Beranda LIFE Menag : 50 Ribu Penyuluh Agama Disiapkan Jadi Agen Moderasi Beragama

Menag : 50 Ribu Penyuluh Agama Disiapkan Jadi Agen Moderasi Beragama

380
0
Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas serahkan buku moderasi beragama kepada Ustadz Das'ad Latif

KopiPagi | JAKARTA : Menteri Agama sambut baik keinginan Ustaz Das’ad Latif untuk mendirikan rumah moderasi. Hal itu dia lakukan untuk ikut menjawab tantangan kehidupan beragama di Indonesia.

“Kita akan bantu semampu dan sekuatnya untuk rumah moderasi ini terwujud,” kata Menag Yaqut Cholil Qoumas, menyambut ide yang disampaikan tamunya di kantor Kementerian Agama Lapangan Banteng, Jakarta, Rabu (10/02/2021)

Menurut Gus Menteri, kehadiran rumah moderasi ini sejalan dengan pesan yang disampaikan Presiden Joko Widodo kepadanya untuk terus memperkuat moderasi beragama.

“Nanti akan dikolaborasikan dengan rumah moderasi yang sudah ada di kampus-kampus Perguruan Tinggi Keagamaan,” tutur Gus Menag.

Menag mengaku bahwa kata moderasi beragama digagas oleh mantan Menteri Agama Lukman Hakim Saifuddin. Menag juga menilai bahwa ceramah Ustaz Das’ad selama ini sejalan dengan semangat moderasi. Bahkan, Ustaz Das’ad cocok dijadikan salah satu ikon untuk menggaungkan moderasi beragama.

Gus Menteri berharap, keberadaan rumah moderasi dapat meredam gejolak di masyarakat, agar agama tidak dipolitisir. Saat ini, ada 50 ribu penyuluh agama yang tersebar di seluruh Indonesia yang disiapkan sebagai agen moderasi beragama.

“Harus bergerak cepat, waktunya pendek tidak sampai dua tahun. Diperkirakan tahun 2023 sudah mulai terjadi gejolak politik. Kalau tidak bergerak cepat maka akan ada pihak-pihak yang menggunakan agama sebagai alat politik. Tahun 2023 adalah waktu pendaftaran,” kata Menag.

Dalam kesempatan itu, Gus Menteri menyerahkan buku Moderasi Beragama kepada Ustaz Das’ad Latif.

Ustaz Das’ad mengatakan, rumah moderasi ini mengedepankan toleransi antar umat beragama. Nantinya, rumah moderasi terbagi atas ruang tamu yang akan dikunjungi tamu-tamu dari berbagai agama.

“Di ruang tamu ini, kami menerima pertanyaan-pertanyaan tentang toleransi beragama, seperti pertanyaan ekstremisme, kerukunan, dan sebagainya. Sedangkan ruang lainnya, ada ruang anak, ruang curhat, ruang halal,” ujarnya.

“Jika ide ini dianggap bagus, kami berharap adanya dukungan dari Menag dan juga meneruskannya ke Presiden. Kami ingin mengedepankan tentang Islam yang Rahmatan Lil Alamin,” tutur Ustadz Das’ad. Otn/Kop.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here