Beranda LIFE Perjuangan Kaum Perempuan Tidak Bisa Dipisahkan dari Sejarah Bangsa Indonesia

Perjuangan Kaum Perempuan Tidak Bisa Dipisahkan dari Sejarah Bangsa Indonesia

13
0
Kepala Pusat Pemulihan Aset (PPA) Kejaksaan Agung, Agnes Triani

KopiOnline Jakarta,– Hakikat Peringatan Hari Ibu setiap tahunnya adalah mengingatkan seluruh rakyat Indonesia, terutama generasi muda, akan arti dan makna Hari Ibu sebagai sebuah momentum kebangkitan bangsa, penggalangan rasa persatuan dan kesatuan serta gerak perjuangan perempuan yang tidak dapat dipisahkan dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia.

Demikian dikatakan Kepala Pusat Pemulihan Aset (PPA) Kejaksaan Agung, Agnes Triani, saat membacakan sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Gusti Ayu Bintang Darmawati, pada upacara Peringatan Hari Ibu (PHI) tahun 2019 di lapangan Badan Pendidikan dan Latihan (Badiklat) Kejaksaan RI di Ragunan, Pasar Minggu, Jakarta Selatan, Senin (23/12/2019).

Agnes Triani menambahkan, tekad dan perjuangan kaum perempuan untuk mewujudkan kemerdekaan dilandasi oleh cita-cita dan semangat persatuan kesatuan menuju kemerdekaan Indonesia yang aman, tentram, damai, adil dan makmur sebagaimana dideklarasikan pertama kali dalam Kongres Perempuan Indonesia pada tanggal 22 Desember 1928 di Yogyakarta.

Untuk itu sebagai apresiasi atas gerakan yang bersejarah tersebut, PHI ditetapkan setiap tanggal 22 Desember sebagai hari nasional, sekaligus sebagai tonggak sejarah bagi bangsa Indonesia dan diperingati setiap tahunnya, baik di dalam dan luar negeri.

“Perempuan Indonesia masa kini adalah perempuan yang dituntut untuk sadar dan aktif meraih akses dan kesempatan yang sama dengan laki-laki dalam berbagai bidang pembangunan,” ujar Agnes.

Oleh karenanya, PHI diharapkan sebagai momen penting untuk mendorong semua 3 pemangku kepentingan guna memberikan perhatian, pengakuan akan pentingnya eksistensi perempuan dalam berbagai sektor pembangunan, dan pada akhirnya memberikan keyakinan yang besar bahwa perempuan akan mampu meningkatkan kualitas hidupnya serta mengembangkan segala potensi dan kemampuan sebagai motor penggerak sekaligus agen perubahan (agent of change).

PHI ke-91 tahun 2019 adalah titik awal gerakan ”percepatan” pemberdayaan perempuan di berbagai bidang pembangunan dan memberikan perlindungan bagi perempuan untuk mewujudkan arahan Presiden, sehingga tema utama yang diangkat dalam PHI ini adalah “Perempuan Berdaya Indonesia Maju”

Hadir pada upacara Peringatan Hari Ibu tahun 2019 itu Ketua Umum Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD), Ny Seruning Burhanudin, beserta para Pengurus Pusat IAD, segenap pegawai Kejaksaan Agung RI, Badan Diklat Kejaksaan RI dan Kejaksaan Tinggi DKI dan Kejaksaan Negeri Se-DKI Jakarta. Syamsuri

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here