Beranda LIFE Pernyataan Sikap Kornas–Jokowi, Terkait Vaknus : Tolak Terawan Jadi Dubes

Pernyataan Sikap Kornas–Jokowi, Terkait Vaknus : Tolak Terawan Jadi Dubes

77
0
Mantan Menkes Dr. Terawan Agus Putranto, inisiator Vaksin Nusantara. Foto : Ist.

KopiPagi | JAKARTA : Sehubungan terjadinya polemik dan perbedaan pandangan terkait Vaksin Nusantara yang dikembangkan oleh Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan Tim, maka dengan ini Kornas-Jokowi selaku Relawan Joko Widodo pada Pilpres tahun 2014 dan tahun 2019 yang lalu menyatakan sikap sebagai berikut :

  1. Kornas-Jokowi mendukung penuh niat baik Mantan Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto dan tim untuk mengembangkan Vaksin Nusantara yang sudah masuk uji klinis tahap kedua, apalagi hal itu sebagai karya anak bangsa.
  2. Mengingat Pandemi yang berdampak kepada perekonomian sebuah negara termasuk Indonesia, maka pemerintah pusat patut mempertimbangkan hal tersebut dan mendukung penuh agar terus dikembangkannya Vaksin Nusantara, dengan berbagai aspek pertimbangan, yang salahsatunya menghemat Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN).
  3. Menolak Terawan Agus Putranto sebagai Duta Besar Spanyol, agar Terawan dapat Fokus Mengembangkan Vaksin sebagai karya anak bangsa.

Demikian Pernyataan Sikap Kornas-Jokowi terkait Vaksin Nusatara yang dikembangkan oleh putra-putri terbaik bangsa Indonesia tersebut, khususnya dibidang kesehatan.

Jakarta 21 Feb 2021

Hormat Kami : Ketum Kornas-Jokowi, Abdul Havid Permana, Sekjen Kornas-Jokowi, Akhrom Saleh.

Vaknus Bermula dari Perintah Lisan Presiden

Sejumlah anggota Komisi IX DPR RI berkunjung ke Rumah Sakit Karyadi, Semarang, untuk mengetahaui kelanjutan pengembangan vaksin Covid-19 yang diberi nama Vaksin Nusantasa (Vaknus).

Vaknus mulai dikembangkan September tahun lalu, saat ini sudah sampai tahap uji klinis fase kedua. Vaknus adalah vaksin berbasis sel dendritik yang sebelumnya telah dikembangkan oleh AIVITA Biomedical Inc di California, Amerika Serikat.

Inisiator Vaknus, Terawan Agus Putranto, mengatakan, bila lolos semua tahap uji klinis di semua tahap dan mendapatkan izin dari Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI), Vaknus akan diproduksi secara massal.

“Bisa diproduksi hingga 10 juta dosis per bulan,” kata mantan Menteri Kesehatan itu seperti dilansir dalam keterangan pers diterima Selasa (16/02/2021).

Terawan juga mengatakan, Indonesia juga harus mampu memproduksi vaksin Covid-19.

“Kita harus punya kemampuan mandiri untuk membuat vaksin yang platform-nya individual,” ujarnya.

Pengembangan Vaknus melibatkan peneliti dari Universitas Gadjah Mada Yogyakarta, Universitas Negeri Sebelas Maret (UNS) Solo, Universitas Diponegoro Semarang dan RSPAD Gatot Soebroto Jakarta.

Vaknus direkayasa aman untuk segala usia, mulai dari anak-anak (di bawah 17 tahun) sampai usia di atas 60 tahun. Juga aman untuk orang yang memiliki penyakit penyerta (komorbid).

Menurut mantan Tenaga Ahli Menteri Kesehatan, Andi, pengembangan Vaknus bermula dari perintah lisan Presiden Jokowi ke Terawan Agus Putranto saat masih menjabat sebagai Menteri Kesehatan.

“Waktu itu Pak Terawan diperintah Presiden Jokowi untuk mendapatkan menvaksin Covid-19 yang aman bagi anak-anak dan pasien Covid-19 yang punya penyakit penyerta,” katanya.

Andi memaparkan, Presiden Jokowi memberi perintah pada Agustus 2020 dan satu bulan kemudian Terawan membentuk tim untuk mengembangkan Vaknus.

“Seperti kita tahu, saat ini Vaknus sudah sampai uji klinis tahap kedua,” katanya. *Kop.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here