Beranda REGIONAL Uji Coba Sekolah Tatap Muka SMP, SMK/SMA/MA Mulai 5-16 April 2021

Uji Coba Sekolah Tatap Muka SMP, SMK/SMA/MA Mulai 5-16 April 2021

86
0
Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo. (Foto IST)

KopiPagi | SEMARANG : Sekolah tatap muka untuk para pelajar SMP, SMK/SMA/MA di Jawa Tengah bakal diuji coba mulai bulan April 2021 mendatang dan akan dimulai 5 – 16 April 2021 untuk tahap rintisan, uji coba itu bakal dilakukan di 35 SMP, 35 SMA, 35 SMK serta 35 MA di masing-masing wilayah di Jawa Tengah.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menyatakan, bahwa khususnya untuk PAUD, TK dan SD belum akan dilaksanakan, pasalnya banyak masukan dari para ahli termasuk Ikatan Dokter Indonesia (IDI) bahwa sekolah tatap muka ditunda lebih dahulu. Sedangkan, untuk evaluasi uji coba sekolah tatap muka tahap pertama atau rintisan itu akan digelar 19-23 April 2021.

“Khusunya untuk PAUD, TK dan SD belum akan dilakukan uji coba sekolah tatap muka. Sedangkan untuk SMP, SMA, SMK dan MA sekolah tatap muka akan diuji coba mulai 5 – 16 April 2021 meendatang. Jika evaluasi selesai dilaksanakan maka dilakukan uji coba sekolah tatap muka tahap kedua pada 26 April 2021 hingga 7 Mei 2021. Untuk tahap kedua ini, jumlah siswa dan sekolah yang mengikuti sekolah tatap muka akan ditambah,” jelas Ganjar Pranowo kepada wartawan di Semarang, Senin (22/03/2021).

Sedangkan mulai 12 Juli – September 2021 mendatang, akan dilakukan uji coba tahap ketiga dan dalam uji coba ini diharapkan adaptasi kebiasaan baru sudah mulai berjalan. Tahap uji coba tersebut, untuk perluasan jumlah sekolah maupun siswa serta standardisasi protokol kesehatan harus tetap berjalan. Khususnya para guru, lebih dulu akan dilakukan vaksinasi Covid-19 dan hingga kini masih dalam proses pendataan.

“Nantinya, seluruh guru yang melaksanakan PTM harus sudah divaksin, hal ini agar mereka aman. Saya sudah meminta Disdikbud dan Dinkes untuk menginventarisasi sekolah yang akan melaksanakan tatap muka serta melaksanakan vaksinasi Covid-19,” ujarnya.

Sementara itu, Plt Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Jateng, Hari Wuljanto menyatakan, bahwa dalam uji coba sekolah tatap muka itu, ada sebanyak 70-110 siswa dalam sehari. Lalu, untuk jam belajar maksimal empat jam pelajaran dan tiap-tiap jam pelajaran dengan durasi 30 menit.

“Jika nantinya, dalam PTM itu ditemukan satu siswa yang positif Covid-19, maka PTM itu harus ditutup. Dan pihak sekolah wajib memperbaiki protokol kesehatannya. Dari hasil evaluasi, appabila dimungkinkan untuk dibuka kembali, maka akan kembali dibuka untuk PTM,” tandasnya. ***

Pewarta : Heru Santoso.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here