Beranda REGIONAL Optimalkan Kinerja : Kejari Wonosobo Raih Predikat Wilayah Bebas dari Korupsi

Optimalkan Kinerja : Kejari Wonosobo Raih Predikat Wilayah Bebas dari Korupsi

313
0
Kajari Wonosobo, Safrianto Zuriat Putra (tengah), bersama jajaran Kejari Wonosobo saat mengikuti Rakernas Kejaksaan RI Tahun 2020 yang digelar secara virtual

KopiPagi WONOSOBO : Berhasil membangun dan mengoptimalkan kinerja serta pelayanan publik yang bersih dan melayani kepada masyarakat, Kejaksaan Negeri (Kejari) Wonosobo, Jawa Tengah, berhasil meraih penghargaan predikat zona integritas Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).

“Alhamdulillah, Kejari Wonosobo berhasil meraih predikat WBK dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB),” ujar Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Wonosobo, Safrianto Zuriat Putra SH MH, kepada koranpagionline.com, Minggu (20/12/2020).

Pemerintah melalui Kemenpan RB mencanangkan program utama membangun kinerja unit kerja di setiap Kementerian/Lembaga (KL) yang transparan,  profesional, berintegritas dan pelayanan publik yang bebas dari korupsi.

Program pembangunan zona interitas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) dilaksanakan dengan mengembangkan 6 area perubahan, yaitu Manajemen Perubahan, Penataan Tatalaksana, Penataan Sistem Manajemen SDM, Penguatan Akuntabilitas Kinerja, Penguatan Pengawasa dan Peningkatan Kualitas Pelayanan Publik.

Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Wonosobo, Safrianto Zuriat Putra, sesuai dengan pengarahan Tim Reformasi Birokrasi Kejaksaan RI yang diketuai Wakil Jaksa Agung Setia Untung Arimuladi, jajaran Kejari Wonoso berkomitmen  mengimplementasikan dan mengaktualisasikan 6 area perubahan, termasuk program-program unggulan pelayanan masyarakat.

Sejumlah program unggulan diluncurkan Kejari Wonosobo dalam upaya meningkatan pelayanan publik yang berkualitas, tepat sasaran dan mudah dijangkau masyarakat di Kabupaten Wonosobo dan sekitarnya.

“Peningkatan pelayanan publik itu merupakan komitmen bersama seluruh jajaran Kejari Wonosobo,” ucap Safri.

Dalam hal pelayanan publik, misalnya, Kejari Wonosobo bekerjasama dengan aplikasi ojek online (Ojol) dalam pelayanan tilang dengan nama Delivery Tilang. Dalam program Delivery Tilang ini, masyarakat tidak perlu lagi ribet karena jauh dan butuh waktu untuk datang ke Kejari dan BRI untuk membayar denda dan biaya perkara.

Dengan Delivery Tilang pelanggar akan dilayani di rumah pelanggar tanpa harus ribet antri di Kejari, BRI dan butuh biaya serta waktu kalau datang ke Kejaksaan/BRI dan cukup membayar biaya pengantaran barang bukti tilang sebesar Rp.10.000 untuk seluruh wilayah di Kab Wonosobo.

Berdasarkan pengakuan masyarakat, program Delivery Tilang ini dirasakan manfaatnya karena tidak ribet, tidak perlu secara khusus datang yang memerlukan waktu dan biaya untuk sampai ke Kejari Wonosobo dan juga meningkatkan pendapatan bagi masyarakat yang bekerja di Ojol.

Lalu ada program Jaksa Menyapa, Kejari Wonosobo bekerjasama dengan radio Pesona FM Wonosobo yang secara live menayangkan Program BIJAK (Bincang dengan Jaksa) pada minggu ke 2 dan 4 setiap bulannya dengan tema sesuai dengan kondisi dan perkembangan di masyarakat.

Kejari Wonosobo juga memiliki program Jaka Sambung atau Jaksa Sambang Kampung. Program Jaka Sambung ini setiap hari Rabu para jaksa yang ditugaskan sesuai jadwal mengunjungi kecamatan/kampung/desa.

Saat melaksanakan program Jaka Sambung itu, aparat kejaksaan juga melayani sidang tilang di wilayah yang dikunjungi tersebut, sehingga masyarakat bisa membayar tilang dan menerima barang buktinya.

Program ini dinamakan Tempe Kemul atau tempat pelayanan kejaksaan melayani tilang. Pada kegiatan ini juga dilakukan penerangan atau penyuluhan hukum sekaligus pelayanan hukum kepada masyarakat.

Lalu ada program Mulih Mas atau Musyawarah Perselisihan di Masyarakat. Pada kegiatan Mulih Mas itu, jaksa memberikan solusi kepada masyarakat untuk melakukan musyawarah agar tidak semuanya harus melalui proses persidangan, baik perkara perdata maupun pidana. Artinya penyelesaian perselisihan diselesaiakan melalui musyawarah.

Kemudian program Rindu Mas atau Penerimaan Pengaduan Masyarakat. Rindu Mas dimaksudkan bahwa saat jaksa menyambangi kecamatan/kampung/desa tersebut menerima pengaduan dari masyarakat dan ditindaklanjuti dengan standar operasional prosedur (SOP) yang ada.

Kajari Wonosobo, Safrianto Zuriat Putra (kanan berdiri), bersama jajarannya saat desk evaluasi bersama jajarannya dengan Tim Kemenpan RB

Dalam kegiatan Mulih Mas dan Rindu Mas itu, jaksa juga membawa barang bukti yang telah inkracht (sudah berkekuatan hukum tetap-red) untuk dikembalikan kepada pemilik yang beralamat di kampung yang dikunjungi saat itu. Pengembalian ini pun tanpa ada biaya pengantaran alias gratis.

Berdasarkan hasil evaluasi oleh tim evaluator dari Kemenpan RB menyebutkan, program-program dan fasilitas yang disediakan Kejari Wonosobo memiliki nilai plus yang sangat bermanfaat bagi masyarakat di Kabupaten Wonosobo dan sekitarnya.

Kriteria dan hasil evaluai Kemenpan RB, jajaran Kejari Wonosobo mampu menjaga integritas dalam memberikan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat di Kabupaten Wonosobo.

Keterbukaan informasi publik secara online, sehingga pelayanan yang diberikan secara transparan dan dapat dimonitor langsung oleh masyarakat melalui layanan informasi publik yang tersedia secara online.

Atas dasar itulah, Kejari Wonosobo dinobatkan sebagai salah satu unit kerja yang berhasil meraih predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK).

Pada kesempatan itu, Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Wonosobo, Safrianto Zuriat Putra, menyampaikan terimakasih kepada Pemerintah Kabupaten Wonosobo, Forkopimda Wonosobo, stakeholder terkait dan masyarakat Kabupaten Wonosobo atas komitmen dan dukungannya kepada Kejari Wonosobo dalam membangun zona integritas menuju WBK.

“Insya Allah target selanjutnya di tahun 2021 jajaran Kejari Wonosobo bertekad meraih predikat zona integritas Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM),” tandas Safri.

Dalam catatan koranpagionline.com, prestasi yang sama juga pernah diukir pria kelahiran Aceh ini. Melalui kerja keras dan tangan dinginnya, Safri juga berhasil meraih predikat WBK saat menjadi Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Bangka Selatan tahun 2019.

“Semua itu berkat kerjasama seluruh jajaran yang dilaksanakan dengan kerja cerdas, kerja keras dan ikhlas tanpa pamrih,” tutur Safri. ***

Pewarta : Syamsuri

 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here