Beranda REGIONAL Kurangi Kejenuhan Pengunsi, AELI Gelar Outbound Training & Trauma Healing

Kurangi Kejenuhan Pengunsi, AELI Gelar Outbound Training & Trauma Healing

134
0
Pengurus AELI saat kegiatan bersama anak-anak pengungsian.

KopiPagi BOYOLALI : Dampak terburuk dari bencana adalah warga harus mengungsi ke tempat yang lebih aman dari bahaya tersebut, sekarang ini yang sedang dalam waspada adalah bencana meletusnya Gunung Merapi, dan ini mengakibatkan ratusan warga telah mengungsi hingga menyebabkan kejenuhan yang cukup tinggi.

Melihat situasi tersebut, AELI (Asosiasi Experiential Learning Indonesia) Jawa Tengah yang merupakan asosiasi yang bergerak di bidang Outbound Training & Trauma Healing melangkah bersama untuk melaksanakan program kemanusiaan dengan memberikan dukungan psikososial bagi para pengungsi. Ini khususnya para di wilayah pengungsian Desa Klakah dan Desa Jrakah, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali.

Munfaat, Koordinator Program AELI menyatakan, bahwa program ini dilaksanakan oleh gabungan dari berbagai Provider Outbound yang menjadi anggota AELI. Dalam kegiatan ini, para pengungsi dibagi dalam kelompok usia TK, SD serta Lansia. Khususnya, pengungsi anak-anak digelar dengan kegiatan Fun Games, Main Panahan, Naik Jeep dan Mewarnai. Lansia dengan  kegiatan nonton film bareng, menyanyi bersama maupun kegiatan lain yang menarik yang dapat mengusir rasa jenuh.

“Yang jelas, kegiatan yang digelar bersama para pengungsi ini sifatnya menyenangkan. Hal ini tujuannya dapat mengusir rasa kejenuhan para pengungsi yang tinggal di pengungsian,” ujar Munfaat dalam rilisnya yang dikirimkan kepada koranpagionline.com, Selasa (24/11/2020).

Sementara itu, Napoleon Waren dari Bidang Mitra & Exposure AELI menyatakan, bahwa kegiatan yang digelar ini baru pertama kalinya dengan melibatkan banyak Provider dan Fasilitator Experiential Learning di Jawa Tengah. Ini merupakan asosiasi yang memiliki banyak anggota berkompeten dibidangnya. Harapannya, program ini dapat menjadi aktifitas dan kegiatan rutin yang dilaksanakan oleh semua anggota AELI di Indonesia. Ini sesuai dengan slogan “AELI untuk Negeri”.

“Selain itu, harapan lain adalah semua pihak yang menangani di bidang kebencanaan dapat bekerjasama dan bersinergi dengan AELI di daerah. Ini semua untuk mendukung program Psikological Program bagi pengungsi. Ini menjadi menarik, karena di AELI kami memiliki banyak sekali fasilitator yang berkompeten dan memiliki sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP),” tandasnya. ***

Pewarta

Heru Santoso.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here