Beranda MEGAPOLITAN Jakarta Banjir Terparah : Proyek “Jakarta Integrated Tunnel” Segera Dibangun

Jakarta Banjir Terparah : Proyek “Jakarta Integrated Tunnel” Segera Dibangun

53
0
BOD PT.AMJ saat diterima kepala staff Kepresidenan (KSP) jendral Purn TNI Moeldoko.

KopiPagi | JAKARTA : Banjir mengepung beberapa wilayah di Jakarta, Hal itu akibat curah hujan yang cukup deras mengguyur sejak dini hari tadi, Sabtu (20/02/2021). Ibukota dan daerah penyanggga benar-benar dikepung banjir. Bahkan beberapa titik di ruas jalan tol juga tergenang.

Wilayah yang dilaporkan tergenang banjir di antaranya adalah RW 02, RW 03, dan RW 015 Kelurahan Tegal Alur serta RW 03 Kelurahan Pegadungan, Kecamatan Kalideres Jakarta Barat.

Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Cengkareng di antaranya RW06 Kelurahan Cengkareng Barat, RW 015 Kelurahan Kapuk, RW 03 Cengkareng Timur, RW 02 dan RW 03 Rawabuaya serta RW 04 dan RW 05 Kembangan Utara, serta di wilayah Duren Sawit Jakarta Timur dan sekitarnya, terutama wilayah yang sepanjang Sungai Ciliwung seperti wilayah Cipinang Melayu sudah mencapai 4 meter serta di Pondok Gede juga sudah 4 meter.

Sementara itu, petugas Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jakarta mengeluarkan peringatan dini kepada masyarakat di sepanjang bantaran sungai agar mewaspadai potensi banjir, karena permukaan di pintu air Manggarai meningkat menjadi siaga 1.

Pemrakarsa proyek penanggulangan banjir DKI Jakarta yang bernama Jakarta Integrated Tunnel (JIT) PT.Antaredja Mulia Jaya (AMJ) melalui Komisaris Utamanya, Wibisono menyatakan bahwa banjir di Ibukota ini selalu terjadi dari tahun ke tahun. Musibah ini sangat merugikan masyarakat, maka solusinya adalah proyek JIT harus segera dibangun.

“Proyek Jakarta Integrated Tunnel (JIT) harus segera dibangun, karena ternyata sampai saat ini banjir di Jakarta selalu terulang dan terulang. Apapun alasannya, DKI tidak bisa menyerap curah hujan yang tinggi, kondisi banjir kali ini terparah sepanjang 5 tahun terakhir,” ujar wibisono kepada wartawan Jumat, (19/02/2021).

Perlu diketahui bahwa proyek senilai Rp 40 trilyun ini terdiri dari 4 fungsi yaitu penanggulangan banjir, jalan tol, bahan baku air minum dan menghasilkan listrik. Dan proyek ini sudah disetujui Presiden Jokowi untuk segera diimplementasikan.

Diungkapkan Wibisono, PT.AMJ pun sudah mengirimkan surat untuk mendapatkan rekomendasi dari Menko Perekonomian RI selaku Dewan Pengawasan Nasional dengan No.01/AMJ/VIII/2020, tanggal 25 Agustus 2020, perihal rekomendasi dari Dewan SDA Nasional atas gagasan untuk membangun proyek “Jakarta Integrated Tunnel” di Jakarta, dan sudah mendapatkan surat dari Dirjen SDA untuk mendapatkan rekomendasi dari Tim kordinasi Pengelolaan Sumber Daya Air (TKPSDA).

“Intinya hasil rapat terakhir di Kemenko Perekonomian, semua stakeholder yang diundang mendukung proyek ini, ” imbuhnya.

“Insyaallah diupayakan tahun ini bisa groundbreaking, kita juga sudah menandatangani kontrak kerjasama dengan investor dari Korea Selatan serta pernjanjian pokok dengan BUMN PT. Waskita Karya untuk mendukung proyek yang diklaim pertama kali di dunia ini,” pungkas Wibisono. M. Rozi/Kop.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here