Beranda KANDIDAT Yunan Harjaka, Pelopor WBK yang Kini Jadi Sesjampidum Kejaksaan Agung

Yunan Harjaka, Pelopor WBK yang Kini Jadi Sesjampidum Kejaksaan Agung

103
0
Yunan Harjaka SH MH jabat Sekretaris Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Sesjampidum) Kejagung

KopiPagi | JAKARTA : Jaksa Agung Dr ST Burhanuddin SH MH menunjuk Yunan Harjaka SH MH menjadi Sekretaris Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Sesjampidum) Kejaksaan Agung (Kejagung). Promosi itu tertuang dalam Surat Keputusan (SK) Jaksa Agung Burhanuddin Nomor 28 Tahun 2021 tertanggal 8 Pebruari 2021.

“Saya siap melaksanakan amanah, tugas dan tanggung jawab sebagaimana yang diberikan oleh pimpinan Kejaksaan Agung,” ujar Yunan Harjaka kepada koranpagionline.com, kemarin.

Sebelumnya Yunan Harjaka menduduki jabatan sebagai Inspektur I pada Jaksa Agung Muda Pengawasan (Jamwas) Kejaksaan Agung. Jabatan ini disandangnya sejak Desember 2020, dimana sebelumnya Yunan adalah Direktur Tindak Pidana Terorisme dan Lintas Negara pada Jaksa Agung Muda Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung yang dijabatnya sejak Januari 2020.

Keputusan Jaksa Agung Burhanuddin menunjuk Yunan Harjaka sebagai Sesjampidum Kejagung itu, disambut gembira penuh antusias para jaksa dan pegawai tata usaha pada satuan kerja Jaksa Agung Muda Bidang Pidana Umum (Jampidum) Kejaksaan Agung.

Bagaimana tidak, selain populis dengan para jaksa dan pegawai tata usaha, Yunan juga dikenal sebagai pekerja keras, disiplin, berdedikasi dan penuh loyalitas. Itu dibuktikan Yunan saat menjabat Direktur Tindak Pidana Teroris dan Lintas Negara pada satuan kerja Jampidum Kejagung (Januari hingga Desember 2020).

Meski disibuki dengan berbagai penanganan perkara tindak pidana teroris, Yunan jugalah yang mempelopori, berjibaku dan berkoordinasi dengan bidang lain pada satuan kerja Jampidum Kejagung melakukan perubahan dan pembenahan, terutama dalam pelayanan publik, sehingga tercipta rasa nyaman dan aman dalam pelayanan publiknya.

Alhasil, satuan kerja Jampidum Kejagung pada tahun 2020 meraih predikat zona integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dari pemerintah melalui Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB).

“Mempertahankan predikat WBK lebih berat dari pada meraih predikat itu sendiri, apalagi tahun 2021 satuan kerja Jampidum Kejagung juga bertekad meraih predikat zona integritas Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM),” kata Yunan Harjaka.

Perjalanan karir Yunan Harjaka mulai moncer saat ditunjuk sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Kepulauan Riau (Kepri) pada November 2016, setelah selama 4 bulan menjadi Wakil Kepala Kejaksaan Tinggi (Wakajati) DKI Jakarta.

Sesaat setelah memegang tampuk pimpinan sebagai Kajati Kepri, Yunan Harjaka langsung tancap gas mengumpulkan seluruh jajarannya dan menyatukan tekad untuk mewujudkan Provinsi Kepulauan Riau bersih dari korupsi.

“Saya tidak ragu sedikitpun melakukan penegakan hukum, memberantas korupsi demi menyelamatkan keuangan negara untuk kemakmuran dan kesejahteraan rakyat, bangsa dan Negara yang kita cintai ini,” ucap Yunan dalam suatu kesempatan berbincang-bincang dengan koranpagionline di Tanjung pinang.

Sesjampidum Kejagung, Yunan Harjaka SH MH

Melakukan penegakan hukum pemberantasan korupsi dilakoni Yunan Harjaka tanpa pandang bulu. Sejumlah kasus korupsi di bumi melayu itu dibongkarnya. Salah satu yang paling fenomenal adalah ketika Kejati Kepri membongkar kasus korupsi di Kabupaten Natuna tahun anggaran 2011-2015 yang melibatkan 2 mantan bupati dan sejumlah pejabat teras di Kabupaten Natuna, kepulauan Riau.

Tak cuma itu, sikap tegas Yunan Harjaka pun dirasakan jajaran Kejati Kepri. Suami dari Ny Amiek Wulandari ini tidak segan-segan mengambil tindakan tegas terhadap jajarannya yang melakukan perbuatan menyimpang. Salah seorang jaksa pun dipenjarakannya karena melakukan perbuatan menyimpang.

Setelah hampir 2 tahun bertugas di Kepri, pada Maret 2018 Yunan Harjaka mendapat tugas baru sebagai Direktur Teknologi Informasi dan Produksi Intelijen pada Jaksa Agung Muda Intelijen (Jaminel) Kejaksaan Agung.

Di tempat tugasnya yang baru ini, Yunan Harjaka menggelar program Tabur (Tangkap Buronan) 311 yakni sebuah program yang “mewajibkan” kantor-kantor kejaksaan tinggi di seluruh Indonesia menangkap 1 buronan setiap bulannya,

Program Tabur 311 ini menuai hasil yang memuaskan. Ratusan buronan, baik yang berstatus tersangka, terdakwa maupun terpidana dari berbagai pelaku kriminal, berhasil diringkus aparat kejaksaan di bawah komando Yunan Harjaka.

Sukses bertugas sebagai Direktur Teknologi Informasi dan Produksi Intelijen pada Jamintel Kejagung, pada Juni 2019 Yunan Harjaka mendapat promosi sebagai Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Jawa Tengah.

“Sebagai seorang jaksa, dimanapun ditugaskan sudah seharusnya berbuat yang terbaik untuk institusinya,” ucap Yunan, ***

Pewarta : Syamsuri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here