Beranda NASIONAL Fixpoll Indonesia, Anas RA : Demokrat Diuntungkan Jenderal Moeldoko

Fixpoll Indonesia, Anas RA : Demokrat Diuntungkan Jenderal Moeldoko

58
0
Direktur Eksekutif Fixpoll Indonesia Anas, RA

KopiPagi | JAKARTA : Pekan pertama februari 2021, kabar politik nasional kembali membara, kali ini menerpa isu rencana menumbangkan (kudeta) kepemimpinan AHY sebagai Ketua Umum DPP Partai Demokrat. Padahal AHY baru 11 bulan memimpin partai berlambang mercy tersebut.

Tepat pada hari senin 1 Februari 2021, AHY melakukan konfrensi pers terkait adanya gerakan kudeta terhadap dirinya. Disaat bersamaan sejumlah tokoh internal dan eksternal Partai pun disebut yang melakukan upaya kudeta dirinya sebagai Ketua Umum DPP Partai Demokrat.

Direktur Eksekutif Fixpoll Indonesia Anas, RA berpendapat bahwa dinamika Partai Demokrat adalah sesuatu yang biasa terjadi di tubuh partai, Kejadian yang menimpa Partai Demokrat ada 3 kemungkinan: Pertama, ada Kekecewaan internal terhadap Kepemimpinan AHY boleh jadi ada Kader tak di usung di pilkada 2020 kemarin. Kedua, Ada Upaya Mendorong Pergantian Pimpinan Partai dengan dalil AHY terlalu Eksklusif ditemui, Komunikasi Terlalu Retorik. Ketiga, Ada Pihak Kader yang ingin memanfaatkan tokoh Eksternal untuk ikut terlibat dalam Kisruh Partai Demokrat.

Anas menambah kan, Demokrat diuntungkan oleh Jenderal Moeldoko, karena Beliau Adalah Salah satu orang dengan dijajaran Kabinet Jokowi-Amin, sehingga di representasikan sebagai wakil Istana, Padahal personil Kabinet Indonesia Maju Ada unsur Partai dan Unsur Profesional, sedangkan Jenderal Moeldoko dari unsur Profesional, sehingga gerakan politik Jenderal Moeldoko adalah repredentase dirinya.

Hanya karena Moeldoko Melekat Jabatannya sebagai Kepala Staf Kepresidenan, maka kedengarannya hampir semua sikap dan gerakan Jenderal moeldoko disematkan Pihak Istana.
Situasi saat ini Malah justru Partai Demokrat di untungkan oleh Jenderal Moeldoko.

“Kan kemarin sudah ada kelompok internal demokrat yang sudah bikin gaduh ingin KLB, Ada Kelompok Internal yang mengkritik sistem pemilihan Ketua Umum yang tidak berjalan sebagaimana mestinya, karena tokoh kemarin tak sekaliber Jenderal Moeldoko, maka kurang menarik dimata publik. Kisruh partai Demokrat ini menjadi Seksi karena Jenderal Meoldoko sebagai Kepala Staf Presiden. Sehingga saat ini AHY sedang di uji kepiawiannya sebagai ketua umum dalam menjaga solidaritas dan loyalitas Pengurus dan kader partainya,” pungkas  Anas. *Kop.

Pewarta : M. Rozi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here