Beranda LIFE Dua Perempuan Pelopor Terima Penghargaan dari Bupati Semarang

Dua Perempuan Pelopor Terima Penghargaan dari Bupati Semarang

160
0
Bupati Semarang H Mundjirin serahkan penghargaan.

KopiPagi UNGARAN : Di masa pandemi Covid-19 sekarang ini, peran perempuan dalam berbagai aspek kehidupan sangat diperlukan, termasuk ikut menggerakkan warganya dalam berkarya di tengah pandemi Covid-19 ini, ini semua yang dilakukan untuk mematahkan penularan Covid-19 di tengah masyarakat.

Bupati Semarang H Mundjirin menyatakan, bahwa diakui atau tidak jika peran perempuan itu sangat vital dalam menggerakkan masyarakat agar tetap sehat dan produktif di masa pandemiCovid-19 ini. Meskipun sebagai ibu rumah tangga namun sangatlah berjasa dalam menjaga kesehatan keluarganya dalam mencegah Covid-19. Diantaranya yang selalu dilakukan perempuan adalah menyiapkan makanan bergizi untuk keluarganya maupun tetap setia menemani anak-anak di rumah.

“Yang jelas peran perempuan dalam mencegah penularan Covid-19 itu sangatlah vital. Ini terlihat dengan selalu menjaga kesehatan keluarganya melalui makanan untuk keluarganya yang selalu bergizi. Bahkan, membimbing dan menemani anak-anak untuk tetap di rumah saja,” ujar Mundjirin, disela penyerahan penghargaan kepada dua perempuan pelopor dalam rangkaian peringatan Hari Ibu ke 92 tingkat Kabupaten Semarang di Pendapa Rumah Dinas Bupati Semarang di Ungaran, kemarin.

Menurutnya, bahwa eksistensi perempuan dalam perjuangan bangsa akan terus ada dan berkelanjutan. Bahkan, sekarang ini telah banyak peneliti dan berbagai profesi penting lain dikuasai perempuan. Mereka berkiprah demi kemajuan dan kejayaan bangsa dan peran dan eksistensi ini harus tetap diakui dan mendapat penghargaan yang layak.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan Perlindungan Anak dan KB (DP3AKB) Kabupaten Semarang, Romlah menyatakan bahwa pihaknya memberikan penghargaan kepada perempuan pelopor sebagai wujud apresiasi kiprah perempuan yang luar biasa dan penuh pengabdian. Kedua perempuan pelopor tersebut adalah Sri Widayati (sebagai Perempuan Mandiri Penggerak Ekonomi Warga) dan Intarti Murdaheni (sebagai Perempuan Penggerak Keluarga Berkualitas).

“Sri Widayati yang juga seorang pengusaha dipilih karena kiprahnya mengajak warga di Desa Kaliwungu untuk menghijaukan lahan tandus. Perempuan ini tidak segan berbaur dengan masyarakat untuk menanam aneka tanaman produktif di tanah tidak subur. Dan hasilnya dimanfaatkan bersama warga setempat. Untuk, Intarti Murdaheni merupakan sosok perempuan pegiat kegiatan pemberdayaan dan kesejahteraan keluarga di Kecamatan Susukan,” tandasnya. ***

Pewarta : Heru Santoso.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here