Terbaru

Masyarakat Kab. Pasbar Diminta Proaktif Lakukan Pemantauan Pilkada 2020

KopiPagi PASBAR : Pemantauan ini bukan saja meliputi pengawasan penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) atas pencermatan data-data pemilih, atau proses jalannya Kampanye saja, tapi diharapkan semua masyarakat terlibat aktif untuk memantau dan mengawasi kegiatan dan aktifitas Kandidat maupun Tim Sukses sehari menjelang hari H.

Sebab tradisi dugaan adanya serangan pajar atau serangan malam dengan iming-iming amplop yang berisikan ratusan ribu rupiah kepada warga, biasanya gencar dilakukan menjelang hari H.

Untuk itu dari sejak dini, Mahasiswa, Insan Pers, LSM dan semua pihak termasuk masyarakat harus ikut aktif mengawasi dan memantau mereka yang coba bermain many politik melalui serangan fajar atau sejenisnya dengan menyiapkan HP nya untuk mengambil rekaman foto atau video sebagai Barang Bukti nantinya.

Dugaan adanya praktek many politik melalui serangan pajar atau serangan apapun namanya tersebut, ternyata menjadi salah satu pembahasan hangat saat Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Pasaman Barat melaksanakan kegiatan sosialisasi dengan Tema ‘ tingkatkan kerjasama pengawasan Pemilu partisipatif bersama Mahasiswa dan Insan Pers se-Kabupaten Pasaman Barat’, yang dilaksanakan di Hotel Guchi Simpang Empat Kabupaten Pasbar Sumbar, Rabu (14/10/2020).

Kegiatan sosialisasi Pengawasan Pilkada serentak 2020 tersebut dibuka secara resmi oleh Ketua Bawaslu Pasaman Barat, Emra Patria.

Emra dalam sambutannya di depan 16 orang Mahasiswa yang mewakili 4 Perguruan Tinggi yang ada di Pasbar dan di depan 25 Insan Pers yang bertugas di Pasbar mengatakan, kegiatan ini sudah merupakan agenda wajib sesuai dengan tupoksi Bawaslu RI namun karena situasi pandemi Covid-19 maka baru hari ini dapat dilaksanakan.

Diakuinya, memang selama ini fungsi pengawasan Pemilu masih minim, maka diharapkan output dari kegiatan ini nantinya bisa menjalin sinergitas antara peran Mahasiswa dan peran Insan Pers khususnya melalui media dalam pelaksanaan Pilkada mendatang semakin terlihat, terutama membangkitkan peran aktif partisipasi masyarakat dalam melakukan pengawasan.

“Seyogyanya kegiatan ini jauh hari sebelumnya sudah kita laksanakan, namun situasi Pandemi Covid-19 saat ini, hingga agak tertunda, dan Alhamdulillah pada hari ini kegiatan baru bisa kita laksanakan, harapan kita hendaknya kegiatan ini dapat memberi motifasi kepada semua pihak dalam melakukan pengawasan terhadap jakannya Pemilu berupa Partisipatif aktif Masyarakat Pasbar.” harap Emra Patria.

Emra menambahkan, terkait partisipatif pengawasan Pemilu dilaksanakan dengan mengusung Motto “Cegah, Awasi, Tindak (CAT), hingga output dari kegiatan ini mampu menjadikan mahasiswa dan Insan Pers sebagai mitra Bawaslu bahkan menjadi perpanjangan Mata dan Telinga Bawaslu di tengah masyarakat.

Menurutnya pengawasan terhadap jalanya tahapan pelaksanaan Pilkada Serentak, meliputi pengawasan penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT), atas pencermatan data-data pemilih sudah berjalan, namun demikian jalannya pengawasan lain seperti tahapan kampanye calon kepala daerah baik calon Bupati maupun Gubernur harus lebih ketat lagi, terutama dalam menjalankan dan mematuhi protokol kesehatan.

