Beranda REGIONAL Terkena Proyek Kilang Minyak di Tuban : Warga Desa Bareng-bareng Borong Mobil

Terkena Proyek Kilang Minyak di Tuban : Warga Desa Bareng-bareng Borong Mobil

52
0
Warga desa di Kabupaten Tuban Jatim, bareng-bareng memborong mobil setelah menerima ganti rugi proyek Kilang Minyak, Foto : Ist.

Kopipagi | TUBAN : Desa Sumurgeneng, Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, ujug-ujug, tiba-tiba, sekonyong-konyong menyandang Kampung Miliader. Betapa tidak, ada 280 warga desa yang berprofesi sebagai petani tulen mendadak sontak jadi kaya raya. Pasalnya, desa mereka terkena proyek kilang minyak Grass Roof Refinery (GRR) Tuban.

Tidak tanggung-tanggung warga desa yang terkena proyek Kilang Minyak di Tuban itu rata-rata terima ganti untung (bukan ganti rugi) milyaran rupiah. Hanya segelintir yang menerima nomimal jutaan rupiah. Saking senangnya, terlebih di tengah pandemi Covid-19, di tengah himpitan ekonomi yang sulit, warga desa mengekspresikan dengan membeli mobil baru dan bekas.

Dan anehnya, mereka bareng-bareng borong mobil di show room mobil. Video aksi borong mobil yang diunggah itu seketika viral dan membuat geger warganet di media sosial (Medsos). Memang bukan berarti uang mereka dihabiskan untuk membeli mobil. Itu pun masih tersisa banyak. Padahal sebagian besar warga yang terdampak proyek, selain membeli mobil juga membeli tanah di wilayah lain dari desanya.

Kepala Desa Sumurgeneng, Gihanto, mengatakan bahwa semua warga terdampak telah setuju lahan mereka dipakai lokasi kilang minyak. Semua warga terdampak juga sudah menerima uang ganti rugi setelah keluar penetapan konsinyasi dari pengadilan.

“Harga ganti rugi lahan disini sekitar Rp600 ribu dan tertinggi Rp800 ribu per meter persegi,” katanya dikonfirmasi wartawan pada Selasa (16/02/2021).

Menurut penuturan Gihanto, rata-rata warga menerima ganti rugi sebesar Rp8 miliar. Yang tertinggi sebesar Rp28 miliar. Namun ada pula yang menerima uang ganti rugi hanya Rp35 juta.

 “Paling banyak sekitar Rp 28 miliar, itu orang Surabaya yang sudah lama memiliki lahan di sini,” ujarnya.

Biasanya masyarakat yang terkena proyek semisal jalan Tol dan lainnya, diwarnai keributan dan menolak dengan harga yang ditawarkan. Tapi berbeda dengan warga masyarakat di Tuban ini. Mereka kompak menerima pembebasan lahan untuk Kilang Minyak. Begitu pula dengan harga lahan sudah mereka sepakati.

“Warga kami tak ada yang gundah. Semua yang terdampak bungah menerima uang ganti rugi cukup besar. Umumnya warga membeli mobil. Terhitung ada 176 unit mobil baru berbagai jenis yang dibeli warga dalam waktu bersamaan. Itu di luar pembelian mobil bekas. Sebagian uangnya juga dibelikan warga untuk membeli tanah lagi di tempat lain dan merenovasi rumah. Kalau untuk usaha sangat kecil atau minim. Rata-rata mereka ingin menikmati dulu,” kata Gihanto.

Salah satu warga, Mulyadi, mengaku bahwa ia dan beberapa temannya satu desa sudah menerima uang ganti rugi dari proyek kilang minyak. Ia juga mengamini bahwa uang ganti rugi itu sebagian dibelikan mobil baru, ada juga yang membeli mobil bekas.

Proyek kilang minyak di Kecamatan Jenu, Tuban, di atas lahan seluas kira-kira 900 hektare. Pembangunan kilang menghabiskan dana USD15 miliar-USD16 miliar atau setara Rp225 triliun. Dari luas lahan itu, sebanyak 529 lahan milik warga di tiga desa di kecamatan terdampak proyek, yaitu di Desa Wadung, Kaliuntu, dan Desa Sumurgeneng. *Kop.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here