Beranda BIVEST Ketua Fraksi PDIP DPRD Salatiga : Penataan Jarak Antar Pedagang Pasar Pagi...

Ketua Fraksi PDIP DPRD Salatiga : Penataan Jarak Antar Pedagang Pasar Pagi Layak Dibuat 2 Meter

44
0
Milhous Teddy Sulistio SE, Ketua Fraksi PDIP DPRD Salatiga (jaket hitam) saat “blusukan” di Pasar Pagi.

KopiOnline SALATIGA, – Jarak antar pedagang Pasar Pagi Salatiga yang sudah ditata dengan jarak 1,5 meter dan sudah sesuai dengan protokol kesehatan dalam upaya menangkal penyebaran Covid-19, hal ini masih perlu dimaksimalkan. Pasalnya, jika melihat langsung di lapangan, jarak tersebut masih kurang lebar.

Jika perlu jarak tersebut dapat diperlebar menjadi 2 meter. Sehingga akan semakin tertata, rapi dan nyaman baik bagi pedagang maupun pembeli. Demikian ditegaskan Milhous Teddy Silistio SE, Ketua Fraksi PDI Perjuangan (FPDIP) DPRD Kota Salatiga kepada koranpagionline.com, Rabu (29/04/2020).

“Niat melakukan penataan itu sudah bagus dan kami apresiasi. Namun, alangkah nyamannya jika jarak antar pedagang itu diperlebar menjadi 2 meter. Pasalnya, jarak 1,5 meter itu jika dilihat atau dihitung dengan manusia dalam kondisi normal berdiri akan terlihat ‘berjarak’. Tetapi, tidak demikian dengan pedagang maupun pembeli yang berada di Pasar Pagi saat mereka bertransaksi. Perlu diingat, bahwa jika antar pedagang maka jarak tersebut sangat bagus, tetapi didalamnya itu ada pembeli ataupun masyarakat yang berkunjung. Ini tetap saja masih menimbulkan persinggungan. Harapan saya, meski ini telah sesuai dengan protokol kesehatan dalam mencegah penyebaran Covid-19, tidak apa salahnya jarak itu diperlebar menjadi 2 meter,” jelas M Teddy Sulistio kepada koranpagionline.com, usai melihat langsung kondisi Pasar Pagi, Rabu (29/04/2020).

Menurut politisi PDI Perjuangan, dengan jarak yang agak lebar lagi 2 meter maka akan semakin nyaman dalam berdagang atau berjualan bahkan para pembeli juga nyaman untuk bertransaksi. Kalau memang ini terkait dengan social distancing, maka jarak 1,5 meter itu masih dapat diperlebar lagi. Perlu juga dipikirkan akses jalan bagi pembeli atau masyarakat di dalam lingkungan pasar, jalan ini harusnya juga ikut diperlebar. Sehingga akan dapat menghindari bersentuhan antara satu dengan yang lain.

“Dapat dibayangkan, saat kondisi akan semakin padat, pada pukul 05.30 wib. Jam-jam itu adalah waktu Pasar Pagi akan mengakhiri operasionalnya. Disini puncaknya keramaian pasar, karena pedagang sudah mulai berkemas-kemas untuk pulang dan pembeli akan tergesa-gesa dalam belanja. Sehingga, dengan jarak tersebut masih bisa untuk lebih dimaksimalkan. Pasalnya, perang kita sekarang ini adalah dengan benda kasat mata yang tidak terlihat,” katanya.

Ditambahkan, khususnya dalam situasi bulan Ramadhan ini, apalagi menjelang minggu ketiga pelaksanaan Ramadhan mendatang, biasanya akan terjadi keramaian masyarakat yang berkunjung ke Pasar Pagi. Mereka itu ‘prepare’ untuk belanja mencukupi kebutuhan lebaran. Disinilah, akan nampak meski telah ditata dengan jarak 1,5 meter, apakah ada perbedaannya dengan sebelum ditata atau tidak.

Tetapi, jika jarak diperlebar menjadi 2 meter maka dalam situasi ramai pun tetap terlihat jaraknya dan semakin rapi dan nyaman. Dan, ini dapat mengantisipasi saling bersinggungan. Satu lagi Teddy tegaskan, bahwa dari hasil pantauannya langsung di Pasar Pagi, ternyata masih banyak pedagang maupun pembeli yang belum memakai masker. Hal ini harus menjadi perhatian dinas terkait dan jangan segan-segan terus melakukan himbauan di Pasar Pagi ini.

“Saran saya, baik pedagang dan pembeli maupun pengunjung pasar, untuk selalu memakai masker jika keluar rumah. Bahkan, usai berbelanja di pasar dan pulang ke rumah hendaknya langsung mandi dan pakaian dipakainya langsung dicuci. Intinya, penataan Pasar Pagi sekarang ini sudah bagus, namun masih perlu dimaksimalkan. Dan, jangan lupa terus lakukan himbauan kepada pedagang dan pembeli,” tandasnya.

Sementara itu, Walikota Salatiga Yuliyanto SE MM menyatakan, pihaknya mempersilakan siapa saja dapat melakukan penilaian akan telah tertatanya Pasar Pagi Salatiga ini. Prinsipnya, penataan pedagang Pasar Pagi dengan menerapkan jaga jarak 1,5 meter antar pedagang ini telah sesuai dengan protokol kesehatan. Juga, sudah sesuai kesepakatan seluruh pedagang. Terobosan ini, intinya sebagai salah satu cara memutus mata rantai penyebaran Covid-19.

“Apa yang kita lakukan ini yaitu dengan menata jarak antar pedagang 1,5 meter, telah sesuai dengan jumlah pedagang existing dan ruas jalan yang tersedia. Bahkan, sesuai dengan protokol kesehatan demi memutus mata rantai penyebaran Covid-19. Apabila, harus diperlebar atau diperluas lagi, yang harus dipikirkan adalah area atau lahan parkir kendaraan pedagang maupun pembeli. Sekarang ini, yang sulit adalah mencari lahan parkir kendaran,” ujar Yuliyanto kepada koranpagionline.com. Heru Santoso.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here