Beranda LIFE Jadi Inspirasi Kaum Wanita, Istri Jaksa Donorkan Ginjalnya untuk Suami, Dianugerahi Pin...

Jadi Inspirasi Kaum Wanita, Istri Jaksa Donorkan Ginjalnya untuk Suami, Dianugerahi Pin Emas

32
0
Yulis (kanan) saat menerima Pin Emas dari Pemerintah Aceh pada Peringatan Hari Ibu 2019. Pin Emas disematkan langsung langsung Wakil Ketua PKK Aceh, Dyah Erti Idawati (kiri)

KopiOnline Jakarta – Kejaksaan Tinggi (Kejati) Aceh mengapresiasi perhatian Pemda Aceh yang memberikan PIN Emas kepada Yulis Ratna Sari yang rela dan ikhlas penuh pengabdian mendonorkan ginjalnya untuk suami tercinta, Solahudin, yang sehari-harinya bertugas sebagai jaksa di Kejati Aceh.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Aceh, Irdam, menyatakan bahwa atas nama pimpinan Kejati Aceh sangat berterimalasih atas perhatian Pemerintah Daerah Aceh yang memberi penghargaan berupa Pin Emas kepada istri jaksa pada Kejati Aceh yang mendonorkan ginjalnya kepada suaminya.

“Alhamdulillah. Semoga ini menjadi contoh keluarga yang Sakinah, Mawaddah dan Wa Rohmah serta membawa keberkahan bagi kita semua. Amin Ya Robball Alaamin,” ujar Irdam kepada wartawan, kemarin.

Dalam rangka memperingati Hari Ibu ke 91 tahun 2019 pada Kamis (12/12/2019), bertempat di Anjong Mon Mata, Pendopo Aceh, Pemerintah Daerah Aceh menganugerahi penghargaan berupa Pin Emas kepada sejumlah pihak, lembaga dan satuan kerja perangkat Aceh (SKPA) yang dinilai telah melaksanakan perencanaan penganggaran yang responsive gender.

Salah satu yang menerima penghargaan Pin Emas adalah Yulis Ratna Sari, istri dari jaksa Solahudin yang sehari-hari bertugas di Kejati Aceh. Ibu tiga anak ini mendapat Pin Emas dari Pemerintah Aceh karena cintanya yang begitu utuh terhadap keluarga. Yulis rela mendonor satu ginjalnya untuk sang suami, yang sakit dan membutuhkan. Keduanya kini hidup sehat, seperti sedia kala.

Berdasarkan informasi yang dihimpun wartawan menyebutkan, kerelaaan Yulis memberikan satu ginjalnya untuk suami, berawal dari vonis dokter terhadap suaminya yang mengalami gagal ginjal sejak 2014. Karenanya, selalu menjalani cuci darah.
Pada Juli 2019, kondisi suaminya semakin parah karena ginjalnya rusak. Yulis pun bertekad memberikan satu ginjalnya siap diberikan untuk suami tercinta.

Setelah melalui serangkaikan pemeriksaan oleh tim dokter, ginjal Yulis cocok untuk suami, lalu operasi pengangkatan ginjal dimulai. Operasi transpalansi (pencangkokan) sukses dilakukan di Rumah Sakit Umum Zainoel Abindin (RSUZA) Banda Aceh.

Rasa cinta terhadap suami serta anak-anaknya, menjadi pendorong Yulis mengikhlaskan salah satu organ vital tubuhnya untuk suami tercinta.
“Saya ingin anak-anak tidak kehilangan momen bersama ayahnya, karena momen keluarga itu penting sekali. Apabila dalam kondisi sakit itu, otomatis waktu kebersamaan si bapak hilang bersama anak-anak,” kata Yulis dalam suatu kesempatan berbincang dengan wartawan usai menerima Pin Emas yang disematkan Wakil Ketua Tim Penggerak PKK Provinsi Aceh, Dyah Erti Idawati.

Yulis mengatakan, kini kondisi suaminya telah membaik dan juga telah beraktivitas kembali. Ia berharap di momentum hari Ibu itu, semua orang dapat melakukan pengorbanan sesuai dengan kemampuannya masing-masing.

Kini, suaminya telah sehat seperti semula, begitu pun wanita kelahiran 29 tahun lalu itu dapat beraktivitas normal walau hidup dengan sebuah ginjal. Pasangan ini kembali menjalani hari-hari bahagia, seraya membesarkan buah hati mereka.

Kepala Kejaksaan Tinggi (Kajati) Aceh, Irdam, mengungkapkan, pada awalnya dirinya mengaku kaget setelah mendapat laporan dari Asisten Intelijen (Asintel) Kejati Aceh, Mukhlis, S.H. bahwa salah seorang anggotanya yang bernama Solahudin berhasil menjalani operasi transplantasi (cangkok) ginjal di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Zainoel Abidin di Banda Aceh.

Apalagi setelah mengetahui yang mendonorkan ginjal itu adalah Yulis, istri Solahudin sendiri, yang selama enam bulan bolak balik menjalani pemeriksaan di rumah sakit.

Irdam mengaku bangga dan terharu atas pengorbanan dan kesetiaan lahir bathin dari istri jaksa Solahudin tersebut. Menurutnya, ini adalah Rahmat dan Kebesaran Allah SWT.
“Semolina

sikap yang ditunjukkan istri pak Solahudin ini bisa menjadi inspirasi dan teladan bagi perempuan-perempuan yang lain bagaimana menjadi istri yang penuh pengabdian, rela berkorban dan setia lahir bathin demi sang suami dan keluarga,” tutur Irdam. Syamsuri.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here