Beranda HUKRIM SMPN 5 Ungaran Dibobol Maling : 20 Unit Komputer & 1 Unit...

SMPN 5 Ungaran Dibobol Maling : 20 Unit Komputer & 1 Unit Laptop Raib

321
0
Kepala SMPN 5 Ungaran Murtiningsih di Ruang Lab 1 IT yang 8 komputer disikat maling. (Foto Heru Santoso)

KopiPagi | UNGARAN : Sebanyak 20 unit komputer yang merupakan bantuan dari Kementrian Pendidikan dan Dinas Pendidikan Kabuppatn Semarang Tahun 2019 di SMP Negeri 5 Ungaran, Kecamatan Ungaran Timur, Kabupaten Semarang hilang digasak maling pada Minggu (07/02/2021) sekitar pukul 02.00 WIB.

Pencurian di SMP Negeri Ungaran tersebut baru diketahui paginya sekitar pukul 03.15 WIB oleh Joko Santoso (penjaga sekolah) usai menunaikan sholat. Kejadian itu langsungdilaporkan ke kantor polisi setempat.

Kepala SMPN 5 Ungaran Murtiningsih tunjukkan jendela yang dicongkel maling untuk masuk Ruang Lab IT – Komputer. Foto Heru Santoso)

Sebanyak 20 unit komputer tersebut terdiri dari 12 unit kumputer merupakan bantuan Kementrian Pendidikan dan 8 unit PC bantuan dari Dinas Pendidikan Kabupaten Semarang. Komputer tersebut berada di dua Ruang Laborat IT yang bersebelahan. Selain itu, 1 unit laptop juga ikut dibawa kabur pelaku yang diduga lebih dari dua orang.

Kepala SMP Negeri 5 Ungaran, Dra Murtiningsih MPd menjelaskan, bahwa hilangnya komputer tersebut baru pada Senin (08/02/2021) pagi sekitar pukul 03.15 wib oleh Joko Santoso (penjaga sekolah). Saat itu penjaga sekolah usai melaksanakan sholat di mushola yang berada di belakang ruang komputer.

“Pagi itu usai sholat, penjaga sekolah Pak Joko Santoso kaget melihat pintu ruangan Lab IT dalam keadaan terbuka. Lalu, Pak Joko menengoknya, ternyata beberapa komputer sudah hilang. Begitu juga, beberapa komputer di Ruang Lab IT di sebelahnya juga sama dibawa kabur maling. Dari sini, kemudian menjaga sekolah langsung melaporkannya kepada saya,” terang Murtiningsih kepada koranpagionline.com, ketika ditemui di sekolah, Senin (08/02/2021).

Mendapat laporan penjaga sekolah, dirinya yang sampai di sekolah langsung melakukan pengecekan melalui rekaman CCTV. Dari hasil rekaman CCTV di sekolah, diketahui pelaku ada tiga orang dengan memakai masker sehingga wajahnya tidak begitu jelas. Selain itu, terekam juga awal masuk Ruang Lab IT, pencuri dngan mencongkel jendela dan melepaskan tralis di jendela itu dan menaruhnya dibawah jendela dan tertutup triplek bekas.

Berhasil masuk ruangan, pencuri langsung mencopoti kabel-kabel komputer tersebut dan mengangkutnya ke luar ruangan sekitar pukul 03.15 wib. Bahkan, saat pelaku membawa komputer hasil curian keluar dari ruangan terlihat jelas pada rekaman CCTV. Dari hasil rekaman CCTV inilah, akhirnya langsung melaporkannya ke Polsek Ungaran dan Polres Semarang.

“Pelaku pencurian membawa hasil curian keluar dari lingkungan sekolah lewat belakang dengan berjalan kaki dan ada bekas telapak kaki di belakang ruangan kelas yang dijadikan jalan para pelaku. Usai mencuri komputer di Ruang Lab 2 IT pelaku menutup kembali pintu ruangan namun tidak dikunci. Dari ruang ini, pencuri berhasil membawa kabur 12 unit komputer yang merupakan bantuan Kementrian Pendidikan,” jelasnya.

Belum puas menyikat komputer di Ruang Lab 2 IT, pencuri masuk Ruang Lab 1 IT dan berhasil membawa kabur sebanyak 8 unit PC bantuan dari Dinas Pendidikan Kab Semarang serta sebuah laptop. Dari pencurian komputer itu, barang bukti diduga milik pelaku yang dapat diamankan adalah celana pendek jeans yang masih basah. Karena, saat pencurian berlangsung, wilayah Kalongan, Ungaran Timur diguyur hujan deras.

Kepala SMPN 5 Ungaran Murtiningsih di Ruang Lab 2 IT yang 12 komputer disikat maling. (Foto Heru Santoso)

Ditambahan, kasus pencurian di SMP Negeri 5 Ungaran ini sudah yang keempat kalinya. Sejak dirinya menjadi kepala sekolah, kejadian ini yang pertama kalinya dan keempat kalinya menimpa sekolah ini. Sejak awal pencurian, selalu komputer yang menjadi incaran pencuri. Diduga pencuri masuk lingkungan sekolah lewat bagian belakang sekolah. Pasalnya, batas bangunan sekolah di bagian belakang itu langsung berbatasan dengan persawahan dan sekolah belum membuat pagar pembatas. Sehingga, siapapun bebas masuk lingkungan sekolah.

“Yang jelas, setelah kita laporan ke kepolisian, tadi sudah ada sejumlah petugas dari Polsek Ungaran dan Polres Semarang yang melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) dan meminta keterangan sejumlah saksi. Harapan kami, para pelakunya dapat segera tertangkap. Untuk sementara, dengan hilangnya 20 unit komputer tersebut proses belajar di rumah (PBR) akan sedikit terganggu,” tandasnya. ***

Pewarta : Heru Santoso.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here