Beranda REGIONAL FKP PDAM Kab Semarang Study Banding ke IFP PDAM Kab. Sleman

FKP PDAM Kab Semarang Study Banding ke IFP PDAM Kab. Sleman

140
0
IFP dan FKP foto bersama sebelum mengakhiri acara silaturahmi. (Foto Heru Santoso)

KopiPagi SLEMAN : Dalam rangka ‘ngangsu kawruh’ terkait dengan keberadaan Forum Pelanggan PDAM, Forum Komunikasi Pelanggan (PFKP) PDAM Kabupaten Semarang menggelar ‘study banding’ ke Ikatan Forum Pelanggan (IFP) PDAM Kabupaten Sleman DIY pada Rabu (25/11/2020).

 

Rombongan FKP PDAM Kabupaten Semarang berjumlah 8 orang dipimpin langsung Direktur Utama (Dirut) PDAM Guswakhid Hidayat. Dengan didampingi Ketua Umum FKP Fix Aunul Haq, Sekretaris BW Heru Santoso, Bendahara Veronica Atik dan Koordinator Cabang FKP Ambarawa HM Sudono. Selain itu, Kabag Pelayanan Pelanggan PDAM Eko Sudiyarto dan Kabag Keuangan Budi Sukwanto serta Humas PDAM Rini. Rombongan diterima langsung Ketua Ikatan Forum Pelanggan (IFP) PDAM Kabupaten Sleman Bambang Harjono beserta pengurus yang lain, di Resto ‘Mbok Berek Garden’ Sleman, Rabu (25/11/2020).

 

IFP PDAM Kab Sleman dan FKP PDAM Kab Semarang saat silaturahmi. (Foto Heru Santoso)

Ketua Umum FKP PDAM Kab Semarang Fix Aunul Haq menyatakan, bahwa study banding yang dilakukannya ini dalam rangka ‘ngangsu kawruh’ terkait dengan keberadaan Forum Pelanggan PDAM. Pasalnya, Forum pelanggan PDAM Kab Sleman ini telah lama terbentuk dan berdiri serta sebagai mitra kerja PDAM Kab Sleman. Tentunya, apa yang dilakukan dan bagaimana program yang ada dapat ditularkan kepada FKP PDAM Kab Semarang.

 

“Selain ‘ngangsu kawruh’, FKP PDAM Kab Semarang ini ingin menjalin komunikasi dan sinergitas baik dengan Forum Pelanggan maupun PDAM Kab Sleman itu sendiri. Karena IFP Kab Sleman ini boleh dikatakan telah lama berdiri dan tentunya program-program kerjanya terkait dengan mitra PDAM pasti lebih baik dari FKP PDAM Kab Semarang. Dari sini, kami akan belajar bagaimana dapat melaksanakan program dalam membantu melayani pelanggan maupun menjembatani pelanggan dalam menyelesaikan permasalahan dengan PDAM,” kata Fix Aunul Haq.

 

Selain itu, IFP PDAM Kab Sleman yang hanya 10 orang sebagai pengurusnya ini, bagaimana menjadi mitra PDAM dan berkiprah bersama pelanggan serta tetap berdampingan ‘mesra’ dengan PDAM. Harapannya, apa yang sudah dijalankan IFP PDAM Kab Sleman ini dapat menjadi bahan dalam menjalankan program FKP PDAM Kab Semarang mendatang.

 

“Apalagi, sebagai Ketua IFP PDAM Kab Sleman juga menjadi Ketua Umum Forum Pelanggan Air Minum Nasional (Forpamnas), tentunya Pak Bambang dapat memberikan pencerahan dan dukungan kepada FKP PDAM Kab Semarang. Kami ingin tahu juga apakah forum pelanggan itu juga harus ada AD/ART dalam menjalankan roga organisasi atau kegiatannya,” ujar Fiq didampingi Sekretaris BW Heru Santoso.

 

Sementara itu, Ketua IFP PDAM Kabupaten Sleman Bambang Harjono menyatakan, bahwa pihaknya sangat berterima kasih atas kunjungan dalam rangka studi banding maupun silaturahmi ini. Apa yang dilakukan FKP PDAM Kab Semarang ini menandakan sebagai awal ‘membuka pintu’ untuk mendorong forum pelanggan bergerak dan melangkah sebagai mitra PDAM.

 

“Kunjungan dan silaturahmi ini tentunya membuat kami di IKP PDAM Kab Sleman merasa ‘bombong’ dan bangga. Karena, dengan langkahnya ini telah membukakan pintu forum pelanggan PDAM untuk menyatu bersama menjadi mitra PDAM. Selama ini, IFP telah menjadi mitra PDAM khususnya dalam tugas pengawasan pelanggan maupun sebagai jembatan kontrol pelanggan dan PDAM. Segala permasalahan pelanggan PDAM pasti masuk ke IFP yang selanjutnya dikaji dan dilaporkan ke PDAM,” jelas Bambang Harjono.

 

Menurutnya, meski menjadi mitra PDAM namun dalam langkahnya tetap kritis. Semua yang dilakukan IFP ini demi peningkatan pelayanan PDAM kepada masyarakat serta khususnya kepada pelanggan PDAM. Bahkan, IFP yang berdiri sejak tahun 1999 ini, kini sudah menjadi ‘jembatan’ bagi pelanggan PDAM dalam menyampaikan berbagai keluhan maupun permasalahan. Bahkan, PDAM Kabupaten Sleman dalam rangka menaikkan tarif harus mendapatkan persetujuan dari Ikatan Forum Pelanggan (IFP) ini.

 

“Mungkin saja, satu-satunya PDAM dalam menaikkan tarif harus meminta persetujuan dari forum pelanggan. Jika IFP tidak setuju tarif dinaikkan maka PDAM pun tidak akan memaksakan tarif naik. Namun, jika IFP telah setuju tarif naik maka PDAM akan patuh dan tarif dinaikkan. Inilah wujud nyata kemitraan kami IFP dengan PDAM Kabupaten Sleman,” katanya.

 

Selain itu, sebagai contoh masalah sepele terkait dengan adanya kebocoran air ataupun aliran air tidak lancar, pasti keluhan itu pertama kali masuk ke IFP dan tidak langsung ke pihak PDAM. Dari sini, peran serta IFP harus benar-benar membela kepentingan pelanggan PDAM. Dan, sejak berdiri sampai sekarang apa yang dilakukan IFP itu sangat mendukung PDAM dan pelanggan pun merasa nyaman.

 

“Kita IFP ini benar-benar menjadi sasaran utama pelanggan menyampaikan berbagai keluhan dan permasalahan. Dari sinilah peran IFP benar-benar diuji, dan apa yang kita lakukan selama ini ternyata tidak menjadikan PDAM sebagai musuh namun tetap menjadi mitra. Bahkan, peningkatan pelayanan PDAM Kabupaten Sleman ini banyak dibantu oleh sepak terjang dan kiptah dari IFP,” tandasnya. ***

 

Pewarta

Heru Santoso.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here