Beranda BIVEST Ditjen PSP Kementan Targetkan Permodalan Budidaya Alpukat Pameling Malang Rp 300 M

Ditjen PSP Kementan Targetkan Permodalan Budidaya Alpukat Pameling Malang Rp 300 M

143
0
Direktur Pembiayaan Ditjen PSP Kementan, Ir. Indah Megahwati bersama anggota Komisi IV DPR RI, Mindo Sianipar memanen alpukat Pameling di Malang Jatim.

KopiPagi | MALANG : Tim Kunjungan Kerja Komisi IV DPR RI Mindo Sianipar melakukan kunjungan ke Kabupaten Malang, guna menyerap aspirasi dari sejumlah petani terkait usaha dan budidaya hortikultura alpukat, Senin, (15/02/2021). Pada kesempatan itu, politikus senior dari fraksi PDIP tersebut ditemani Direktur Pembiayaan Pertanian Ditjen PSP, Ir. Indah Megahwati, MP.

Ir. Indah Megahwati saat menanam pohon alpukat Pameling di Kabupaten Malang.

Agenda kunjungan tersebut menemui kelompok tani Karya Makmur 2 dari Gapoktan Nakulo di Desa Wonorejo Kecamatan Lawang.  Pada kegiatan tersebut dilakukan penanaman alpukat oleh Anggota Komisi IV DPR RI dan Direktur Pembiayaan Pertanian. Selain kelompok tani, hadir pula tim dari Paranusa Group. Paranusa adalah perusahaan yang bergerak mulai dari pembibitan, budidaya, buah segar, produk olahan, dan investasi alpukat Pameling.

Alpukat Pameling dipilih sebagai komoditas selain dikarenakan produktivitasnya yang tinggi. Sebab, tidak mengenal musim dan hampir sepanjang tahun dapat berbuah, sehingga dapat panen raya dua kali dalam setahun. Pameling juga berbuah secara bergerombol dengan kehalusan daging sebesar 80% – 99% dan tidak berserat serta memiliki kadar air yang tinggi.

Keunggulan lain yang dimiliki komoditas ini adalah rasanya yang manis dan memiliki kandungan minyak yang besar, sehingga memiliki potensi yang besar untuk industri bahan baku obat dan kosmetik.

Bibit pohon alpulat Pameling yang jadi andalan petani budidaya alpukat di Kabupaten Malang Jatim.

Indah menyampaikan bahwa untuk permodalan budidaya usaha tani alpukat ini dapat difasilitasi dengan KUR sektor pertanian. “Kalau bisa, kita targetkan pembiayaan alpukat ini sebesar 300 miliar rupiah dari KUR,” ujar Indah.

Alokasi KUR Pertanian untuk tahun ini cukup tinggi, yaitu sebesar Rp 70 triliun. Adapun realisasi per tanggal 15 Februari 2021 sudah mencapai Rp 5,7 triliun dengan rincian, tanaman pangan sebesar Rp. 1.4 triliun, perkebunan sebesar Rp 2 triliun, peternakan sebesar Rp 1.08 triliun dan hortikultura Rp 780 miliar.

Karenanya Indah mendorong pelaku umkm sektor pertanian yang ada di Malang ini untuk segera mengakses pembiayaan melalui KUR tersebut.  *Kop/Rivo.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here