-gereja di Salatiga (BKGS). (Foto Heru Santoso).

KopiPagi | SALATIGA : Badan Kerjasama Gereja-gereja di Salatiga (BKGS) mengutuk dan mengecam keras aksi bom bunuh diri di Makasar, bahkan ikut prihatin dengan tindakan yang diluar kemanusiaan itu karena akibat dari bom tersebut sangat mengganggu keamanan, ketentraman serta kerukunan masyarakat.

 

Ketua BKGS Purwanto MPd menyatakan, bahwa tindakan melakukan bom bunuh diri di depan Katedral Makasar itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan agama. Tindakan itu sangat mengganggu kehidupan bahkan di luar kemanusiaan. Dan, lebih tepatnya tindakan tersebut adalah kegiatan pengacau yang tidak ingin melihat masyarakat rukun dan damai.

 

“Aksi bom bunuh diri di depan katedral Makasar tersebut tidak ada hubungannya dengan agama. Kami menilai itu sebagai tindakan pengacau yang tidak manusiawi atau diluar kemanusiaan. BKGS dengan tegas mengutuk dan mengecam keras aksi tersebut. Bahkan, pihak aparat kepolisian harus tetap mengusut hingga tuntas kasus tersebut. Harapan kami, kejadian itu adalah yang terakhir kali terjadi di Indonesia,” kata Purwanto MPd ketika ditemui koranpagionline.com di rumahnya Warak, Kel Dukuh, Kec Sidomukti, Kota Salatiga, Senin (29/03/2021) siang.  

 

Ditambahkan, apreiasi juga untuk aparat kepolisian yang telah berhasil mengungkap pelakunya. Serahkan kepada aparat kepolisian untuk dapat menuntaskan kasus tersebut sehingga akan dapat mengungkap hingga ke akar-akarnya. Pasalnya, permasalahan teror bom itu tidak dapat dibiarkan dan harus diusut tuntas.

 

“Pesan kami kepada jemaat gereja di Salatiga, untuk tidak panik dan tidak takut serta tetap tenang dalam melaksanakan ibadahnya. Apalagi sekarang ini adalah masa Paskah, sehingga kegiatan Paskah dapat tetap berjalan sesuai dengan yang telah direncanakan. Jika perlu harus menjalin koordinasi bersama dengan aparat keamanan yaitu Polri dan TNI,” ujar Purwanto.

 

Selanjutnya ditegaskan, bahwa umat kristiani di Kota Salatiga untuk selalu waspada. Tidak mudah terprovokasi oleh berbagai teror ataupun hasutan yang berkedok agama. Masalahnya, teror bom Makasar itu merupakan perbuatan orang yang jelas sebagai pengacau ketentraman maupun kerukunan beragama.

 

“Sekali lagi, khususnya umat kristiyani di Kota Salatiga jangan mudah terprovokasi karena terror bom di Makasar itu sama sekali tidak ada kaitannya dengan agama. Itu jelas-jelas kegiatan pengacau. Kita tidak perlu sentimen dengan agama lain, karena agam lain adalah saudara kita juga. Marilah kita semua agama bergandeng erat menjaga keamanan, ketenangan serta kerukunan.

 

Apalagi Kota Salatiga yang baru saja mendapatkan penghargaan Kota Tertoleran se Indonesia, hendaknya dapat ditunjukkan jika umat beragama di Salatiga ini tidak mudah terprovokasi.  Bahkan, secara bersama pula dapat menyejukkan suasana dengan salah satunya mengeluarkan pernyataan yang juga sejuk.

 

“Tidak perlu memanas-manasi suasana inii melalui media sosial (medsos). Namun, marilah bersama bermedsos yang penuh santun, saling menghargai sesama serta tidak perlu harus mengeluarkan pernyataan yang tidak sejuk atau tidak baik. Marilah secara bersama pula, bersatu membangun kerukunan maupun persatuan bangsa,” tandasnya. ***

 

Pewarta : Heru Santoso.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here