Beranda KANDIDAT Rahayu Saraswati Berang di Tuduh Terlibat Kasus Ekspor Benur

Rahayu Saraswati Berang di Tuduh Terlibat Kasus Ekspor Benur

123
0

KopiPagi.Jakarta. Perusahaan milik Rahayu Saraswati yakni PT Bima Sakti Mutiara diduga terlibat kasus eksport Benur bermasalah. Calon Wakil Walikota Tangerang Selatan ini menepis tudingan tersebut dan menyatakan tidam terlibat dalam kongkalingkon ekspor benur yang dilakukan Menteri KKP, Edhy Prabowo.

Penangkapan dan penahanan Menteri KKP, Edhy Prabowo, memberi imbas buruk terhadap para kader Partai Gerindra. Mereka dikaitkan menjadi bagian dari kroni ekspor benih lobster yang membuat Edhy Prabowo harus berurusan dengan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Salah satu yang dituding masuk dalam jaringan kroni Edhy Prabowo adalah calon Wakil Walikota Tangsel nomor urut 1, Rahayu Saraswati Djojohadikusumo, yang saat ini menjadi salah satu Wakil Ketua Umum Partai Gerindra.

Kontan tudingan tersebut membuat Saraswati geram dan merasa difitnah. Dia pun sudah menduga akan diterpa serangan setelah hasil survei Indikator Politik Indonesia mengunggulkan pasangan calon Walikota dan Wakil Walikota, Muhamad-Saraswati.

“Sejak hasil survei oleh Indikator keluar, di mana Muhamad-Saraswati unggul, saya tahu ada kemungkinan besar kami akan dilanda dengan segala upaya untuk menurunkan kredibilitas dan elektabilitas kami,” ujar Saraswati dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (28/11).

“Tak lama kemudian berita soal Menteri KKP keluar. Saya tahu bahwa kemungkinan besar hal itu akan dipermainkan untuk menyerang saya dalam kontestasi politik. Strategi seperti ini bukanlah hal baru. Dan sayangnya, dugaan saya benar,” tambahnya.

Bahkan, Saraswati menegaskan izin perusahaan keluarganya, PT Bima Sakti Mutiara, yang memperoleh izin budi daya lobster, menepis dugaan adanya unsur KKN (korupsi kolusi nepotisme).

Karena, dikatakan Saraswati, perusahaan keluarganya telah mengikuti semua prosedur seperti halnya 60 perusahaan lain yang mendapatkan izin dari KKP.

“Kasus yang menimpa Menteri KKP adalah soal suap yang dilakukan oleh satu PT kepadanya dan beberapa orang secara pribadi. Apa hubungannya dengan perusahaan kami?” tegas Saraswati.

Saraswati juga menegaskan, bahwa dirinya sudah tidak aktif dalam perusahaan sejak resmi sebagai calon Wakil Walikota Tangsel.

Masih kata Saraswati, ia juga bisa memastikan jika perusahaannya belum pernah melakukan eskpor benur.

“Justru yang baru kami lakukan beberapa minggu lalu adalah pelepasliaran atau restocking lobster ke alam,” paparnya.

Ditambahkan Saraswati, tuduhan dan fitnah yang diarahkan kepadanya justru membuat ia makin kuat untuk tegar.

“Percayalah, saya tidak akan pernah lelah memperjuangkan keadilan dan kebenaran. Saya teringat dengan ungkapan bahwa lebih tinggi kita beranjak, lebih kencang pula angin menerpa. Saya kuat justru karena saya difitnah,” tutup Saraswati.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here