Beranda BIVEST Permudah Penyaluran KUR, Direktur Pembiayaan Pertanian Gandeng BSI

Permudah Penyaluran KUR, Direktur Pembiayaan Pertanian Gandeng BSI

287
0
Direktur Pembiayaan Ditjen PSP Kementan, Ir. Indah Megahwati saat menerima sejumlah pejabat BSI.

KopiPagi | JAKARTA : Dalam rangka percepatan realisasi KUR Sektor Pertanian, Indah Megahwati selaku Direktur Pembiayaan Pertanian pada Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Kementerian Pertanian, menggandeng Bank Syariah Indonesia (BSI) dan sejumlah Offtaker komoditas pertanian.

Pertemuan berlangsung  di rumah dinas Ir. Indah Megahwati, Direktur Pembiayaan Direktorat Jenderal (Ditjen) Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP) Kementerian Pertanian (Kementan) di Jagakarsa Jakarta Selatan, Rabu (17/02/2021). Hadir dalam pertemuan tersebut BSI diwakili oleh Lis Febrina selaku Development Head Government Institutional Relationship Department Funding & Digital Banking Division beserta beberapa stafnya, John Tarigan dari Garda Bio Nusantara dan Dirut PT Inovasi Desa Nusantara, Sholikin.

Seperti diketahui, Bank Syariah Indonesia (BSI) baru berdiri pada tanggal 1 Februari 2021, dengan merger antara Bank Syariah Mandiri (BSM), BNI Syariah, dan BRI Syariah.

Pertemuan itu diantaranya membahas mengenai penyaluran KUR Sektor Pertanian. Indah menggaet BSI agar segala bentuk fasilitasi pembiayaan untuk petani, peternak, pekebun dan pelaku agribisnis lainnya dapat dipilih sesuai dengan keinginan masing-masing calon debiitur.

“Kalau masyarakat mau KUR yang konvensional bisa diajukan ke BRI, BNI, Mandiri dan Bank lain. Tetapi jika ingin model pembiayaan yang syariah, kami sudah menyediakan penyalurnya, yaitu Bank Syariah Indonesia” terang Indah di Solo saat dikonfirmasi koranpagionline.com, Kamis (18/02/2021) siang.

Pada pertemuan tersebut, BSI diwakili oleh Lis Febrina selaku Development Head Government Institutional Relationship Department Funding & Digital Banking Division sudah siap selaku bank penyalur KUR pertanian untuk melayani pengajuan KUR para petani di seluruh Indonesia.

Sementara itu, Johny Tarigan dari Garda Bio Nusantara (GBN) menjelaskan bahwa pihak GBN sebagai pendamping kelompok tani dan Gapoktan yang akan mengawal rencana definitif kebutuhan kelompok (RDKK) bagi petani yang akan mengajukan KUR.

“Para petani yang akan mengajukan program KUR Pertanian akan lebih mudah tanpa ribet karena kami dari GBN dan Offtaker akan mendampingi debitur mulai proses hingga musim tanam. Bahkan, mulai dari hulu sampai hillir kami melakukan pendampingan,: tandas Johny.

Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama PT Inovasi Desa Nusantara (Inovesa). Sholikin menyampaikan bahwa Inovesa siap menjadi Offtaker pertanian untuk Bank Syariah Indonesia. Hal ini selaras dengan visi Inovesa yaitu untuk pengembangan dan pemberdayaan masyarakat pedesaan, salah satunya adalah dengan ikut mendorong kesejahteraan petani. *Kop

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here