Beranda HUKRIM Terjerat “Lingkaran Setan” Barang Haram : 2 Oknum Polisi Jateng Diamankan

Terjerat “Lingkaran Setan” Barang Haram : 2 Oknum Polisi Jateng Diamankan

44
0
Ilustrasi Bong alat untuk untuk mengkonsumsi sabu

KopiPagi | SEMARANG : Indonesia menjadi pangsa pasar petensial pedaran narkoba. Bahkan, bukan saja menjadi konsumen tetapi sudah menjadi produksen narkotika seperti ectasy dan sabu. Kendati pemberantasan narkotika terus digalakkan, namun peredaran di pasaran tidak pernah sepi. Bak lingkaran setan, ada oknum yang bermain dibalik pemberantasan markotika.

Masih terngiang di telinga dan belum hilang dari ingatan publik kasus mantan Kapolsek Astana Anyar Bandung Jawa Barat, Kompol Yuni yang di tengarai mengkonsumsi sabu bersama anggotanya. Barangkali ini hanya bagian kecil dari kasus sama yang lebih besar. Oknum “bermain” mulai dari tingkat paket, gram, ons, kilo gram, kwintal hingga lebih dari itu. Siapa yang berada di balik kartel narkoba, siapa yang mengatur jaringan antar negara, antar kota dan antar provinsi, Ini bisnis instan yang cepat mendatangkan uang.

Terlepas dari hanya sekadar pemakai ataupun bagian dari jaringan mafia narkotika, keterlibatan Kompol Yuni Purwanti Kusuma Dewi terus didalami, termasuk asal muasal barang haram sabu yang mereka konsumsi itu. Setidaknya Pamen Polwan dan anak buahnya yang terindikasi salahguna narkoba kini tengah menjalani proses penyidikan.

Eks Kapolsek Astana Anyar Kompol Yuni yang terjerat dalam pusaran “lingkaran setan” barang haram.

Di tengah berprosesnya penyidikan mantan Kapolsek Astana Anyar Bandung Jawa Barat, Kompol Yuni, kini muncul kasus sama yang tak kalah hebohnya. Ada dua oknum anggota Polri yang ditangkap petugas Ditresnarkoba Polda Jateng. Keduanya adalah Bripka AA anggota Polres Salatiga yang ditangkap pada 16 Februari dan AKP K anggota Polres Wonogiri diringkus pada 18 Februari.

Terungkapnya penyalahgunaan narkoba di lingkungan kepolisian tentu menjadi menjadi pukulan telak dan tantangan berat Kapolri Jenderal Listyo Sigit Praboowo yang baru dilantik menjadi Tribrata I. Sigit pun memerintahkan untuk test urine bagi anggota Polri.

Meneurut Kepala Bidang Hubungan Masyarakat Polda Jateng, Komisaris Besar Polisi Iskandar Fitriana, bahwa kedua anggota Polri yang terlibat penyalahgunaan narkoba langsung dicopot dari jabatannya. Mereka kini masih dalam proses pemeriksaan oleh Propam Polda Jateng, terkait buntut mengkonsumsi barang haram jenis sabu tersebut.

“Sudah dicopot jabatannya oleh Kapolres,” katanya kepada wartawan, Selasa (23/02/2021).

Meski mengaku cuma mengkonsunsi, penyidik Propam Polri mendalami kemungkinan keduanya terlibat jaringan narkoba. Dari penangkapan keduanya, diketahui polisi menyita sebanyak 10 paket sabu. Hingga kini, dua oknum AA dan K masih dalam pemeriksaan intensif. Sedang pengakuannya hanya konsumsi pribadi, tapi penyidik masih mendalami kasusnya

“Bapak Kapolda (Jawa Tengah) mengatakan anggota yang terlibat narkoba, tidak ada kata lain. Pecat!,” tegas Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Iskandar Fitriana Sutisna.

Tindakan tegas itu juga sesuai perintah dari Kapolri yang tidak akan memberikan ruang bagi anggota yang melakukan pelanggaran terkait narkoba.

“Tidak pandang bulu, terhadap siapa pun yang melakukan pelanggaran tindak pidana narkoba. Jelas-jelas Bapak Kapolri sudah mengumumkan tidak ada tempat lagi anggota yang telah coba-coba baik kita menggunakan, apalagi mengedarkan, apalagi sebagai bandar,” imbuhnya.

Dia mengatakan, dua oknum anggota Polri yang ditangkap petugas Ditresnarkoba Polda Jateng masing-masing Bripka AA anggota Polres Salatiga dan AKP K anggota Polres Wonogiri. Keduanya ditangkap berikut barang bukti narkotika jenis sabu.

“Barang buktinya sementara ada satu paket 0,7 gram (penangkapan di Wonogiri). Dan yang di Salatiga tadi ini barang buktinya sembilan paket (sabu). Yang bersangkutan saat ini sudah ditahan di Polda Jawa Tengah dan akan dikembangkan (kasusnya). Informasi yang kita dapat bahwa ini juga masih ada keterlibatan pihak lain,” ungkapnya. *her/kop.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here