Beranda PERISTIWA Tiga Tewas : Tujuh Mahasiswa UKSW Asal Papua Pesta Miras Oplosan

Tiga Tewas : Tujuh Mahasiswa UKSW Asal Papua Pesta Miras Oplosan

171
0

KopiPagi | SALATIGA : Tujuh mahasiswa Universitas Kristen Satya Wacana (UKSW) Salatiga asal Papua pesta minuman keras (miras) berbagai merk dan jenis hingga over dan tiga orang diantaranya tewas di rumah sakit, dan ketiganya tewas secara berurutan mulai Rabu (10/03/2021) – Jumat (12/03/2021). Sedang empat mahasiswa lagi yang juga asal Papua kini masih menjalani perawatan di RS Elizabeth Semarang.

 

Ketiga mahasiswa yang tewas masing-masing Ovni Warkerkwa (20) mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Komunikasi (Fiskom) UKSW asal Jalan Lanisajari RT 005 RW 000 Desa Minabua, Kecamatan Mimika Baru, Kabupaten Mimika, Papua – Rudolf Carlos Kelanangame (23) mahasiswa Fakultas Bahasa & Seni (FBS) yang tinggal di Asrama Mahasiswa UKSW Jalan Kartini Salatiga – Marpino M Sipka (22) mahasiswa Fakultas Sosiologi yang tinggal di Asrama Mahasiswa UKSW Jalan Kartini Salatiga.

 

Kapolres Salatiga AKBP Rahmad Hidayat SS menjelaskan, bahwa ketiga mahasiswa UKSW asal Papua yang tewas tersebut sebelummnya pesta miras bersama-sama rekan mahasiswa asal Papua yang lain di rumah kontrakan salah satu mahasiswa di Kemiri RT 08 RW 09 No 50B, Kelurahan Salatiga, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga pada Sabtu (06/03/2021) malam. Ketiganya tewas secara berurutan akibat menenggak miras oplosan berbagai merk dan jenis.

 

Sedangkan, empat mahasiswa asal Papua yang lain masing-masing Sakatian, Herman, Yacobus dan Risto sampai sekarang ini masih dirawat di RS Elisabeth Semarang. Setelah ketiganya tewas diketahui akibat meneenggal miras oplosan, petugas melakukan penyelidikan dan dari keterangan sejumlah saksi didapat jika di salah satu tempat kost mahasiswa yang lain juga sering dijadikan lokasi pesta miras. Tempat kost itu di Jalan Cemara 2 No 46 RT 08 RW 09, Kelurahan Salatiga, Kecamatan Sidorejo, Kota Salatiga.

 

“Dari penyelidikan di lokasi tempat kost di Jalan Cemara ini, petugas berhasil mengamankan beberapa botol miras berbagai merk. Diantaranya, 3 botol bekas minuman Captain Morgan, 1 botol Smirnof, 2 botol Jameson, 5 botol Anggur Merah, 1 botol Mansen Whiskey, 1 botol Prost, 1 botol Kawa-Kawa, dan 2 botol Sprite. Barang bukti ini, diamankan pada Kamis (11/03/2021) malam sekitar pukul 23.30 wib,” kata AKBP Rahmad Hidayat SS didampingi Pembantu Rektor (PR) III UKSW DR Andeka Rocky Tanaamah MCs dan dr Arini Dyah Setyowati, dalam gelar perkara di Polres Salatiga, kemarin sore.

 

PR III UKSW Salatiga DR Andeka Rocky Tanaamah MCs (paling kiri) saat memberikan keterangan pers dalam gelar perkara di Polres Salatiga. (Foto Heru Santoso)

Ditambahkan, ketiga mahasiswa UKSW asal Papua itu, pertama kali yang tewas adalah Ovni W pada Rabu (10/03/2021) sekitar pukul 23.00 wib di RSUD Salatiga. Lalu, disusul Kamis (11/03/2021) pukul 17.00 wib di RSUD Salatiga juga adalah Rudolf Carlos Kelanangame. Dan yang ketiga yang tewas adalah Marpino MM Sipka, pada Jumat (12/03/2021) di RS Puri Asih Salatiga.

 

“Dengan tewasnya mahasiswa UKSW Salatiga asal Papua tersebut, kami dari Polres Salatiga memberikan bantuan tranportasi. Selain itu, bantuan akomodasi kepada rekan-rekan mereka yang mengantar jenazah ke Santa Maria Semarang maupun Tiong Ting Salatiga. Informasi dari pihak UKSW Salatiga bahwa ketiga jenasah mahasiswa asal Papua itu akan diberangkatkan ke Papua melalui Bandara Ahmad Yani Semarang dengan Pesawat Garuda,” jelasnya.

 

Sementara itu, Pembantu Rektor (PR) III UKSW Salatiga DR Andeka Rocky Tanaamah MCs menyatakan, bahwa seluruh pihak UKSW Salatiga menyampaikan duka mendalam atas meninggalnya tiga mahasiswa UKSW asal Papua. Pihaknya mengaku prihatin dengan adanya kejadian ini dan akan memberikan perhatian lebih melalui berbagai pembinaan terhadap mahasiswa secara keseluruhan.

 

“Terus terang, kejadian ini sangat tidak terduga karena komunikasi selama ini juga berjalan baik. Kejadian ini akan menjadi catatan khusus dan menyerahkan hal ini kepada pihak Polres Salatiga dan tetap saling berkoordinasi dan berkomunikasi. Selanjutnya, kami akan terus melakukan pembinaan untuk menghindarkan diri dari miras karena hal tersebut dapat menyebabkan gagal studi dan hal buruk lainnya,” jelas Andeka Rocky. ***

 

Pewarta : Heru Santoso.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here