Beranda MARKAS Gerakan Pendukung Jokowi & Aktifis 98 Serukan Lawan Radikalisme – Intoleransi

Gerakan Pendukung Jokowi & Aktifis 98 Serukan Lawan Radikalisme – Intoleransi

100
0

KopiPagi BOGOR : Konsolidasi para  Aktivis Reformasi 1998 dan Relawan Jokowi  terus dilakukan.  Konsolidasi dilatar belakangi dengan menguatnya radikalisme dan tindak intoleransi yang terus marak belakangan ini.

Gatot Bimo

Salah satu penyebab kepulangan Imam Besar FPI, M. Rizieq Shihab (MRS) ke Indonesia dan  menguatkan adanya sikap intoleransi dan radikalisme di tanah air. Munculnya intoleransi, radikalisme yang mengarah ke terorisme mengancam bangsa Indonesia.

Peristiwa Sigi, Sulawesi Tengah menjadi bukti mutakhir keberadaan ancaman tersebut. Radikalisme-terorisme yang mengatasnamakan agama semakin menguat, melibatkan generasi muda dan perempuan di Indonesia. Paham radikalisme terus meningkat intensitasnya, tercermin dari makin banyaknya konten-konten radikal yang teridentifikasi dan diblokir Kementerian Komunikasi dan Informatika.

“Kami secara tegas melawan dan menolak  berbagai tindak intoleransi dan radikalisme yang jelas merusak demokrasi,” tegas Anto Kusuma Yudha  dalam acara deklarasi ralawan pendukung Jokowi di Saung Dolken Bogor (05/12/2020).

Anto yang juga ketua PPJNA 98 mengatakan konflik yang terjadi di tengah-tengah masyarakat, maraknya aksi terror, dan pertikaian hanya karena berbeda pandangan teologis.

” Banyak kini pendakwah agama yang menyebarkan kebencian dan caci maki sebagai cikal bakal radikalisme, sejatinya tidak hanya mengancam pemerintahan Jokowi, namun juga eksistensi bangsa Indonesia yang kita cintai ini.”, Tutur Anto.

Sementara Ketua  PIJAR 98 Sulaiman Haikal mengatakan, banyak agenda-agenda penting pemerintan terganggu dan terhambat lantaran ulah kalangan intoleransi-radikalisme yang mengatasnamakan agama.

“Paham radikalisme juga terus  meningkat intensitasnya, tercermin dari makin banyaknya konten-konten radikal,” kata Haikal saat acara konsolidasi nasional aktivis `98 dan relawan nasional Jokowi itu

Acara itu dihadiri juga oleh Bob Randilawe dari PA GMNI, Gatot Bimo  salah satu Pendiri Pijar dan juga relawan dari Poros Jokowi Untuk Desa (Pojok Desa) yang juga penggiat  Perhutanan Sosial, Marlin Dinamikanto dari Prodem, Rudi Behom dari Aldera, Rinaldo dari Lesbumi, Indri Arfiandi dari Pijar 98 serta  dokter Hanibal mewakili Permanen serta para aktivis lainnya.

Adapun organ aktivis 98 yang ikut adalah PPJNA 98, PIJAR 98, RNA 98, Barikade 98 Jabar, PA GMNI, Jubir Milenial TKN, Joman, PPG, KPPSMI, GRB 98, Prodem 98 Cianjur, Relawan Indonesia Hebat, NIDS Bandung, Prodem Jawa Timur.

Gatot Bimo dalam sekilas sambutanya mengatakan negara tak boleh kalah dengan intoleransi dan radikalisme. Apalagi Indonesia yang mengedepankan demokrasi dan Pancasila.

“Pemerintahan Jokowi terancam.oleh perilaku bar bar ,toleransi dan radikalisme . Ini ancan serius bagi  keutuhan bangsa Indonesia,” jelas Gatot.

Perjuangan reformasi dan demokrasi adalah perjuangan panjang para aktifis mahasiswa dan aktifis demokrasi. Kini juga bakal diporak porandakan para pemuja intoleransi dan radikalisme.

Konsolidasi Nasional Aktivis `98 dan Relawan menghasilkan 4 butir pernyataan sikap:

  1. Kami menuntut M. Rizieq Shihab(MRS) agar segera ditangkap sebab pelanggaran demi pelanggaran hukum sudah terlalu sering dilakukan, bahkan dengan aksi menantang yang ditunjukkan secara terang-terangan kepada otoritas negara. Jika terus dibiarkan, bisa membahayakan persatuan sosial dan keutuhan NKRI.
  2. Pemerintah agar segera mengambil sikap tegas untuk membubarkan Front Pembela Islam (FPI) dan Koalisi Aksi Menyelamatkan Indonesia (KAMI). Sebab, secara ideologis maupun praktik, FPI dan KAMI sudah menjadi ancaman negara.

Sejak kelahirannya pada 1998, FPI terus menerus menggoreng isu populisme kanan, identitas, dan khilafah sebagai bagian utama perjuangan mereka. Berbeda dengan ormas Islam moderat lain, FPI justru anti-demokrasi, anti keberagaman, dan cenderung memusuhi pemerintah.

Begitupun dengan KAMI, sejak dideklarasikan terus menerus menyebarkan kebencian, menghasut orang untuk melawan terhadap pemerintah yang sah, menyebarkan konten ujaran kebencian dan menganjurkan kekerasan berdasarkan sentiment SARA.

  1. Kami yang berhimpun dalam Gerakan Pendukung Jokowi Sejati, menuntut dan akan mendukung Pemerintah untuk secara tegas menghilangkan radikalisme terorisme yang berbalut agama di Negara Kesatuan Republik Indonesia.
  2. Tangkap dan adili dalang dan donator dari gerakan inteloransi, radikalisme dan terorisme berbalut agama di Indonesia Gat.Kop

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here