Beranda LIFE Pertama di Indonesia : Kejati Banten Dirikan Rumah Tahfidz Alquran Adhyaksa

Pertama di Indonesia : Kejati Banten Dirikan Rumah Tahfidz Alquran Adhyaksa

74
0
Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Banten, Dr Asep Nana Mulyana SH MH,

KopiPagi | SERANG : Jaksa Agung Burhanuddin dalam setiap kesempatan selalu menyampaikan bahwa aparatur kejaksaan sudah semestinya meningkatkan kualitas dan integritas moral yang tinggi dalam penegakan hukum demi terwujudnya rasa keadilan masyarakat di Indonesia.

Rumah Tahfidz Alquran Adhyaksa di Kejati Banten

Terkait dengan hal itu, Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Banten, Dr Asep Nana Mulyana SH MH, mengimplementasikannya dalam bentuk mendirikan Rumah Tahfidz Alquran Adhyaksa mengambil tempat di Masjid Al Mizan yang terletak di kompleks Kejaksaan Tinggi (Kejati) Banten di Jalan Raya Pandeglang KM 04, Serang, Banten.

Rumah Tahfidz Alquran Adhyaksa yang digagas oleh Kejati Banten, Asep Mulyana, dalam pelaksanaannya menggandeng Rumah Tahfidz Indonesia. Program ini, salah satuunya, adalah dengan menggelar Dauroh Alquran.

Dauroh Qur’an merupakan serangkaian kegiatan yang dikemas dengan target terukur dan sistematis serta dengan waktu yang relatif singkat. Program ini biasanya menawarkan target dapat menghafal Al-Qur’ang dalam waktug 40 hari, 50 hari dan 60 hari.

“Siapa saja boleh ikut program Dauroh Quran ini, termasuk anak-anak usia sekolah, dan semua biayanya ditanggung Kejati Banten,” ujar Asep Mulyana kepada koranpagionline.com, Selasa (12/01/2021).

Asep Mulyana mengatakan, Program Rumah Tahfidz Alquran Adhyaksa diluncurkan sebagai upaya untuk mendekatkan para pegawai yang beragama Islam, sehingga memiliki integritas moral dalam penegakan hukum di wilayah Banten.

“Seperti arahan Bapak Jaksa Agung, kita harus berintegritas dan berkomitmen menegakkan hukum dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), sehingga dengan mendekatkan diri kepada Al-Qur’an, harapan itu bisa terwujud,” kata Asep Mulyana.

Rumah Tahfidz Alquran Adhyaksa yang pertama didirikan di Indonesia, khususnya di lingkungan Kejaksaan.

Di sisi lain, Asep menambahkan, dengan semangat integritas para jaksa dan pegawai Kejati Banten diharapkan penegakan hukum di Banten bisa berjalan dengan baik. “Sehingga cita-cita menjadikan Kejaksaan sebagai cermin pemerintah terwujud,” ucapnya.

Berdasarkan catatan koranpagionline.com, program Rumah Tahfidz Alquran Adhyaksa Kejati Banten ini adalah satu-satunya program kejaksaan yang ada di Indonesia di samping program-program lainnya yang ada di Kejati Banten.

Program Rumah Tahfidz Alquran Adhyaksa Kejati Banten ini diharapkan menjadi pemantik atau trigger bagi instansi kejaksaan lainnya di Indonesia. “Setidak-tidaknya bagi institusi kejaksaan negeri di wilayah hukum Kejati Banten,” ujar Asep Mulyana. ***

Pewarta : Syamsuri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here