Beranda BIVEST BPOM Semarang Siap Pendampingan Pelaku UMKM ‘Kerupuk Karak’ di Salatiga

BPOM Semarang Siap Pendampingan Pelaku UMKM ‘Kerupuk Karak’ di Salatiga

71
0
Walikota Salatiga H Yuliyanto SE MM saat menerima kunjungan Kepala BPOM Semarang di rumah dinasnya. (Foto Heru Santoso)

KopiPagi | SALATIGA : Walikota Salatiga H Yuliyanto SE MM menerima kunjungan Kepala Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Semarang I Gusti Ayu Adhi Aryapatni pada Kamis (04//02/2021), kunjungan ini dalam rangka memperkuat sinergitas dan kerjasama terkait dengan pengawasan gerakan keamanan pangan desa di Kota Salatiga.

Kepala BPOM Semarang I Gusti Ayu Adhi Aryapatni menyatakan, bahwa tahun 2021 ini ada sejumlah program yang akan bekerjasama dengan Pemkot Salatiga. Diantaranya, program jajan pangan anak sekolah aman dan pasar. Dalam ‘Draft MoU’ akan ada pendampingan selama 10 bulan untuk ‘Sentra Kerupuk Karak’ di Kelurahan Kutowinangun Lor dan Gendongan, Kecamatan Tingkir, Kota Salatiga.

“Pendampingan yang akan dilakukan BPOM Semarang terkait dengan daya saing produk UMKM di Kota Salatiga. Ke depan harapannya dapat berkembang semakin baik, sehat dan aman untuk dikonsumsi. Khususnya dalam pembuatan kerupuk Karak yang sekarang ini masih menggunakan zat makanan boraks, hal ini dinilainya kurang terjamin serta dampaknya pada kesehatan. Nantinya, boraks atau bleng yang digunakan yang aman sodium tripolifosfat,” jelas I Gusti Ayu AA.

Menurutnya, poohaknya juga menggelar pelatihan dan dijamin dapat menghasilkan produk bagus serta tetap kenyal dan sehat dikonsumsi. Selain itu, juga ada 50 sekolah akan dijadikan uji coba bersama jajanan sehat bagi anak-anak. Dipilihnya Kota Salatiga ini karena banyak memiliiki komitmen dalam memberikan keamanan pangan bagi masyarakat. Selanjutnya akan memunculkan lokasi yang dapat dikembangkan sebagai destinasi wisata.

Sementara itu, Walikota Salatiga Yuliyanto menyatakan, Pemkot Salatiga siap untuk bekerjasama dalam mewujudkan makanan yang aman dan sehat bagi masyarakat bersama dengan BPOM Semarang. Selain ada pendampingan dari BPOM Semarang, juga diberikan bantuan kegiatan Rp 485 juta.

“Harapan kami, ini akan menjadi stimulan makanan yang beredar di pasaran sesuai standar dan sehat dikonsumsi.  Selain itu, dengan memiliki beragam makanan olahan produk warga Kota Salatiga, dan adanya pendampingan maka perekonomian warga akan semakin meningkat. Dan makanan olahan yang dihasilkan itu semakin aman dan sehat dikonsumsi,” tandasnya.  ***

Pewarta : Heru Santoso.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here