Beranda PERISTIWA Diduga Bom Bunuh Diri : Ledakan Keras Guncang Gereja Katedral Kota Makassar

Diduga Bom Bunuh Diri : Ledakan Keras Guncang Gereja Katedral Kota Makassar

138
0
Lokasi ledakan bom dekat Gereja Katedral Kota Makassar. Foto - Ist.

KopiPagi | MAKASSAR : Insiden ledakan yang diduga bom terjadi di pusat kota pemerintahan Kota Makassar Provinsi Sulawesi Selatan. Ledakan yang diduga bom bunuh diri ini terjadi, Minggu (28/03/2021) sekitar sekitar Pukul 10.30 WITA dan mengguncang Gereja Katedral di Jalan Kajaolalido, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar.

Lokasi ledakan yang terdengar cukup keras itu bukan saja dekat gereja namun TKP nya juga tak jauh dari Polsek Ujung Pandang dan Polrestabes Makassar serta Kantor Balaikota Makassar. Warga Kota Makassar khususnya, dan Indonesia pada umumnya dibuat heboh. Aksi bom ini terjadi seiring serangkaian penangkapan terduga teroris yang diintensifkan Densus 88 Anti Teror.

Gereja Katedral yang diguncang bom.

Kobaran api akibat ledakan masih menyala di sekitar lokasi, sampai pukul 11.30. Selain itu, tampak potongan tubuh manusia di sekitar lokasi kejadian. Diduga kuat bom bunuh diri, tapi sejauh ini belum ada keterangan tesmi dari pihak berwenang. Kini, aparat kepolisian langsung bergerak ke lokasi kejadian untuk mengamankan lokasi.

Saat ledakan terjadi, sejumlah jemaat gereja tengah beribadah di lokasi. Selain potongan tubuh manusia, di lokasi kejadian saat ini tampak sejumlah korban luka dievakuasi dan dilarikan ke rumah sakit terdekat.

Aparat kepolisian yang terjun langsung ke lokasi kejadian (TKP) ledakan di Jalan Kajaolalido, Makassar atau sekitar gerbang Gereja Katedral langsung melakukan pengamanan dan memastikan ada korban jiwa dalam insiden itu.

Kabid Humas Polda Sulawesi Selatan (Sulsel)  Kombes Pol E Zulpan, di Makassar, Minggu, mengatakan ledakan yang terjadi sekitar pukul 10.28 WITA setelah situasi di sekitar gereja sudah tidak terlalu ramai.

“Anggota sudah lakukan pengamanan dan menutup beberapa akses jalan untuk memperlancar proses penyelidikan dan penyisiran lokasi ledakan,” ujarnya.

Dia mengatakan, ledakan yang terjadi itu masih dalam penyelidikan, dan belum diketahui berapa yang menjadi korban meninggal dunia dan juga korban luka-luka.

Pihaknya, bersama yang lainnya sedang berbagi tugas, ada yang melakukan penyelidikan dan ada juga yang mengevakuasi korban luka-luka dengan membawanya ke rumah sakit terdekat.

“Semua masih fokus dulu pada pengamanan keselamatan warga. Ada juga yang bertugas menyisir lokasi dan lainnya. Untuk korban meninggal dan luka-luka itu masih dalam pendataan,” ujarnya pula.

Pendiri Negara Islam Indonesia (NII) Crisis Center Ken Setiawan menilai jelang Pilpres 2024 eskalasi teror akan semakin tinggi.

Menurut Ken, radikalis juga marah karena saat ini sumber dana mereka dibekukan oleh PPATK sehingga pergerakan mereka sedikit terbatasi.

Tapi hal ini tidak menyurutkan langkah mereka untuk mencari dana, sekarang mereka aktif menyebarkan penggalangan bantuan lewat media sosial sepeeti whatsapp, facebook, instagram, twitter dll.

Biasanya lewat group group mereka langsung chat pribadi dan menawarkan proposal dan profil organisasi mereka.

Mereka juga berani pasang iklan jor joran di media sosial untuk penggalangan dana sosial untuk kepentingan kelompok mereka walaupun dengan dalih pembangunan dan sumbangan tempat ibadah di nasional dan negara di timur tengah, bahkan mereka siap jemput bola ke rempat para donatur.

Ken berharap msyarakat lebih baik langsung menyerahkan bantuan kepada yang berhak dan membutuhkan agar dapat meminimalisir bantuan kepada kelompok radikal, jangan sampai kita malah ikut membantu jaringan radikal menjadi besar.

7 Orang Korban Dilarikan ke Rumah Sakit

Sementara lain yang dihimpun menyeburkan bahwa bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar menimbulkan korban sebanyak 7 orang dilarikan ke rumah sakit terdekat untuk mendapatkan perawatan.

data korban-korban bom bunuh diri di depan Gereja Katedral Makassar dari

Mobil ini jadi korban ledakan bom

Kapolrestabes Makassar Kombes Witnu Urip Laksana menyebutkan, korban bom bunuh diri di depan Gereja Katedralatas masing-masing, Kosmos (52), Tomppo (60), Angel (19) dilarikan ke Rumah Sakit Stella Maris Makassar. Kosmos mengalami luka di bagian leher, dada, muka, tangan dan kaki. Sedangkan Tomppo mengalami luka di bagian perut dan kepala dan untuk nama Angel mengalami luka lecet di tangan dan kaki.

Kemudian 4 korban lainnya atas nama Marla (64), Jibril Jackwell Naparo (7), Toretto Bento Araujo (6), dan Mikail Alexandro Navas (2) dievakuasi ke Rumah Sakit Pelamonia.

Marla mengalami luka pada paha sebelah kiri dan mata kaki sebelah kiri akibat serpihan, sementara luka yang dialami Jibril yakni berada di betis kiri. Toretto mengalami luka pada betis sebelah kiri bagian belakang, sedangkan Mikail terkena percikan darah pada muka.

Berdasarkan rekaman CCTV yang didapat, awalnya terlihat 2 mobil terparkir di depan gereja yang beralamat di Jalan Kajaolalido itu. Di trotoar terlihat ada sekitar 4 orang yang berjalan. Setelahnya tampak 1 unit mobil warna putih melintas dan sedetik kemudian ledakan terjadi yang belakangan diketahui sumbernya dari 2 terduga pelaku yang mengendarai motor. Setelah itu asap putih membubung tinggi. Tampak pula kobaran api akibat ledakan masih menyala di sekitar lokasi. Selain itu, tampak potongan tubuh manusia di sekitar lokasi kejadian.

“Diduga 2 orang menggunakan roda dua jenis sepeda motor,” ucap Kapolrestabes Makassar Kombes Witnu Urip Laksana. *Kop.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here