Beranda HUKRIM Kompolnas, Benny Mamoto : Laskar FPI Sejak Awal Menyerang Polisi

Kompolnas, Benny Mamoto : Laskar FPI Sejak Awal Menyerang Polisi

160
0
Rekonstruksi reka adegan insiden tertembaknya Laskar FPI di Jalan Tol Japek KM 50. Foto : Ist.

KopiPagi JAKARTA : Enam anggota Laskar Front Pembela Islam (FPI) di tengarai yang sejak awal melakukan penyerangan lebih dulu terhadap petugas kepolisian ketika insiden itu terjadi di Jalan Tol Jakarta – Cikampek KM 50 Karawang, Jawa Barat. Demikian diungkapan Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Benny Mamoto yang ikut menyaksikan langsung proses rekonstruksi di empat tempat kejadian perkara (TKP), Senin (14/12/2020) dinihari.  

Ketua Harian Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas), Benny Mamoto. Foto : Ist.

“Saya saksikan dari awal sampai akhir saya saksikan sendiri terjadi penyerangan yang aktif menyerang dari kelompok itu dari awal,” kata Benny dalam jumpa pers usai rekonstruksi di Karawang, Jawa Barat, Senin (14/12/2020).

Benny menyebut, proses rekonstruksi ini digelar secara transparan dan berdasarkan fakta. Sebab itu, menurutnya, dengan adanya reka adegan ini masyarakat bisa mengetahui kejadian yang sebenarnya.

“Ini kiranya menjadi pemahaman bersama apa yang sesungguhnya terjadi. Nanti teman-teman yang akan menyampakan ini ke publik,” ujar Benny.

Dengan adanya kegiatan ini, Kompolnas menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Polri lantaran telah melakukan proses rekonstruksi secara terbuka dan profesional serta berdasarkan fakta yang ada.

58 Reka Adegan

Seperti diketahui, Direktorat Tindak Pidana Umum (Dit Tipidum) Bareskrim Polri, Polda Metro Jaya, dan Polres Karawang menggelar rekonstruksi di empat titik terkait dengam kasus penyerangan Laskar Front Pembela Islam (FPI) terhadap anggota Polri di jalan Tol Jakarta-Cikampek KM 50.

Dalam rekonstruksi ini, pada TKP I tepatnya di depan Hotel Novotel, Jalan Karawang Internasional, setidaknya ada sembilan adegan. Sementara lokasi II yakni, selepas bundaran Jalan Karawang Internasional hingga Gerbang Tol Karawang Barat arah Cikampek ke Rest Area KM 50 ada empat adegan.

Sedangkan di Rest Area KM 50 yang menjadi TKP ketiga penyidik melakukan adegan rekonstruksi sebanyak 31. TKP terakhir yakni, Tol Japek selepas Rest Area KM 50 hingga KM 51 200, penyidik memperagakan 14 adegan. Setidaknya ada 58 reka adegan yang digelar penyidik pada lokasi TKP pertama hingga terakhir.

4 Laskar Ditembak Dalam Mobil

Dalam rekonstruksi di lokasi keempat, polisi diketahui berhasil menangkap enam laskar FPI di rest area KM 50 tol Cikampek yang sebelumnya menjadi lokasi ketiga rekonstruksi kasus penembakan Laskar FPI itu.

6 Laskar FPI yang tewas ditembak di dalam mobil. Foto : Ist.

Usai menangkap keenam Laskar FPI, polisi membawa mereka menggunakan mobil. Hingga kemudian, bentrok antara polisi vs laskar FPI kembali terjadi di dalam mobil, saat berada di KM 51,200.

Saat itu, polisi menangkap empat orang laskar di dalam satu mobil Avanza Silver yang berisi dua orang polisi. Keempat orang laskar FPI itu kembali menyerang polisi di dalam mobil dan mencoba merebut senjata.

Mobil pun sempat terhenti di tengah jalan tol, mereka bersitegang di dalam mobil. Namun polisi bertindak sigap hingga melakukan tindakan tegas terukur dengan menembak keempatnya langsung di dalam mobil hingga tewas.

“Terjadi percobaan untuk merebut senjata anggota dari pelaku yang ada dalam mobil, di situlah terjadi upaya dari penyidik yang ada dalam mobil untuk melakukan tindakan pembelaan. Sehingga keempat pelaku dalam mobil mengalami tindakan tegas dan terukur dari anggota yang ada,” kata Direktur Tindak Pidana Umum Bareskrim Polri Brigjen Andi Rian Djajadi di Tol Japek KM 51,2, Senin (14/12/2020) dini hari.

Sementara itu, Kepala Divisi Humas Polri Irjen Argo Yuwono yang hadir saat rekonstruksi menyebutkan bahwa dalam rekonstruksi tersebut diketahui terjadi tembak menembak antara polisi dan kelompok Laskar FPI dalam sebuah mobil di jembatan Badami. Lokasi jembatan itu berjarak sekitar 1 kilometer dari Gerbang Tol Karawang Barat.

Tembak-menembak sendiri terjadi setelah sekelompok FPI yang berupaya melakukan penyerangan dan pengadangan terhadap petugas di titik pertama.

“Sejak di titik pertama lokasi kejadian petugas sudah dihadang dan mendapat serangan dari kelompok Laskar FPI,” ujar Irjen Argo. *Kop.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here