Beranda REGIONAL Belasan Karyawan Hotel Nuwis Bandungan Ngeluh, Dirumahkan  Sejak April

Belasan Karyawan Hotel Nuwis Bandungan Ngeluh, Dirumahkan  Sejak April

307
0
Hotel NUWIS Bandungan, yang dulu bernama Nugraha Wisata. (Foto IST)

KopiPagi | UNGARAN : Belasan karyawan baik karyawan kontrak maupun karyawan tetap Hotel ‘Nuwis’ (Nugraha Wisata) Bandungan, Kabupaten Semarang yang ‘dirumahkan’ pihak manajamen hotel sejak masa pandemi Covid-19, sampai sekarang belum juga ada kepastian akan kembali dipekerjakan di hotel tersebut, selain itu selama dirumahkan hanya bisa menunggu waktu bahkan menunggu pembayaran gaji.

Beberapaa karyawan yang dirumahkan mengatakan, bahwa dirumahkannya belasan karyawan Hotel ‘Nuwis’ Bandungan ini mulai sejak bulan April 2020 lalu. Seluruhnya ada 17 karyawan, 10 orang karyawan kontrak dan 7 orang karyawan tetap. Alasan dirumahkan, diantaranya karena dampak dari Covid-19 sehingga tingkat kunjungan tamu hotel sepi. Bahkan, manajamen hotel akan menutup sementara atau tidak operasional.

“Saat kita dirumahkan itu, ada surat yang kita terima dan ditandatangani GM Hotel Nuwis Anugerah Yuliyanto. Selama ini, yang dirumahkan sudah menerima pembayaran gaji bulan Mei 2020 dan tunjangan THR sebesar satu bulan gaji serta kompensasi satu bulan gaji. Namun, setelah itu sampai sekarang bulan Februari 2021 ini, sama sekali tidak ada kejelasan dari pihak manajemen hotel. Kami semua menunggu kejelasannya dari manajemen hotel. Apakah kami ini masih dirumahkan atau sudah diberhentikan,” jelas dua orang karyawan yang dirumahkan, yang minta namanya tidak disebutkan kepada koranpagionline.com, belum lama ini.

Ditambahkan, untuk mengetahui kejelasannya bahkan beberapa karyawan yang dirumahkan ini pernah menanyakan kepada pihak hotel atau perusahaan. Namun, jawaban dari pihak manajemen hotel/perusahaan bahwa hotel belum beroperasi atau buka kembali. Mendapat jawaban tersebut, sebagai warga Bandungan sangat mengetahui kondisi nyata atau riil Hotel ‘Nuwis’. Bahwa, pihak hotel sudah membuka kembali atau operasional. Sehingga, wajar jika para karyawan yang dirumahkan itu mempertanyakan kejelasan akan nasibnya.

Selain itu, pihaknya juga mendapatkan informasi serta melihat langsung jika pihak hotel sudah mulai menerima tamu. Hal itu banyak diketahui masyarakat sekitar jika Hotel ‘’Nuwis’ sudah kembali beroperasi dengan banyaknya tamu yang datang dan menginap di hotel. Yang dinilai aneh, sempat beredar di media sosial (medsos) bahwa pihak hotel membuka lowongan kerja baru. Padahal, belasan karyawan ini masih dirumahkan bukan diberhentikan atau di PHK.

Surat yang diterima karyawan yang dirumahkan dari Manajemen NUWIS Hotel & Convention. (Foto Heru Santoso)

“Intinya, sesuai dengan surat yang kami terima dengan kop surat Nuwis Hotel & Covention, Bandungan-Jawa Tengah, Nomor : 01/HR/NW-HTL/04/2020, perihal : Peraturan Kebijakan Pemerintah Indonesia terkait Pandemi Covid-19, dikirimkan kepada yang terhormat : Seluruh Karyawan Nuwis Hotel & Convention, Bandungan. Yang didalamnya termuat enam item alasan sehingga karyawan ini dirumahkan. Surat tersebut intinya tidak ada menyebut kejelasan dan pada point (2) menyebutkan : Memberikan kesempatan kepada karyawan di lingkungan Nuwis Hotel & Convention untuk berkumpul dengan keluarga di rumah dan melakukan social ang physical distancing sesuai himbauan pemerintah demi kesehatan karyawan dan keluarganya masing-masing sampai batas waktu yang belum dapat ditentukan,” ujar beberapa karyawan dengan menujukkan surat kepada koranpagionline.com.

Data yang dihimpun koranpagionline.com, karyawan yang dirumahkan tersebut diantaranya Yuliyanto, Tegar, Andi, Nurkholis, Prasetyo, Hanif, Dika, Nia, Rusmanto, Isman, M Nazar, Teguh, Setyawan serta Rio. Para karyawan ini dari beberapa departemen dan diantara mereka itu ada yang sudah bekerja kembali di Nuwis Hotel & Convenion. Seperti dua orang di bagian security atau keamanan.

Sementara itu, General Manajer (GM) Nuwis Hotel & Convention, Anugerah Yuliyanto menyatakan, bahwa pihaknya mengakui jika sejak awal pandemi Covid-19 ‘merumahkan’ beberapa karyawan hotel. Namun, setelah hotel kembali beroperasi, pihak manajemen hotel sudah melakukan pemanggilan kepada mereka semua untuk kembaali bekerja. Dari semua yang dirumahkan itu, hanya ada beberapa karuawan saja yang kembali bekerja sampai sekarang.

“Intinya, kami dari perusahaan atau manejemen hotel sudah menunggu mereka untuk dapat kembali bekerja. Bahkan, perusahaan juga sudah menghubungi mereka semua untuk kembali bekerja di Nuwis Hotel & Convention. Namun, entah mengapa hanya beberapa saja yang mau kembali bekerja. Selain itu, ada yang secara terus terang menolak untuk kembali bekerja di Nuwis Hotel & Convention. Alasannya apa kami juga tidak mengetahuinya secara jelas. Yang jelas, pihak manejemen hotel tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) dan hanya dirumahkan saja. Sekali lagi, tidak ada PHK,” jelas Anugerah Yuliyanto kepada koranpagionline.com, Kamis (04/03/2021).

Ditanyakan, apakah pihak manajemen masih menunggu mereka yang dirumahkan untuk kembali bekerja atau akan memberhentikan mereka, karena diantara yang dirumahkan itu menolak untuk kembali bekerja. Anugerah Yuliyanto mengaku bahwa semua keputusan akhir atau keputusan final masih harus menunggu pihak manajemen pusat di Semarang.

“Keputusan akhirnya bagaimana, kita masih menunggu pihak manajemen dari pusat yaitu di Semarang. Bagaimana keputusan akhirnya, kami masih menunggu dari pusat. Itu yang bisa kami sampaikan,” tandasnya.  ***

 Pewarta : Heru Santoso.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here