Seperti kegiatan sosialisasi hari ini, yakni pelaksanaan kegiatan sosialisasi yang dihadiri perwakilan mahasiswa, juga beberapa perwakilan Insan Pers dari berbagai Media yang ada di Pasbar terlihat juga pimpinan Bawaslu beserta jajaran staff Bawaslu Pasbar, yang tetap memprioritaskan atau dilakukan dengan pembatasan peserta yang hanya berjumlah maksimal 50 orang, hal ini sesuai dengan standar protokol kesehatan Covid -19.

Dikatakannya, tentang sosialisasi jalannya tahapan hingga pengawasan, pihaknya telah melakukan kerjasama dengan berbagai pihak, seperti dengan Kampus Yaptip khususnya dalam hal pengawasan pemilu partisipatif, juga melalui Sekolah Kader Pengawasan Pemilu Partisipatif (SKPPP).

Demikian juga Sosialisasi dengan LO atau Tim pasangan calon (Paslon) kandidat Bupati/Wakil telah dilakukan, bahkan pihak Bawaslu sudah membuat Fakta Integritas langsung dengan kandidat Paslon terkait pelaksanaan Pemilu ‘Badunsanak’ sesuai dengan aturan yang berlaku’.

“Saya berharap, kita semua bisa menjadi relawan nantinya, tentunya sesuai dengan aturan yang berlaku” harap Emra.

Berikutnya acara dilanjutkan melalui diskusi dan dialog yang dipimpin oleh Kordiv Pengawasan Hubungan Masyarakat dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kabupaten Pasaman Barat (Pasbar), Aditya Pratama.

Ketua Bawaslu Pasbar, Emra Patria saat membuka acara

Disampaikan Adityia, dalam kampanye tatap muka pertemuan terbatas selain jumlah peserta yang dibatasi maksimal 50 orang, juga diharapkan dapat dilaksanakan dalam ruangan dengan bentuk virtual dengan tetap harus mengikuti protokol covid-19.

” Minimal pakai masker dan hand sanitizer serta jaga jarak” ujarnya.

Dalam kesempatan itu Aditya juga mengingatkan kepada pasangan calon (Paslon) agar tetap mematuhi aturan protokol kesehatan dalam kampanye Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) serentak di tengah Pandemi Covid-19.

Sebab Selain protokol kesehatan covid-19, yang dapat menjadi potensi pelanggaran pilkada ternyata yang rawan terjadi adalah tentang netralitas ASN, apa lagi terkait hal ini sudah ada temuan Bawaslu .

Aditya berharap agar kepatuhan terhadap aturan kampanye tetap diutamakan, seperti saat mau kampanye atau saat melakukan tatap muka jangan lupa persiapkan Surat Tanda Terima Pemberitahuan Kampanye yang selanjutnya disebut STTP dari pejabat yang berwenang.
” saat akan melakukan penyelenggaraan kampanye atau tatap muka, kegiatannya harus sesuai dengan Surat Pemberitahuan Kampanye yang telah diajukan, jangan sampai melakukan kampanye yang tidak jelas, misalnya di STTP kampanyenya di lokasi A, ternyata Paslon melaksanakannta di tempat lain, akhirnya bila ini terjadi maka Panwaslu tidak dapat mengawasinya, bisa jadi kampanye telah selesai,” terangnya.

Kemudian yang sangat rentan adalah money politik, baik itu melalui paslon ataupun Tim pemenangan, makanya semua pihak diharapkan partisipatif aktifnya untuk ikut mengawasi dan nemantaunya, bila perlu rekam melalui foto dan laporkan ke Bawaslu untuk menindak lanjutinya.

“Bawaslu siap menanggapi laporan dan menindak lanjuti bila ditemukan adanya serangan many politik, apa lagi ada Barang Bukti baik berupa rekaman foto maupun visual, maka dalam hal ini selesai kegiatan ini nantinya, kita harapkan adanya kerjasama untuk melakukan pengawasan dan pemantauan, sebagai salah satu pencegahan,” ujarnya. ***

Pewarta

Zoelnasti

Leave a comment