Beranda KANDIDAT Kemendagri Tunda Pelantikan Orient Riwu P Kore Bupati Terpilih Kab. Sabu Raijua

Kemendagri Tunda Pelantikan Orient Riwu P Kore Bupati Terpilih Kab. Sabu Raijua

58
0
Dr. Orient P Riwu Kore berjenggot putih.

KopiPagi | JAKARTA : Direktur Jenderal (Dirjen) Otonomi Daerah (Otda), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Akmal Malik mengatakan, pihaknya sudah menerima sejumlah masukan terkait pelantikan Bupati Terpilih Kabupaten Sabu Raijua, Orient P. Riwu Kore yang menjadi sorotan karena masih berstatus warga negara Amerika Serikat (AS). 

“Kami sudah rapat bersama KPU RI dan Bawaslu RI. Hadir juga Dirjen Polpum, Dirjen Dukcapil, Kapolda NTT, dan juga ada Stafsus Mendagri.  Untuk apa? Kami mencermati usulan yang disampaikan oleh Bawaslu, yang memberikan saran atas polemik yang terjadi di Sabu Raijua. Bawaslu mengusulkan kepada KPU untuk dilakukan penundaan pelantikan. Tentunya usulan Bawaslu ini menjadi bahan laporan bagi kami kepada pimpinan, Bapak Menteri, agar nanti mengambil keputusan yang tepat,” kata Akmal, Kamis (04/02/2021) kemarin.

Akmal menyampaaikan, para pejabat terkait, dalam kesempatan tersebut memberikan masukan berdasarkan perspektif yang hampir sama. Meski demikian, pihaknya mengaku akan menghormati proses demokrasi dan fakta hukum di lapangan, sehingga keputusan Mendagri tidak akan menimbulkan persoalan di kemudian hari.

“Kami menghormati proses demokrasi yang terjadi di Kabupaten Sabu Raijua, tetapi ketika ada fakta hukum yang terjadi sekarang, kita juga harus memperhatikan ini sebagai sebuah langkah yang harus kita antisipasi agar nanti ketika proses Pilkada ini selesai dan bermuara pada pengesahan penetapan pasangan calon melalui keputusan Mendagri, tidak menimbulkan persoalan di kemudian hari,” jelasnya.

Dengan demikian, Kemendagri masih menunggu konfirmasi dari otoritas maupun lembaga terkait yang memiliki kewenangan untuk menentukan status kewarganegaraan Orient P Riwu Kore berdasarkan fakta hukum. Meski demikian, usulan Bawaslu akan menjadi opsi yang dipertimbangkan.

“Nah kami tentunya harus konfirmasi ulang kepada lembaga atau otoritas yang memiliki kewenangan untuk memastikan kewarganegaraan ini. Solusi yang ditawarkan oleh Bawaslu menjadi opsi yang akan kami jadikan pertimbangan kepada Bapak Menteri untuk diambil. Tetapi sekali lagi bahwa proses ketetapan, apakah kewarganegaraan adalah WNI atau WNA kami serahkan sepenuhnya nanti kepada otoritas yang berwenang,” jelas Akmal.

Diketahui, masa jabatan Bupati Sabu Raijua masa bakti 2015-2020 akan berakhir pada 17 Februari 2021. Untuk itu, Kemendagri juga akan berkoordinasi dengan lembaga terkait, sehingga diharapkan kebijakan akan diambil sebelum tenggat waktu masa jabatan habis.

“Kemendagri memiliki perhatian dan mencermati permasalahan ini dan segera mengambil keputusan dengan langkah yang tepat. Sekali lagi kami menghormati demokrasi, tapi ada fakta hukum yang harus kami hormati, sehingga langkah-langkah ini akan menjadi sebuah kebijakan yang nanti akan diambil oleh Bapak Menteri dalam waktu sebelum tanggal 17 Februari,” pungkasnya.

Ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Sabu Raijua, Kirenius Padji, menyerahkan keputusan untuk melantik atau tidaknya Bupati terpilih, Orient P Riwu Kore, kepada Kemendagri.

“Tugas KPU sudah selesai mengusulkan ke DPRD untuk proses pengesahan dan pelantikan. Jadi tugas KPU sudah selesai. Proses pelantikan bukan ranah KPU, tapi ranah Kemendagri,” kata Kirenius kepada Tempo, Rabu, 3 Februari 2021.

Kirenius mengatakan, status kewarganegaraan Orient baru diketahui pada 1 Februari 2021. Sementara, kata dia, proses pencalonan kepala daerah telah dilakukan sejak September 2020 dan proses penetapannya pada 23 Januari 2021.

Pada proses pencalonan, Kirenius memastikan bahwa Orient telah melengkapi dokumen persyaratan. Salah satunya berupa KTP elektronik Orient yang merupakan warga Kota Kupang. *Kop.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here